Mantu Kiyai

Mantu Kiyai
Pirasat Selalu Benar


__ADS_3

Hari ini nampaknya seorang wanita paruh baya sedang menatap arah langit-langit kamarnya. Dari raut wajahnya, memperlihatkan bahwa ia sedang dilanda kekhawatiran.


" Pah, mamah khawatir sama keadaan Zahfa, ia sudah tak mengabari kita" Ucap mamah Lia kepada sang suaminya.


" Apa yang perlu di khawatirkan mah?, mungkin dia sedang sibuk" ucap ayah Rachman berfikir positif kepada anak bungsunya itu.


" Papah selalu saja begitu, perasan mamah gak enak loh" cela Mamah Lia


" Mungkin hanya perasaan mamah saja, kalo mamah khawatir lebih baik telepon dia"


" Papah ada benarnya juga, mamah coba hubungin dia dulu ya" ucapnya


Mamah Lia pun berinisiatif untuk menelpon Zahfa, karena ini sudah sore, mungkin Zahfa sudah pulang sekolah pikirnya. Mamah Lia pun menunggu sambungan telepon dari Zahfa, namun tidak ada tanda-tanda jawaban, hanya suara operator untuk tinggalkan pesan.


Mamah Lia menghela nafasnya, ia takut terjadi apa-apa pada anak bungsunya itu.


" Kenapa mah?" tanya Ayah Rachman.


" Tidak di angkat" ucapnya lesu.


" Coba mamah telepon Al, siapa tau dia lagi bersama Zahfa" jelasnya.


Tak menunggu lama, Mamah Liapun menelpon Al, panggilanpun tersambung dengan Al.


" Hallo " suara serak khas bangun tidur dari seberang sana.


" Hallo, nak Al lagi sama Zahfa?" tanya Mamah Lia langsung.


" Iya mah, Al sama Zahfa ketiduran" suaranya masih agak serak.


" Ada apa mah?" tanyanya lagi.


" Mamah tuh khawatir sama kalian, soalnya kalian udah lama gak nengokin kita" jelas mamah


Zahfa yang sedang tertidur dalam pelukan Alpun menggeliat membuka sedikit matanya dan menatap Al yang sedang berbicara dari sambungan teleponnya.


" Siapa bang?" tanya Zahfa


" Mamah kamu" ucapnya.

__ADS_1


" what? mamah?" tanya Zahfa memastikan.


Alpun mengangguk kepalanya tanda mengiyakan. Buru-buru Zahfa menyambar telepon yang di berada di genggaman tangan Al


" Mamah apa kabar ?" Suara Zahfa


" Anak mamah, gak kangen sama mamah nih" Goda Mamah Lia dari seberang sana.


" Kangenlah masa gak kangen" ucap Zahfa


" Mamah ko tumben telepon sih" ucapnya kembali.


" Mamah cuman khawatir sama keadaan kamu, perasaan mamah dari kemaren gak enak Za, apalagi gerak gerik" ucapnya terhenti.


" Gerak gerik siapa mah?" tanya Zahfa penasaran.


" Ah enggak sayang, pokonya apapun yang terjadi kamu harus hati-hati ya" ucap mamah Lia memperingati.


" Mamah tuh ya aneh tau" ucap Zahfa.


" Oiya, jangan lupa buatin Cucu pertama buat mamah kalo bisa kembar ya" ucap mamah Lia tersenyum.


" Proses mah, gak bakalan langsung jadi, Emangnya adonan donat apa" ucap Zahfa Terkekeh.


" Mamah tutup ya, jaga kesehatan by" ucapnya


Mamah Liapun mematikan teleponnya secara sepihak.


" Dasar" gumam Zahfa.


" Kenapa hem?" tanya Al memperhatikan wajah Zahfa yang sudah memerah itu.


" Masa mamah minta cucu, pengen kembar lagi" jelas Zahfa.


" Yaudah kita bikin lagi ayok" ucap Al jahil


" Emang yang tadi masih gak cukup bang?, badan aku aja ini sampe remuk Aya jalan mau di aspal" ucap Zahfa cemberut.


" Mau tapi malu kamu mah" goda Al

__ADS_1


" Mesum emang, semuanya juga butuh proses Abang" ucapnya.


" Iya, abisnya kamu itu jadi candu buat Abang" ucap Al di sela-sela tertawanya. Menjahili istri kecilnya menjadi hoby yang baru pikir Al.


" Mah bagaimana sehatkan mereka?" tanya ayah Rachman karena penasaran juga dengan pembicaraan mereka dalam telepon itu.


" Alhamdulillah mereka sehat-sehat aja pah, mamah minta cucu sama mereka" ucapnya tertawa.


" Haha, terus kata Zahfa gimana?" Tanya Ayah Rachman.


" Dia malah ngomong begini "emang begituan kaya bikin adonan donat langsung jadi" ucapnya dengan menurikan gaya bicara Zahfa.


Seketika tawa pak Rachman pecah menggelegar ke semua penjuru kamar.


" Apalagi mamah mintanya kembar lagi" ucap Mamah Lia di sela-sela tertawanya.


" Lagian mamah tuh yah ada-ada aja, udah tau semuanya juga butuh proses" ucap Ayah Rachman yang sudah memegangi perutnya karena tertawaannya.


" Papah, mamah tuh curiga sama Dinda" ucap Mamah Lia yang tiba-tiba berbicara serius.


" Dia kenapa mah?" tanya Ayah Rachman.


" Dia kayanya suka sama Al, yang mamah takutin dia terlalu obsesi sampe harus mencelakai adiknya sendiri" jelas Mamah Lia


" Mamah jangan berbicara seperti itu dong, inget ucapan adalah doa semoga saja dia tidak seperti itu" ucap Ayah Rachman.


" Mamah akan menyelidikinya sendiri pah"


" Yaudah papah juga, ngikutin mamah aja" ucapnya.


" Mah ituu yuk" Ajak pak Rachman.


" Udah berumur aja, masih minta" ejek Mamah Lia.


" Kan mamah candu buat ayah" gombal ayah Rachman.


dan merekapun melakukan yang seharusnya dilakukan oleh suami istri selayaknya, meski mereka tidak lagi muda, akan tetapi mereka sering melakukannya, biar Perkasa kata Ayah Rachman pikirnya.


Hallo semuanya, apa kabar kalian, semoga selalu sehat, panjang umur, di berikan rezeki yang melimpah dan selalu dalam lindungan Allah SWT Aminin yah semuanya bisa dalam hati bisa juga di komenan ya hehe.

__ADS_1


Oiya jangan lupa untuk setiap ceritaku like,vote, rating, dan fav❤️ dan aku juga bawain kalian cerita baru, kalian tinggal klik nama profil aku langsung ada ko, atau enggak klik di pencaharian judulnya " TARUNG JANTAN" jangan lupa bacaaa, mengisahkan kehidupan seseorang, apalagi di zaman milenial ini, aku pun mernah merasakannya. pasti penasaran kan? jangan lupa baca like dan vote dan ratingnya jugaa, aku tunggu kebaikan dari kalian❤️ stay safe and stay at home, alafyuuuu🌹❤️



__ADS_2