
Selama dalam ruang IGD Tak henti-hentinya Zahfa merasakan sakit, ia sudah beberapa kali menggulingkan badannya ke arah kanan dan kiri. Al hanya mampu bisa menggenggam tangan Zahfa dan menenangkan istri tercintanya. Ia khawatir melihat kondisi Zahfa yang sekarang dan harapan Al semoga Zahfa kuat sampai bayi yang ia kandung lahir.
" Sabar yah sayang, Allah bersama orang-orang yang kuat, tadi kata dokter kamu baru pembukaan 7 sedikit lagi yah sayang, " ucap Al berbisik.
Zahfa hany semakin mengeratkan genggaman nya kepada Al.
" Ini tapi sakit banget mas, gakuat, panggil dokternya" ucap Zahfa semakin merintih.
Dengan sigap Al membunyikan Bel yang berada di dekat kasur tersebut, lalu seorang dokter dan beberapa perawat masuk ke dalam kamar tersebut.
" Wah, ternyata pak, Bu Zahfa sudah memasuki pembukaan ke 10, suster tolong siapkan semuanya" ucap dokter tersebut.
Al semakin di buat panik ketika mendengar pembukaan 10, ia tak henti-hentinya berdoa dalam hati semoga semuanya di lancar kan dalam persalinan ini.
" Dok saya ga kuat " ucap Zahfa sambil mengejan
" Sabar ya Bu, di hitungan ke tiga ibu mengejan yah satu, dua, tiga tarik nafas lalu mengejan" ucap dokter itu.
Zahfa pun mengikuti instruksi yang di lakukan oleh dokter itu.
" Sedikit lagi Bu, bayinya akan keluar" ucap dokter itu.
Zahfa mengejan kembali, tak lama terdengarlah suara tangisan bayi yang begitu nyaring di dalam ruangan tersebut.
" wah pak Al dan Bu Zahfa memiliki seorang anak laki-laki" ucap dokter tersebut.
.Lalu suster mengambil alih bayi mungil tersebut, untuk di mandikan.
" Tapi dokter saya masih sakit" keluh Zahfa.
dokter pun lalu tersenyum kepada Zahfa.
" ternyata anak Bu Zahfa kembar, satu lagi masih di dalam perut, tahan yah Bu, seperti tadi tarik nafas mengejan" ucap dokter secara halus.
Al pun berbisik kepada Zahfa " semangat sayang, satu lagi ko tahan ya" ucap Al menenangkan.
lalu Zahfa tarik nafas kembali dan mengejan dengan sekuat tenaga, dengan cepat bayi tersebut keluar
" oeeeee oeeeeee oeeee" suara bayi tersebut.
__ADS_1
semua yang berada di ruangan tersebut mengucap kan syukur kepada yang maha kuasa.
" Wah selamat ya pak Bu, anak kalian kembar satu cowok dan satu lagi cewek. mereka cantik dan ganteng" ucap dokter itu.
" Oiya, pak Al jangan lupa setelah di mandikan di adzanin ya bayi kembarnya." ucapnya lagi.
" Selamat Bu Zahfa, sekarang anda akan menjadi ibu " ucap dokter lalu tersenyum.
" Oiya, setelah ini Bu Zahfa akan di pindahkan ke ruangan rawat ya pak" ucap dokter.
" Terimakasih Bu dokter, terimakasih sudah membantu persalinan istri saya " ucap Al tulus
" Sama-sama pak Al, sudah menjadi kewajiban saya membantu semua istri untuk melakukan persalinan" terkekeh dokter itu, lalu dokter itu pamit keluar.
" Terimakasih sayang, terimakasih sudah berjuang selama ini hingga bayi kembar kita lahir di dunia ini dengan selamat, kamu hebat kamu kuat aku sayang banget sama kamu" ucap Al ia peluk terus Zahfa.
" Sama-sama sayang, aku terharu, aku sekarang menjadi ibu" ucap Zahfa menangis di pelukan Al.
