
Ya Allah, aku harus mencarinya kemana lagi, aku tak kuat jika harus terjadi sesuatu kepadanya,Kau tau? semenjak kehadiranmu mulai ada pada kehidupanku, semuanya berubah menjadi berwarna, aku mulai merasakan kenyamanan, kehangatan dan kasih sayang dari seseorang yang membuatku mulai menaruh rasa, ya Allah, lindungilah dia.
Siangpun berganti malam,hingga kini Al belum menemukan Zahfa, Al yang sudah letih dengan baju yang sudah kusut dan rambut berantakan sudah tak menentu arah, ia kehilangan penerangan untuk mencari Zahfa, Alpun sudah menghubungi Teman-teman Zahfa, namun mereka mengatakan kalo Zahfa masih berada di sekolah, menunggu ia menjemputnya. Iapun menyalahkan dirinya, kenapa dirinya tidak cepat-cepat menjemput Zahfa waktu itu, tapi apalah daya Nasi sudah menjadi bubur, Alpun kehilangan Zahfa.
Alpun berada di pinggir jalan, iapun terduduk lesu, pikirannya sangat kacau. Apakah ia harus menghubungi orang tua Zahfa, dan mengatakan bahwa Zahfa tidak ada, ah sungguh aku menjadi lelaki yang tidak bertanggung jawab pikirnya.
Alpun mengutak ngatik Handphonenya, lalu ia menelpon seseorang yang berada di seberang sana.
" Bagaimana?" tanya Al prustasi.
" jemput gue sekarang" ucapnya lagi.
Alpun mematikan Teleponnya sepihak, lalu ia menyender pada pintu mobil, orang-orang yang berlalu lalang memperhatikan Al, dan Alpun merasa bodo denga penampilannya seperti ini.
Tak lama mobil sport berhenti di depan mobil Al, dan keluar seseorang dengan memakai hodie dan membawa beberapa kantong kresek.
" Gue sebisa mungkin bantu loh, jangan gini, nanti kalo tau Zahfa liat keadaan loh, dia bakal sedih" ucap orang itu yang tak lain adalah Ridho sang asisten sekaligus sahabatnya.
" Ido gua gak mau kehilangan dia " lirihnya.
" Tenang dia bakalan aman okey?, ayok masuk kedalam mobil gue, biar mobil lu di pake sama orang suruhan gua" jelasnya.
Alpun berdiri dengan di giring oleh Ido, idopun sangat khawatir kepada temannya itu, karena selama ini ia tak pernah melihat temannya yang begitu prustasi.
" Ido gua harus nyari kemana lagi, temen-temennya pada gak tahu juga" keluh Al di dalam mobil.
" sekarang kita ke apartemen gua ya, lu tenangin dulu nanti kita cari bareng-bareng" jelasnya
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih setengah jam, akhirnya Ridho dan Alpun sampai di apartemennya. Ridho langsung menggiring Al, karena takut terjadi hal yang tidak di inginkan, sesampainya di depan apartemen, Ido langsung membuka password pintu apartemennya.
klik
Ridho membopong tubuh Al, dan langsung mendudukannya pada sofa yang berada tak jauh dari ruang tv itu. Ridhopun membukakan sepatu dan kaos kaki yang masih di pakai Al. Satu persatu ia lepaskan, iapun mengambil air untuk minum Al.
" Minum dulu Al" ucap Ridho.
__ADS_1
Alpun tanpa memberikan kata, langsung meminumnya hingga kandas. Ia hanya melamun dengan pikirannya tak menentu arah.
" Ido, apa gua lapor polisi aja ya" ucap Al memecahkan keheningan.
" Kalo Lo lapor polisi, orang tua Zahfa dan orang tua loh pasti bakal tau, lambat lain" ucapnya.
" Terus gua harus kemana lagi?" tanya prustasi.
