Mantu Kiyai

Mantu Kiyai
Melacak


__ADS_3

Sesuai dengan janji Ido untuk membantu Al, Ido dan Alpun hari ini tidak masuk ke kantor melainkan di ganti dengan sekretaris Al, karena berhubungan Alpun tidak memiliki jadwal meeting hari ini, dan itu waktu yang leluasa Al untuk mencari Zahfa.


Pagi-pagi Al yang sudah rapih, hanya menunggu Ido memakai bajunya, Al yang sudah tidak tenang itu berjalan kesana kemari Langsung menghampiri Ido di dalam kamarnya.


" Woy, cepet kenapa?" teriak Al dari luar kamar


" Iya-iya ini gua selesai" ucap Ido, dan diapun keluar dengan sudah mengganti pakaiannya.


" Kita hari ini tuh, buat nyari bini gua, bukan buat jalan-jalan" kesal Al.


Alpun berjalan mendahului Ido, Ido yang melihat Al kesalnya hanya terkikik geli.


" Santai bro, kita sekarang bakal nyari bini loh ko" ucap Ido yang sudah berada di basement apartemennya, ia dan Al masuk kedalam mobilnya.


" Yang, pertama kita cari tau dulu di sekolah Zahfa, siapa tau ada cctv ataupun temannya" ucap Al.


Idopun melajukan mobilnya kearah jalanan kota, sesampainya di gerbang iapun melihat ke arah gerbang sekolahnya, nampaknya sepi karena ini masih jam pelajaran.


Sedangkan di dalam kelas Sahabat Zahfa yang tidak mengetahui bahwa Zahfa di culik, merasa heran kenapa ia tidak bersekolah.


" Ca, Zahfa kemana ya" Ucap Dea


" Gak tau, gue khawatir sama dia" ucap Cica


"Semalem gue telepon dia, tapi enggak aktif"ucap Dea berbisik kepada Cica


"Wah, beneran loh?" tanya Cica tidak percaya.


" Mending kita pura-pura ke toilet yuk, kita omongin disana, jangan lupa bawa handphone loh" ucap Dea.


" Pak, saya dan Cica ingin izin ke toilet" ucap Dea kepada guru yang sedang menjelaskan materi di depan.


" Baik silahkan" ucap guru itu.


Dan merekapun keluar dari kelasnya, dan menuju lorong sekolah yang sepi. Mata Cica dam Deapun melihat seseorang yang ia kenal, dan iapun melirik satu sama lain.


" Itukan suaminya Zahfa" tanya Cica


" Iya, ngapain ya dia kesini, diem di depan gerbang lagi" ucap Dea.


" Samperin aja dulu yuk" ucap Cica


Cica dam Deapun berjalan untuk menghampiri Al, Al yang sedang berdiri dengan Idopun, melihat ke arah Cica dan Dea.


" Wah itu ada siswi" ucap Ido.


" Itu temennya Zahfa " ucapnya dingin.


" Bang Al mau ngapain ya kesini? apa mau ngizinin Zahfa karena tidak sekolah" ucap Cica dengan bingung


" Bukain dulu pintu gerbangnya, nanti saya jelaskan pada kalian" ucap Al.


" Pak satpam, bukain gerbang ada tamu" ucap Dea.


" Baik neng," ucap pak satpam dan menghampiri mereka yang sedang mengobrol.


" Eh, ini bapak yang kemareng ngejemput Zahfa ya?" tanya Pak satpam itu.


Al hanya mengangguk kepalanya saja. Dan gerbang sekolahpun terbuka, Ido langsung memajukan mobilnya menuju ke arah parkiran, dengan di susul Al, Cica dam Dea.


" Jadi Zahfa di culik" ucap Al membuka pembicaraan kepada mereka bedua.


Cica dan Dea, yang mengetahuinya itu langsung syok, dan tubuh mereka bergetar. Mereka masih mercerna kata-kata Al.


" Maksudnya apa ya ka ?" tanya Dea memperjelas.


" Kemaren dia tidak pulang ke apartemen, dan tidak pulang ke rumah mamahnyapun" ucapnya.


" Jadi kita berasumsi bahwa Zahfa di culik" jelas Ido yanh sudah ada di dekat mereka.


" Gua ngerasa bersalah kenapa kemaren enggak maksa dia buat ikut sama kita" ucap Cica berkaca-kaca.

__ADS_1


" Iya gua juga sama" lirih Dea.


" Sekarang bukan waktunya menyalahkan diri kalian, kita kesini pengen liat hasil cctv


kemaren pas dia pulang" ucap Al.


Alpun mengedarkan pandangannya keseluruh parkiran, dan ternyata ada beberapa Cvtv, yanh di pasang disana.


" Ayok, cepat" ucap Ido.


" Iya,Hem" ucap mereka bersama.


Merekapun menunjukkan sebuah ruangan hanya untuk kamera cctv, dan disana ada pegawai yang mengendalikan cctv itu.


Alpun meminta izin untuk melihat kajadian kemaren, saat Zahfa di culik. Layar cctvpun muncul. Dan memperlihatkan pergerakan Zahfa yang sedang menunggunya, dan kedua temannya yang pamit. Tak lama ada mobil hitam yang berhenti di depan Zahra, dan menarik Zahfa kedalam mobil, meski sempat berontak, tapi hasilnya nihil.


Al yang melihat itu menggeram marah, sedangkan Cica dan Dea kaget melihat temannya yang di bawa paksa itu.


" Mas, bisa kasih salinan hasil cctv ini?" tanya Ido.


