
Hari ini Dinda di bolehkan pulang oleh dokter dari rumah sakit, karena keadaan Dinda yang sudah mulai stabil itu, hingga dokter memutuskan Dinda bisa pulang. Dinda tentu saja ia sangat senang, karena ia tak mau lagi merepotkan kedua orangtuanya. Mela? setelah beberapa hari yang lalu, Mela sering menjenguknya, Dindapun menceritakan kejadian demi kejadian yang ia lakukan, tanpa sepengetahuan Sabahat nya itu. Mela kecewa? tentu saja, tapi ia mau bagaimana lagi meski ia kecewa kepada Dinda, tapi ia lebih memilih untuk menjadi sahabat dalam keadaan apapun.
" Mah, hari ini ko gak ada Zahfa ya kesini?" tanya Dinda, sedang beres-beres pakaiannya di rumah sakit.
" Mungkin dia cape kali ka" ucap Pak Rachman.
" Tapi, aku kangen dia" keluh Dinda.
" Awas aja kalo" ucap mamah Lia terhenti.
" Mah, Dinda udah nyesel ngelakuin itu, Dinda janji bakalan Sayang sama Zahfa mah" lirih Dinda.
" Udah udah yang lalu biarlah berlalu tapi inget ka, jangan sampai ngulangin perbuatan itu lagi, " ucap Pak Rachman memperingati anak sulungnya.
" Oke yah mah, terimakasih" ucap Dinda.
" Oke, ayok kita pulang" ucap Mamah Lia.
Namun, kepulangan mereka terhenti karena seseorang mengetuk pintu kamar rumah sakit tempat Dinda di rawat itu.
Tok tok tok.
" Siapakah itu yah?" tanya mamah Lia kepada pak Rachman.
" Entahlah" ucap pak Rachman dan membukakan pintunya.
" permisi,selamat siang" ucap salah seorang itu yang diduga anggota kepolisian yang tak lain bapak Haryono.
" selamat siang juga pak" ucap pak Rachman dengan menjabat tangan pak polisi.
" Pasien bernama Dinda sudah pulih?" tanyanya pak polisi.
" Sudah pak" ucap pak Rachman.
" Siapa yah?" tanya mamah Lia.
" Permisi Bu, sesuai janji saya Minggu lalu saya akan kesini lagi setelah pasien pulih, maka dari itu saya akan membawa dia ke kantor, untuk menjalani pemeriksaan" ucap pak Haryono jelas.
" Tapi pak pasien masih dalam tahap pemulihan" ucap mamah Lia.
" Mungkin lebih jelasnya ibu bapak bisa ikut kita ke kantor saja" ucapnya.
__ADS_1
" Ada apa mah ayah?" tanya Dinda menghampiri mereka.
" Kamu yang bernama Dinda kan?" tanya bapak Haryono.
" Iya saya" ucap nya .
" Kalo gitu ikut saya ke kantor, ada yang harus kita tanyakan" ucapnya.
" Hah? saya?" tanya Dinda.
" Iya, silahkan" ucap Pak Haryono. Mempersilahkan Dinda untuk jalan terlebih dahulu.
" Sayang?" tanya mamah Lia kepada Dinda khawatir.
" Tidak apa-apa mah, mamah tenang saja, Dinda akan baik-baik saja" ucap Dinda menenangkan Mamahnya, pak Rachman hanya bisa menghela nafas, ia tak bisa melakukan apapun untuk putrinya, semoga ada kesempatan untuk putrinya itu.
Dindapun berjalan dengan di iringi pak Haryono dan dua polisi lainnya, semua orang yang berada di rumah sakit memperhatikan Dinda yang sedang di giring itu, Dinda hanya menunduk pasrah. Tak sedikit pula yang mulai membicarakan Dinda dengan sebutan buronan Polisi itu.
" Masih muda udah jadi buronan polisi ya" ucap salah satu suster.
" Iya, kasian Jaman sekarang beda sama jaman dulu ya beb" ucapnya yang lain.
Ia hanya mendengar perkataan para suster itu dan para pengunjung lainnya, ia tersenyum menguatkan dirinya untuk tidak lemah di hadapan orang lain.
" Ko malah senyum sih" ucap pengunjung rumah sakit.
Ah, hidup memang sulit pikirnya.
------
" Ayah bagaimana nih, Dinda di bawa sama pak polisi" keluh mamah Lia.
" Iya kita ikutin dari belakang saja" ucapnya.
" tapi kan?" ucap mamah Lia.
" Mamah dengerin papah, dia akan baik-baik saja okey?" ucap pak Rachman yang seakan mengerti kekhwatiran istirnya itu.
" Yaudah, mamah telepon dulu Zahfa ya, mamah kangen dia" ucapnya. Iapun mengambil handphonenya untuk menelpon Zahfa.
" Assalamualaikum nak" ucap mamah Lia. Yang sudah terhubung dengan Zahfa.
__ADS_1
" Waaalaikumsalam mah, mamah Zahfa kangen" lirih Zahfa dalam telepon.
" Kenapa nak? bukannya kemaren kita baru ketemu?" tanya mamah Lia yang heran.
" Zahfa pengen peluk mamah" ucapnya lagi.
" Yaudah, mamah sekarang lagi mau kantor polisi, Kakak kamu di bawa kesana sayang" ucapnya mamah Lia.
" Masalah?" ucapnya terhenti.
" Iya sayang" ucap mamah Lia.
" Kalo gitu aku sama bang Al kesana ya" ucap Zahfa.
" Emang kamu tidak lelah nak?" tanya mamah Lia
" Tidak mah" ucapnya bohong.
" Kalo begitu mamah akan share lokasinya ya" ucap mamah Lia
Zahfa dan mamah Liapun memutuskan sambungan teleponnya. Zahfa yang sedang sedang males kemana-manapun, ia segera memakai bajunya dan jaketnya. Al yang dari dapurpun menghampiri Zahfa, ketika ia sudah rapih.
" Mau kemana?" tanya Al heran.
" Mau ke kantor polisi" ucapnya tergesa-gesa.
" Abang ikut" ucap Al yang sudah meraih kunci mobil dan jaketnya.
" bibi nitip Salma ya" ucap Zahfa.
" Iya ni, pak jangan lupa" ucap Bibi pelan.
" Oke" ucap Al mengangkatkan jempolnya.
Dan merekapun pergi untuk ke kantor Polisi untuk menemui Dinda dan orang tua Zahfa.
Happy weekend papay semuanya ❤️
jangan lupa untuk Vote rating fav likenya ya 🌼👉👈 gak kerasa aku kebut udah 50 episode lagi ya?, aku mau fokus dulu sama novel ini ya, novel yang lainnya aku lanjutin nanti hehe
tetep jaga kesehatan semuanya, jaga jarak pake masker, stay safe ❤️❤️❤️
__ADS_1