"Gue jadi laki enggak bertanggung jawab do, gua lalaki gak guna" ucapnya
" Jangan birbicara seperti itu, semuanya sudah terjadi, gua juga lagi nyuruh suruhan gue, buat nyari keberadaan bini Lo" ucapnya.
" gua prustasi do, setiap hari Zahfa selalu menjadi alasan buat gue pulang cepet dari kantor," ucapnya lesu..
" Iya gua ngerti, maksud loh, yang pasti kasus ini udah jadi penculikan berencana" ucap Ido.
" Siapapun yang nyulik Zahfa gua gak segan-segan untuk menghancurkan dia" ucapnya dingin.
" Ayolah, sekarang kau butuh tenaga makan sedikit" ucapnya
" Jika kau sakit kau akan menanggung sendirinya" peringatan Ido
" Baiklah" ucap Al pasrah.
-------------
Langit menampakkan cahaya bintang di setiap sudutnya, Al kini sedang berada di balkon apartemen milik Ido, ia terus memikirkan Zahfa, sedang berada di mana, ia tak sanggup jika Zahfa meninggalkannya. hingga tak kerasa ia menitikkan air matanya, ini untuk pertama kalinya ia kehilangan seseorang yang berharga untuknya. Lambat launpun kedua orangtuanya ataupun kedua orang tua Zahfa akan mengetahui jika sekarang Zahfa sedang di culik. Iapun memikirkan siapa dalang di balik penculikan berencana ini, karena ia rasa tak memiliki musuh di dalam bisnisnya, apakah ada seseorang yang membencinya? pikirannya pun kacau, hingga ia tak sadar sedang di tepuk oleh Ido.
" Al, ayok tidur ini sudah malam" ucap Ido
" Angin di luar enggak baik buat kesehatan" ucapnya lagi.
" Gua gimana bisa tidur, kalo istri gua kaga ada di samping gua" lirih Al.
" makanya kita besok mencari dia, dan sekarang loh harus istirahat ya" ucap Ido.
__ADS_1
" Gue gini karena gua udah nganggep Lo sebagai sodara gua sendiri" ucapnya.
" Makasih" ucap Al langsung memeluk Ido.
Alpun menangis di pelukan Ido, Idopun merasakan isakan tangis Al, yang mungkin tidak kencang, tapi masih di dengar olehnya. Idopun tidak tahan melihat sahabat yang sudah di anggap temannya itu, iapun menitiskan air matanya, namun di tutupi rasa malu jika Al tahu bahwa iapun menagis sepertinya.
" Jangan lemah Lo kuat" ucap Ido.
"Hmm" ucap Al melepaskan pelukannya.
" Jangan cengeng Lo itu laki " ejek Ido mencair kan keheningan diantara mereka berdua itu.
" Kualat loh" ucap Al dengan tertawa-tawa.
" Yok masuk " ucap Ido.
Idopun menutupi pintunya teras balkonnya.
------------
"Za, jangan tinggalin Abang tidak jangan tidakk" teriak Al yang sedang mengigau itu.
Ido yang sempat tertidur pulas pun, bangun kembali dan melihat Al yang sedang mengigau menyebutkan nama Zahfa.
" Al Al Al bangun bangun " ucap Ido khawatir.
Alpun segera membuka matanya, keringat dingin membasahi wajahnya, ia syok memimpikan Zahfa yang meninggalkan dirinya.
"Gue takut Do," lirih Al
" Mimpi hanya bunga tidur okey? tidur kembali ini masih dini hari" ucap Ido yang melihat jam di arah nakas, menunjukkan pukul setengah dua dini hari.
Alpun merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya ia mencoba segera melupakan bunga tidurnya itu.
Hallo, happy weekend :")
__ADS_1
terimakasih yang sudah mensport aku hingga titik ini, jangan lupa untuk Vote rating fav likenya ya, di tunggu ya :") insyaallah jika tidak ada halangan nanti malem aku up lagi