" Baiklah" ucap mas yang mengalih fungsikan Cctv itu.


"terimakasih" ucap Ido mengambil salinan yang berada dalam flashdisk nya.


" Gua udah gak kuat, ayok kita lapor polisi" ucap Al kesal.


" sabar, kita lacak dulu no plat mobilnya" ucap Ido.


" Ka boleh kita berdua ikut mencark Zahfa?" tanya Cica yang khawatir, namun di senggol oleh Dea kerena ia tidak mau merepotkan.


" Bocah belajar saja" ejek Ido.


" hush" ucap Cica


" Nanti saja ya, kalo Kaka udah nemuin Zahfa, kakak bakal ngasih tau kalian okey?" ucap Al.


Dea dan Cicapun, nampak kecewa, tapi merekapun tidak ingin merepotkan dua orang dewasa itu.


Al dan Idopun mengangguk, dan mereka pun keluar menuju parkiran.


" Setelah ini, gua kasih ke suruhan gua buat ngelacak no plat mobil yang ada Cctv" ucap Ido.


" Tapi membutuhkan waktu yang cukup lama, tapi tidak sampai satu hari" ucapnya.


" Kita tunggu, sampai kapanpun" ucap Al.


Dan merekapun masuk kedalam mobil, Ido menancapkan pedal gas nya.


" Kita tunggunya di cafe, saja Gua laper" ucap Ido memecahkan keheningan.


" Hmm" jawab Al sekenanya.


Idopun sampai di sebuah cafe, yang nampak modern. Ia memparkirkan mobilnya. Ido dan Alpun turun dan memasuki cafe, Cafe yang cukup hening ini, mereka memilih duduk di ping pojok.


Setelah menunggu yang cukup lama, Idopun mendapatkan pelacakan pada no plat mobil itu, Alpun segera bergegas mencari siapa pelaku di balik semua ini.


Waktu sudah menunjukkan jam Lima sore, Al dan Idopun sampai di rumah yang kotor bak tak berpenghuni. Iapun melihat mobil yang terparkir yang di pakai menculik Zahfa pada tempo hari.


" Do liat" ucap Al


" Iya sama" ucap Ido.


" Trik, kita bernegosiasi oke" ucap Al


" Oke" ucap Ido.


Mereka berduapun mengetuk pintu depan rumah itu.


tok tok tok


Nampaklah seorang pria keluar dari rumah itu, ia adalah bos yang menculik Zahfa.

__ADS_1


" Ada apa?" tanya orang itu.


" Kenal orang ini?" tanya Al sambil memperlihatkan Poto Zahfa dengan dirinya.


" Sa- ya ti- dak kenal Tu-an" ucap orang itu terbata.


" Saya Kesini hanya ingin bernegosiasi dengan mu, apakah kau suka uang?" tanya Al dingin padahal rahangnya sudah mengeras.


" Suka tuan" ucapnya.


" Bagus, Di keluarkan cek" ucap Al.


Idopun mengeluarkan sebuah cek, yang kosong.


" Jika kau suka uang, tuliskan yang ingin kau terima, tapi pasti ada syaratnya, dimana kamu simpan wanita itu?" ucap Al dingin.


" Saya tidak menculiknya" ucapnya gugup.


" Atau anak dan istrimu yang akan kuhabisi, atau kau akan membusuk selamanya di penjara, tinggal pilih saja" ucap Al


" Maafkan saya tuan, saya hanya menjadi suruhan wanita yang sombong" ucapnya bersimpuh lutut di hadapan Al.


" Siapa wanita itu?" tanya Ido.


" Jika kau menjawab dua pertanyaan dari ku, yang pertama kau mendapat imbalan, yang kedua kau tak akan masuk ke dalam penjara" jelas Al.


" tuan maafkan saya" ucap orang itu


"jangan meminta maaf kepadaku, saya hanya butuh jawaban anda" ucap Al dingin.


" Baik la-h, kata Adnan orang itu adalah kakak perempuan itu, dan perempuan itu di bawa bersama Adnan di panti Kartika Putri, selebihnya saya tidak tahu tuan" jelasnya.


" Dinda?" tanya Al memastikan.


" Iya tuan, namanya nona Dinda" ucapnya.


" Adnan siapa?" tanya Al


" Dia adalah anak Panti, yang mengikuti perencanaan penculikan, ia terpaksa karena tidak memiliki cukup uang" ucapnya


" Dimana panti itu?" ucap Al


" Di jalan x tuan" ucapnya.


" Bagus, terima cek ini dan berapa yang kau inginkan, nanti saya akan mengirimkannya" ucap Al


Alpun segera meninggalkan pria paruh baya itu, dan Ido hanya mengekori ia di belakangnya.


" Loh yakin mau ke panti itu sekarang?" tanya Ido memastikan.


" Yakin" jawabnya.


" Besok pagi saja, gua gak mau mati di tengah jalan" ucap Ido.


" Tapi?" ucap Al.


" Mending sekarang kita balik ke apartemen, besok kita jemput Zahfa" ucap Ido.


Alpun mengangguk pasrah, jika ia nekadpun pasti tidak akan berhasil, toh dia tidak membawa mobil.


" Btw, Dinda itu?" ucap Ido terhenti.


" Kaka kandung Zahfa" ucap Al


" Sadis bener dia" ucap Ido.


" Kita di permainkan olehnya, liat saja gua bakal mempermainkan dia balik" ucap Al dingin.


Idopun melajukan kembali Mobil, kearah jalanan kota untuk pulang ke apartemen nya.


Happy weekend :")

__ADS_1


__ADS_2