
Zahfa dan Al sedang menyusul mamah Lia dan pak Rachman ke kantor polisi, iapun di sepanjang perjalanan, ia terus tak tenang.
"Sayang sabarlah, pasti semuanya akan baik-baik saja" ucap Al.
" iya, aku yakin itu" ucap Zahfa positif.
Setelah menempuh perjalanan padatnya ibu kota, akhirnya mereka berduapun telah sampai di kantor polisi. Kebetulan mamah Lia dan pak Rachman sudah sampai terlebih dahulu disana, Zahfa yang melihat mamah Lia pun langsung berlari dan memeluk mamahnya tercinta, ia menangis tersedu-sedu.
" Kenapa sayang?" ucap mamah Lia berbisik.
" Kangen mamah" rengeknya.
" Baru aja kemaren ketemu mamah, masa udah kangen Lin nih" goda mamahnya.
" Al, apa kabar nak?" tanya pak Rachman kepada Al.
" Baik ya" ucap Al sopan.
" Mah, bagaimana ka Dinda di dalem?" tanya Zahfa menguraikan pelukannya.
" Mamah dan ayah sudah hampir satu jam menunggu dia disini, tapi dia belum keluar sama sekali" ucap mamah Lia.
" Tenanglah semuanya akan baik-baik saja" ucap pak Rachman. Dan di anggukin oleh semua orang yang berada di sana.
Tak begitu lama, Dindapun keluar dari ruang pemeriksaan dengan di kawal oleh dua orang polisi. Iapun menghampiri keluarganya.
" Bagaimana nak?" tanya Mamah Lia khawatir.
" Aku akan sidang Minggu ini" ucapnya.
" Dan akan menghadirkan Zahfa sebagai korban" jelasnya tersenyum ke arah Zahfa.
" Dinda menceritakan semua kejadiannya, dan polisipun akan menangguhkan hukumannya, apakah Dinda menjadi tersangka atau sebaliknya" jelas Dinda menghela nafasnya.
" Semuanya akan baik-baik saja nak" ucap pa Rachman.
" Pak, apakah anak saya bisa pulang untuk masa penyembuhan?" tanya pak Rachman kepada salah satu polisi itu.
" Baiklah, jika untuk kesehatannya, di izinkan tapi jangan lupa untuk Minggu ini ia akan memasuki tahap persidangan" ucap pak polisi itu.
" Baiklah terimakasih pak" ucap pak Rachman, dan di angguki oleh polisi itu dan ia pun pamit untuk mengerjakan tugas yang lainnya.
" Yaudah, yuk kita pulang" ucap mamah Lia dengan tersenyum.
__ADS_1
" Yaudah mamah aku sama Abang Al duluan ya" pamit Zahfa.
" Yaudah, hati-hati sayang" ucap mamah Lia. Al dan Zahfapun menyalami kedua orang tua mereka.
" Za" ucap Dinda.
Zahfa yang sudah mendahului mereka untuk pulangpun, menengok kembali ke arah mereka dan tersenyum.
" Kenapa ka?" tanya Zahfa.
" Makasih" ucap Dinda.
Zahfa hanya mengangguk, dan Alpun langsung menggandeng tangan Zahfa untuk keluar dari kantor Polisi.
" Za, kamu hebat" ucap Al yang sedang berada di mobil dan melajukannya dengan kecepatan sedang.
Zahfa Yang sedang melirik ke jendela, langsung menghadap ke arah Al.
" Kenapa bang?" tanya Zahfa heran.
" Kamu adalah wanita yang paling kuat" ucap Al.
" Gombal" ejek Zahfa.
Iapun memparkirkan mobilnya di depan sebuah apoteker, Zahfapun yang melihat suaminya memarkirkan mobilnya heran.
" Kenapa Abang markir disini? Abang sakit? mau beli obat?" rentetan pertanyaan Zahfa kepada Al.
" Abang mau beli sesuatu, tunggu disini jangan keluar" ucap Al, iapun membukakan pintunya dan keluar dari mobil.
Zahfa hanya mengangguk dan iapun lebih memainkan handphonenya, untuk mengusir kejenuhannya.
" Permisi, mbak " ucap Al.
semua orang yang sedang berada di apotek itupun melihat Al dengan takjub, bagaimana tidak ia hanya memakai kaos oblong saja, sudah setampan itu.
" Iya ada yang saya bisa bantu?" tanya pelayanan apoteker itu.
" Saya mau membeli alat tes kehamilan" ucap Al.
"Mau merek apa pak?" tanya pelayanan apoteker itu.
__ADS_1
Iapun bingung harus menjawab apa, karena ini untuk pertama kalinya ia membeli seperti itu, namun ibu-ibu yang sedang berada di apotek itu langsung bertanya kepada Al.
" Aduh, si AA Bade ngecek istrinya ya, semoga hasilnya positif ya" ucap ibu-ibu itu.
" Si aanya udah ganteng gini, apalagi anaknya" terkekeh ibu-ibu itu.
" Makasih ya Bu" ucap Al sopan.
" Mbak, ada merek apa saja?" tanya Al kepada pelayan itu.
" Ada berbagai merek pak" ucapnya.
" Yaudah, semua merek saya beli" ucap Al, karena ia tidak tahu merek apa yang bagus di pakai untuk Zahfa.
" Wah, si AA ngeborong" goda ibu-ibu yang lainnya.
Pelayanan itupun langsung membungkus semua merek yang bada disitu, Dan Alpun tak lupa untuk membayarnya.
" Bu, saya permisi" ucap Al sopan.
dan di angguki boleh semua ibu-ibu yang berada disana.
Alpun berjalan kearah mobilnya, dan Zahfa yang sedang memainkan ponselnya, tidak melihat bahwa Al sudah berada di dalam mobil.
" Za, ini" ucap Al memberikan bungkusan plastik
" Eh, Abang kapan masuk?" tanya Zahfa kaget.karena ia terlalu fokus kepada handphonenya.
" Ini apa?" tanya Zahfa heran dengan isi kantong plastik nya.
" Kamu tuh ya, fokus sama hp kamu, itu alat tes kehamilan" ucap Al.
" Siapa yang hamil bang, kamu ngehamilin anak orang bang" ucap Zahfa terbata.
Alpun menghela nafasnya, mungkin ia salah berbicara kepada istrinya itu.
" Abang ngehamilin kamu" ucap Al terkekeh.
" Hah? aku?" ucap Zahfa semakin bingung.
" Yaudah, setelah sampai kita cek ya" ucap Al.
Dan iapun melajukan mobilnya kembali, sedangkan Zahfa masih menerka-nerka ucapan suaminya itu..
__ADS_1
Holaa, maafin kemaren gak up hehe.
jangan lupa untuk Vote rating fav likenya ya, semoga Allah memberikan kita semua kesehatan ya 😚❤️