
" Sifat baik dan buruk tidak memandang seseorang, apakah itu orang lain ataupun saudara sendiri"
- Zahfa
Gue kuat ngehadepin semuanya, gue gak boleh cengeng, akan ada pelangi setelah hujan, gue yakin dan percaya, sama perkataan itu. orang-orang yang sayang gue pasti nyari gue, apalagi Abang Al pasti dia khawatir sama gue, sebisa mungkin gue akan bertahan demi mamah ayah dan Bang Al. Gue bisa semangat, Zahfa Lo bisa!
Sudah beberapa jam ia duduk termenung dengan ikatan di tangan dan kakinya, hanya di hiasi dengan penerangan yang sedikit dan angin yang masuk dari luar membuat seorang Zahfa menggigil, dan pastinya juga ia sangat lapar, ia terus berharap bahwa akan segera ada bantuan dari manapun termasuk dari keluarganya dan suaminya.
Iapun menemukan ide bahwa di dalam tasnya ada hpnya, ia ingin segera memberitahukan kepada Al yang di alaminya itu. Namun, harapannya untuk memberi tahu kepada Al pupus sudah, karena seseorang telah masuk kepada gudang itu.
" Siapa?" Tanya Zahfa takut.
" Nona anda tidak perlu khawatir, disini saya akan mengurusi anda" ucap seseorang yang lebih muda, jika di bandingkan dengan pria yang menculiknya beberapa jam lalu.
" Kamu siapa?" Tanya Zahfa
" Oiya, aku Adnan" ucapnya.
" Adnan tolong keluarkan aku dari sini, pasti suamiku mencariku kemana-mana, tolonglah " ucapnya terisak.
" Maaf nona, bos akan marah kepada saya" jelasnya.
" Siapa bos mu itu?" Tanya Zahfa.
" Bukannya, bos tadi menghampiri nona" ucapnya dengan bingung.
" Ka Dinda?" Tanya Zahfa.
" Iya bos wanita itu" ucapnya kembali
" Jadi yang menculik gua, Kaka gua sendiri" lirih Zahfa.
Adnan yang mendengar perkataan Zahfa, tergelonjak kaget, pasalnya masa Kakak sendiri berbuat jahat kepada adiknya itu.
" Ja-di bos adalah kakak nona?" Tanya Adnan memastikan.
Zahfapun mengangguk, dengan meneteskan air matanya, ia tidak menyangka bahwa kakaknya yang ia sayangi, begitu sadis kepadanya hingga menculik dirinya.
" Nona makan dulu" ucap Adnan.
Adnanpun membuka ikatan tali pada Zahfa.
__ADS_1
" Tenang nona, aku tidak meracuninya" ucap Adnan seraya mengerti dalam pikiran Zahfa.
Zahfa membuka bungkusan kertas nasi itu, ia langsung melahap makanan itu dengan habis.
" Minumnya?" Tanya Zahfa.
Adnanpun memberikan sebotol air minum.
" Jangan sebut saya nona, saya punya nama Zahfa" ucap Zahfa.
" Baiklah Zahfa" ucap Adnan.
" Kakak ada dimana?" Tanya Zahfa.
" Ia sedang berada di luar Zahfa" Ucap Adnan.
" Kamu kenapa bekerja dengan kakakku? " tanya Zahfa
" Karena aku membutuhkan uang untuk anak panti,aku kabur dari sana " ucap Adnan.
" Aku terpaksa melakukan ini" ucapnya kembali.
" eh enggak, Maafin sudah merencanakan ini semuanya" ucapnya seraya bersalah.
" Lain kali kalo kamu butuh uang jangan menghalalkan segala cara" ucap Zahfa memperingati.
Tidak lama seorang Dinda yang di kenal baik dan penyayang itu, masuk ke dalam gudang itu.
" Wah, adekku sudah kenyang yah sayang" ucapnya.
" Hmm" ucap Zahfa.
"Gua gak menyangka seorang Dinda Aulia, bakal melakukan hal sekeji ini" ucapnya sinis.
" Hahaha, anak kecil gak usah sok mendelik gitu ade sayang" ejek Dinda.
" Karena apa, karena loh seharusnya gak bahagia Zahfa, kenapa ayah mamah selalu nurutin kemauan loh, termasuk nikahin Lo sama Al" jelas Dinda
" Wah wah, ternyata kakak ku yang cantik ini cemburu" ejek kembali Zahfa.
" Diam kau" ucap Dinda.
__ADS_1
" Loh, bakal gue masukin ke panti asuhan, yang jauh dari perkotaan" ucap Dinda
" Gue gak mau kak" teriak Zahfa
" Lo seharusnya mikir Za, kenapa waktu itu Lo ngabulin permintaan Ayah mamah untuk menikah Dengan Al?" Tanya Dinda dingin.
" Karena gua gak bisa nolak ka" jawab Zahfa lirih.
" Apa yang gua rasain waktu itu, sakit serasa semuanya tidak menganggap gua ada, kenapa ?" Teriak Dinda.
Adnan yang melihat adik kakak itu bertengkar, ia merasa kasihan kepada Zahfa dengan keegoisan Dinda, tapi ia tidak bisa melakukan apapun disana, hanya bisa menyaksikan pertengkaran mereka.
" Gua kasih pilihan sama loh, pertama, gue bakalan jadiin Lo budak sex disini atau yang kedua, Lo bakal ikut Adnan ke panti asuhan?" Tanya Dinda.
" Gue gak mau ka" lirih Zahfa.
" Lo egois ka, jika mamah ayah tau kelakuan Lo kaya gini, mamah pasti kecewa sama kakak," ucap Zahfa.
Dinda seakan tidak mendengarkan perkataan Zahfa, ia terlalu egois,sehingga menimbulkannya obsesi yang ingin ia dapatkan.
" MASUK" teriak Dinda.
Beberapa pria berbaju hitampun masuk dengan sigap, ia tak main-main menjadikan Zahfa budak Sex.
"Zahfa pilih, satu atau kedua" ucap Dinda.
Zahfa melirik ke Adnan, dan Adnanpun melirik kearah Zahfa, Adnan mengisyaratkan dengan jarinya membentuk angka dua. Zahfa memejamkan matanya sebentar.
" Gue pilih no Dua ka" ucap Zahfa.
" Gua yakin Lo orang baik, gua bantu loh sampe keluar dari sini" bathin Adnan
"Bagus anak baik" ucap Dinda
Dindapun keluar dengan pria serba hitam itu, sedangkan Zahfa menagis tidak berhenti-henti, ia meratapi nasibnya sendiri.
" Tenang Za, setelah kita sampai di panti, loh bakalan gua bantu sampai ketemu keluarga Lo disini" ucap Adnan.
" Makasih" lirih Zahfa.
hallo, hari ini aku usahain bakal up tiap harinya, jangan lupa untuk kasih vote likenya rating dan beri tipnya ya ;") oiya? bab ini, aku nulisnya nyesek, gak kebayang seorang Zahfa, ketakutan dalam kegelapan:") dan seorang Dinda baik bisa jadi jahat, so hikmahnya mau itu temen kalian ataupun apa pun, pilih² temen itu penting dalam artian bukan membandingkan ya lainya pikir aja sendiri ya hehe kalian juga pasti bakal nyimpulin.
__ADS_1