
Tak banyak kupinta, cukupkan saja hadirmu ada, karena disitu bahagia bermula.
- Al
------
Di Kantor semua orang menyapa Al dengan ramah, Al berjalan dengan gagahnya melewati para karyawannya.
" Selamat datang pak" ucap karyawannya.
Al mengangguk lalu tersenyum ramah. Dan tak biasanya Al yang dingin itu tersenyum, suatu kelangkaan Al bisa tersenyum di depan para karyawannya.
Al menuju lift khusus untuk seorang direktur.
Banyak para karyawannya yang sedang berbisik-bisik mengenai Al
" Si bos dingin tumben senyum" ucap karyawan A
" Si bos kalo senyum ganteng juga" ucap karyawan B
Kemudian di susul Ido sang asisten pribadi Al
" Kalian di gaji buat Bekerja bukan ngegosip tentang bos mu" ucap Ido tegas
Al menengok ke arah ido sang asisten dan tersenyum, dan berjalan menuju ke dalam lift.
" Pantas saja semua karyawan bergosip tentangnya, kupikir benar dia ternyata sangat aneh" gumam Ido menuju lift.
--------
Ruang Direktur
Al duduk dengan setumpukan dokumen yang harus di tanda tangani olehnya.
Suara telepon pun membuyarkan Al
__ADS_1
" Assalamualaikum Hallo" ucap Al
" Waalaikumsalam nak nih ibu " ucap Bu Laila
" Iya ada apa mah?" Tanya al
" Besok kamu beli cincin ya sama zahfa, mau kan?" Tanya Bu Laila
" Iya, Al akan jemput Zahfa besok mah" ucap Al
" Iya hati-hati nak ya, jangan lupa makan teratur disana, seminggu sebelum kamu menikah, kamu tinggal di rumah ya, jangan di apartemen" jelas Bu Laila
" Iya mah, nanti Al akan pulang, salam untuk Abi dan kakak" ucap Al
Al pun mematikan telepon dari sang ibu tercinta nya .
tok
tok
tok
Ido sang asisten pribadi pun masuk dan menghampiri Al.
" Satu jam kedepan kita akan mengadakan meeting pak bos" ucap Ido
Al hanya mengangguk saja.
Idopun terus menatap bosnya itu, dan diapun duduk di sofa sambil memperhatikan gerak gerik sang bos
" Tadi kaya kucing sekarang ke serigala memangsa" bathin Ido
Al yang sedang memeriksa dokumen itu mendongakkan kepalanya.
" Kenapa masih disini ?" tanyanya heran
__ADS_1
"gue heran sama Lo Al " ucap Ido to the point
" kenapa?" ucap Al
" gue yakin Lo ada yang di sembunyiin kan dari gue ?" tanya Ido
Al hanya berkerut kening, dan berjalan ke arah sofa yang di duduki ido.
Al menghela nafasnya.
" gue udah ngelamar bochil itu" ucap Al dengan datarnya
" what? secepat itu? " teriak Ido
" dan 2 Minggu lagi gue mau nikah sama dia" ucap Al
" Lo yakin ngambil keputusan itu?" tanya Ido
" gue udah yakin do, lagian orang tua dia alumni pesantren Abi gue, jadi secara tidak langsung orang tua gue sama orang tua dia. udah saling kenal" jelas Al
" oh gitu, kalo ini yang terbaik buat Lo, gue sebagai sahabat lu, gua dukung" ucap Ido
" hm, dan besok kosongkan jadwal gue ya, gue mau beli cincin sama dia " ucap Al
" ciee, gunung es mulai cair nih" goda Ido
" kenalin dong cewek ke gue, supaya ke loh kepincut pandangan pertama" celetuk Ido
" haha, cari sendiri lah" ucap Al dengan tertawanya.
" ck, Sae loh ah jadi temen " ucap Ido dengan kesal nya.
Al dan Ido pun meninggalkan ruangan untuk mengadakan meeting dengan para karyawannya.
bersambung :)
__ADS_1
jangan lupa kasih like komen sebanyak-banyaknya dan vote yah kakak hehe