" Selamat menjadi mamah yah sayang" ucap Al
Tak lama dari itu datang lah kedua bayi mereka dengan menggunakan box bayi dengan dua orang suster.
Al hanya mengangguk tak lupa ia berjalan ke arah baby twins dan mengadzaninya secara lembut, pertahanan Al runtuh ia tak kuasa membendung air matanya karena terharu. ia pun menitikkan air matanya, dan meng adzani nya secara bersamaan.
Zahfa hanya tersenyum Melihat Al itu, dan ia pun ikut menangis terharu.
setelah Adzan ia melihat kedua bayinya secara seksama.
" Za ganteng banget kaya aku, yang satu lagi cantik banget mirip kamu" terkekeh Al.
" Kayanya papah mamah Abi dan umi ga bakalan rebutan deh, kalo mau Gendong mereka" ucap Zahfa tersenyum.
Setelah melakukan persalinan di ruang UGD, Zahfa di pindahkan di ruang inap rawat untuk melakukan proses penyembuhan sakitnya.
Zahfa sedang berlatih menggendong bayinya di temani oleh suster dan Al hanya duduk di sofa yang berada di rumah sakit itu.
Tak lama seorang pun mengetuk pintunya.
Al membuka pintunya dan mendapatkan kejutan. ternyata semua keluarga dari mamah papah Abi dan umi hadir disana, ikut menjenguk Zahfa dan kedua twins nya.
__ADS_1
" Assalamualaikum Zahfa Al" sapa mereka .
" Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh " ucap Al dan Zahfa bersamaan.
" Wah papah punya cucu, asyik bisa di ajak main bola nih" ucap papah Rahman mendekati bayi box tersebut.
" mamah heran deh kenapa kalian berdua ga cerita kalo Zahfa ngandung bayi kembar?" tanya mamah Zahfa
" Iya umi juga pengen denger dari kalian" ucap uminya Al ikut nimbrung.
Al dan Zahfa hanya saling pandang, kemudian tertawa bersama.
" Tadinya Al juga ga percaya kalo Zahfa mengandung bayi kembar, tapi setelah melihat persalinan tadi, Al percaya bahwa Allah ngasih ke Al dan zahfa kepercayaan, jadinya ya gitu" ucap Al tertawa.
" Gimana tadi Zahfa persalinannya?" tanya Abi Al.
" Al kasian kalo sakitnya bisa di alihkan ke Al, Al siap bi" ucap Al mengingat kejadian itu.
" Nah, salah satu istimewanya perempuan gitu Al mereka bisa melahirkan walaupun mereka kesakitan, makanya setelah kamu tau proses persalinan kaya tadi, Abi harap kamu lebih sayang lagi sama Zahfa sama kedua anaknya" ucap Abi.
" harus lah orang dia yang bikin Zahfa hamil, langsung dua lagi anaknya" ucap umi tertawa. semua yang berada di sana ikut tertawa.
" Wah, cucu papah ganteng sama cantik yaa" ucap papah Rahman.
" Iya nih kita ga bakalan rebutan nih Bu besan" ucap Bu Lia tertawa.
" oiya, kalian udah punya nama buat Dede bayinya?" tanya umi
"belom umi" ucap Zahfa.
" Iya dari kemaren Al juga nyari yang bagus tapi belum ketemu" ucap Al.
" Bagaimana kalo cewe namanya Alisya Qotrunnada El fath Sanusi" ucap Abi.
" Kalo cowok namanya Arsya Deindra El fath Sanusi" ucap papah Rahman.
" Panggilan nya cewe harus Alisya lembut nih jangan bar-bar anaknya" ucap mamah.
" kalo cowok panggilan nya bisa arsya bisa Deindra" ucap umi secara jelas.
__ADS_1
Zahfa dan Al mengangguk tanda setuju kepada pemikiran kedua orang tuanya itu.