Mantu Kiyai

Mantu Kiyai
pengertian


__ADS_3

Pagi itu Al mendapat telpon dari sang kakak, bahwa ternyata benar Abi sedang sakit, Kecemasan Al pun benar, bahwa pirasat seorang anak terhadap orang tuanya sangat kuat. Al yang sudah bangun dari tidurnya, ia melirik sekilas ke arah istri tercintanya, iapun tersenyum dan menatap lekat wajah istrinya yang menampakkan kedamaian itu.


Iapun mengecup kening Istrinya, hingga sang istri menggeliatkan tubuhnya mungilnya. Ia perlahan membuka matanya dan menyesuaikan cahaya yang ada pada kamarnya.


"Selamat pagi" ucap Al tersenyum


" Selamat pagi kembali, tumben jam segini udah bangun" Ucap Zahfa iapun melirik jam yang berada di nakas, karena setelah solat subuh ia tidur kembali. untung saja, hari ini hari Sabtu, ia bisa bermalas-malasan di kasur ataupun menghabiskan waktu bersama dengan Salma.


" Hm, tadi ada telpon dari Abang, dia bilang kalo Abi lagi sakit" ucap Al duduk dengan menyenderkan kan kepalanya.


Zahfa yang mendengar itu, langsung duduk dan ikut merebahkan kepalanya dengan menyenderkan di dada Al.


" Abi sakit apa?" ucap Zahfa khawatir.


" Abang enggak bilang Abi sakit apa, tapi Abang kita sebisa mungkin harus jenguk Abi kesana" ucap Al, ia pun mengelus perut Zahfa dengan tersenyum, menyembunyikan rasa khawatir terhadap orang tuanya.


" Yaudah, kalo gitu kita siap-siap, ajak Salma sama Bu wati" ucap Zahfa.


" Kamu yakin Za, Abang khawatir sama kesehatan kamu" ucap Al, iapun tidak mau egois, jika Zahfa tidak ingin ikut pergi dengannya.


" Abang jangan khawatir, Aku sama anak kita pasti baik-baik aja ko, tenang aku kan kuat" ucap Zahfa tersenyum.


" Bukan masalah kuatnya atau engga kuatnya sayang, ini kan perjalanan jauh, butuh 3 sampe 4 jam buat nyampe ke rumah Abi" ucap Al gemas, karena istri kecilnya tidak mengerti sama sekali.


" Abang kaya yang gatau aja aku gimana" ucap Zahfa cemberut.


"Bukannya gitu sayang" ucap Al dengan memeluk tubuh Istrinya.


"Sttttt, lagian emang kita kesana bakal jalan kaki? engga kan bang, lagian cape dari mananya coba, orang Abang yang nyetir mobilnya, aku diem aja kalo pegel ya tinggal istirahat dulu" ucap Zahfa.

__ADS_1


" Beneran sayang?" ucap Al meyakinkan.


" Iya sayang, Abang cintaku" ucap Zahfa mencubit pipi suaminya.


" Makasih udah ngertiin aku, udah semangatin aku, udah ada di samping aku sayang, aku mandi dulu ya" ucap Al beranjak ke kamar mandi, tak lupa ia sedikit mengecup pipi istrinya.


Zahfa hanya dapat menggelengkan kepalanya, melihat suaminya yang sangat manja itu. iapun turun dari ranjang kamarnya dan menuju ruang makan, dan ia melihat bi wati sedang memasak sarapan paginya.


" Bi Wati" ucap Zahfa


" Eh, si neng ngagetin aja" ucap Bi Wati yang kaget melihat keberadaan Zahfa.


" Hehe, bi Wati lagi masak apa? Oiya, kita hari mau ke rumah Abi, katanya Abi sakit bibi ikut ya" ucap Zahfa


" Bibi memasak Sop neng, inalilahi iya bibi ikut neng" ucap Bi Wati tersenyum.


" Oke, oiya Salma mana bi?" tanya Zahfa.


" Yaudah aku ke Salma dulu ya Bi" ucap Zahfa tersenyum. Bi Wati pun hanya mengangguk


Zahfa berjalan menuju kamar Salma, ia pun mengetuk Kamar Salma


tok tok tok


" Ama sayang boleh masuk?" tanya Zahfa


" Boleh" teriak sang anak dari dalam


Zahfa pun membuka kamar Salma, ia melihat Salma yang sedang asyik bermain dengan mainannya.

__ADS_1


" Ama kangen mamah, mau peyuk mamah dong" ucap Salma iapun memeluk Zahfa.


" Mamah juga kangen Ama" ucap Zahfa iapun mengelus kepala anak pertamanya itu.


" Tau ga? hari ini mamah sama papah mau ke rumah nenek, Ama mau ikut ga?" tanya Zahfa lembut


" Mau dong, Ama pengen ikut, pengen ketemu om Ama" ucap Salma polos


"Emang om Ama siapa?" tanya Al yang sudah di menyenderkan di pintu, Zahfa Dan Salma pun menoleh


" Om baik" ucap Salma


" Yaudah, kalo mau ketemu om baik, sekarang mandi terus ganti baju mau sama mamah apa bibi? " tanya Zahfa


" Mau sendiri, masa mau punya Ade, masih manja" ucap Salma cengengesan.


" Nah gitu dong, baru ini anak papah" ucap Al mencium pipi Salma.


" Tapi beliin es cream ya" ucap Salma mengedipkan matanya. Iapun berlari ke kamar mandi.


" Ama awas jatuh sayang, jangan lari-lari" ucap Zahfa memperingati.


" Abang ya, yang ngajarin gitu" tuduh Zahfa.


" Ngajarin apa sayang?" tanya Al pura-pura tidak tahu.


" itu Ama ngedipin matanya, masa anak kecil gitu bisa" gerutu Zahfa.


Al pun tertawa terbahak-bahak, mendengar gerutuan istri kecilnya.

__ADS_1


" Untung aku pengertian" ucap Zahfa meninggal Al yang sedang tertawa itu.


__ADS_2