
"Menjadi orang yang sukses dan membanggakan untuk semua orang, merupakan cita-citanya semua orang, tapi apakah kau tau? hal yang paling penting ialah restu dari orang tua"
Pagi yang mendung membuat keluarga Rachman akan bersiap-siap mengantarkan sang anak sulung untuk pergi menimba ilmu di negeri kanguru, sebenernya orang tua Dinda enggan menyetujui perihal tersebut, namun apa boleh buat, Dinda pasti mempunyai alasan tersendiri, untuk pergi ke luar negeri itu. Zahfa ketika di beri tahu lewat sambungan telepon, sempat kaget dan panik. Bagiamana tidak, kakaknya tidak pernah bercerita tentang kepergian yang begitu mendesaknya. Dan, Zahfa dan Al akan berniat menyusul ke bandara, aktivitas yang padat di sekolahnya membuat Zahfa sibuk untuk segera menyelesaikan nya. Apalagi sebentar lagi akan memasuki Ujian Nasional. Lalu bagaimana dengan Mela, sahabat yang paling dekat dengan Dinda, beberapa hari ke belakang Dinda dan Mela sempat bertemu, Dan Dinda menyampaikan kepadanya bahwa ia akan pergi ke luar negeri, Mela yang mendengar itu tak kuasa menahan tangis air matanya, ia sangat sedih. Sahabat satu-satunya yang ia selalu menemaninya, akan pergi untuk menimba ilmu di luar negeri.
" Sudah siap nak?" tanya mamah Lia masuk ke dalam kamar Dinda.
Dinda yang sedang berbenah menengok ke arah wanita paruh baya yang ia sayangi itu, dan ia pun tersenyum.
" Sudah mah" ucap Dinda.
Mamah Lia pun menghampiri Dinda dan duduk di atas ranjang Dinda.
" Disana jangan coba nakal ya, harus bisa mandiri apapun yang kamu lakukan , belajar tanggung jawab" ucap mamah Lia menasihati.
" Baik mah" ucap Dinda, ia pun memeluk mamah Lia dan meneteskan air matanya.
" Sudah, jangan sedih mamah yakin kamu di sana akan baik-baik saja begitu pun ayah dan mamah di sini" ucap mamah Lia mengelus punggung anaknya.
" Dinda janji tidak akan mengecewakan mamah dan ayah lagi" ucapnya terisak.
" Udah ah jangan melow kaya gini, anak mamah jadi gak cantik lagi dong" ucap mamah Lia.
Tak lama datanglah pak Rachman ke dalam kamar Dinda.
" Ayok, pesawat Dinda dua jam lagi akan terbang" ucap pa Rachman.
" Ayok" ucap mamah Lia
Dinda pun membawa beberapa koper.
__ADS_1
Setelah menempuh waktu beberapa jam, akhirnya mereka sampai di bandara internasional Soekarno Hatta, tanpa menunggu lama Zahfa, Salma dan Alpun datang, mereka menghampiri keluarga pak Rachman yang sedang menunggu Dinda, hanya tinggal beberapa jam lagi.
"Kaka" ucap Zahfa, iapun memeluka Dinda dengan erat.
Dinda mengelus kepala Zahfa yang di hijab, menenangkan Zahfa agar tidak menangis.
Al bersalaman kepada ayah dan ibu mertuanya dengan menggendong Salma yang imut dan menggemaskan itu.
" Sini nak, biar ayah yang gendong Salma" ucap ayah Rachman, mengalihkan gendongan Salma.
" Kakek Ama kangen" ucap Salma memeluk leher Sang kakek.
" Jadi sama nenek gak kangen nih" goda Mamah Lia.
" Kangen jugaaa" ucap Salma tertawa.
" Kemana Bi Wati?" tanya mamah Lia, yang memerhatikan mereka berdua.
" Kaka, kenapa mau pergi?" tanya Zahfa yang masih dalam pelukannya.
" Kaka tidak pergi Za, udah ya jangan cengeng kasian bayi kamu nanti" ucap Dinda.
" Kaka nanti Zahfa bakal kangen sama Kaka" ucap Zahfa cemberut.
" Kan masih bisa chattingan, video call" ucap Dinda.
" Kaka di sana jaga diri baik-baik ya" ucap Zahfa melepaskan pelukannya.
" Kamu tuh yang harus jaga kesehatan, jaga diri baik-baik, kasian keponakan kaka hehe" ucap Dinda tertawa.
announcement!!
__ADS_1
the plane to Australia will soon fly, it is hoped that the passengers will get ready
Suara dari pramugari yang memberitahukan kepada penumpang kapalnya.
" Ka, bukannya itu kapal kamu akan terbang?" tanya mamah Lia.
" Iya mah" ucap Dinda dengan tersenyum.
" Yaudah sekarang kamu bersiap-siap untuk pengecekan" ucap pak Rachman.
" Yaudah, mamah, ayah, Zahfa, bang, Dinda pamit, doakan Dinda disana agar bisa jaga diri" ucap Dinda.
Mamah Lia yang tak kuasa menahan air matanya pun tumpah, ia segera memeluk anak sulungnya itu.
" Mamah yakin nak, kamu bisa jaga diri disana, mamah yakin kamu jadi anak kuat, mamah akan selalu doakan yang terbaik untuk kamu, kamu di sana jangan nakal" ucap mamah Lia di dalam pelukannya.
" Iya mah maafin Dinda untuk segala kesalahan yang pernah Dinda lakuin" ucap Dinda, ia pun hatinya sangat hancur, ia pasti akan merindukan sosok ibu dan ayah yang selalu memperhatikannya setiap waktu itu.
" Za Kaka pamit, jaga diri baik-baik" ucap Dinda melihat Zahfa, dan Al hanya memperhatikan kesedihan keluarga mertuanya itu dengan menggendong Salma.
" Fighting for you my sister" ucap Zahfa mengusap air matanya yang turun.
" thanks you so much" ucap Dinda terkekeh.
" Ayah, maafin Dinda ya, jaga kesehatan ayah" ucap Dinda. Iapun memeluk ayah yang selalu tegar menghadapi sifatnya.
" Ayah sayang kamu nak" ucap Ayah Rachman.
Dindapun mengambil kopernya dan berjalan ke arah pintu masuk untuk melakukan pengecekan barang, ia berjalan semakin jauh dan melambaikan tangan ke arah mereka, ia berusaha kuat di depan keluarganya, karena ia tak mau di khawatirkan satu keluarga. terlebih mamah dan ayahnya.
Hallo, bagaimana para leadersku sehat? semoga dalam keadaan yang baik-baik saja ya, aku udah lama gak up ya, aku sibuk di dunia RL, maafin aku, semangat untuk kalian yang masih setia membaca ceritaku, kalo mau cepet2 update lagi, jangan lupa vote rating dan likenya ya tambahin ke favorit, oiya jangan lupa follow akun Instagram aku @istiaaaaltfh, ingetin aku terus ya buat cepet2 up nya ❤️❤️❤️🙏🏽
__ADS_1