
Setelah menempuh waktu beberapa menit akhirnya mereka sampai di apartemennya. Alpun menggandeng tangan Zahfa, ia sangat romantis, walaupun Al cuek dan dingin, tapi setelah menikah dengan Zahfa, iapun sedikit demi sedikit menjadi sangat perhatian.
Pintu apartemenpun di buka, mereka berdua masuk ke dalam apartemen, ia mengedarkan pandangannya nampaknya sepi.
" Bang ,Bu Wati sama Ama kemana?" tanya Zahfa , ia dengan berjalan ke arah dapur.
" Mungkin di dalam kamar Bi Wati" ucap Al mengikuti Zahfa.
" Kamu ngapain ngikuti aku kesini?" tanya Zahfa heran.
" Mau nunggu kamu disini" ucap Al dengan duduk di meja makan.
Zahfa hanya memutar bolanya jengah, iapun meminum satu gelas hingga tandas. Iapun berjalan ke arah kamar Bi Wati dan membukakan pintu kamar Bi Wati, Ternyata Ni Wati dan Salma sedang tertidur pulas. Iapun menutupi kembali pintu kamar Bi Wati, dan membalikkan badannya, Al yang sudah berada di belakang Zahfapun bertanya.
" Kenapa?" tanya Al.
" Janga di ganggu mereka tidur" ucap Zahfa, iapun berjalan menuju arah kamarnya.
Alpun mengekori Zahfa, Zahfa duduk di sofa iapun duduk di sofa.
" Kamu tuh kenapa ya bang" ucap Zahfa sedikit kesal karena tingkah laku Al yang selalu mengekorinya.
" Za" ucap Al yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Apa?" tanyanya sedikit kesal.
" Ayok, kita cek" ucap Al antusias.
Zahfapun hanya berkerut kening, dan tak lama kemudian ia mengangguk.
" Mana test pack nya?" tanya Zahfa kepada Al.
" Bukannya sama kamu?" tanya Al kembali.
" Bukannya aku di gandeng terus sama Abang?" tanya Zahfa kembali.
Alpun langsung berdiri mencari alat tes kehamilan itu,
" Dimana ya?" ucap Al bingung.
" Dapur bang" ucap Zahfa asal.
Iapun langsung berlari menuju dapur, mencari bungkusan plastik yang berwarna putih itu.
"Nah ini ketemu" ucap Al.
__ADS_1
Alpun berjalan kembali menuju kamarnya, iapun memberikan kantong plastik itu kepada Zahfa.
" Coba pake" ucap Al.
" Pake yang mana?" tanya Zahfa saat membuka kantong plastiknya.
" Yang bagus" ucap Al kepada Zahfa.
Zahfa hanya tepuk jidat, dan iapun langsung berbicara Kembali.
" Maksudnya ini banyak merek abang" ucap Zahfa.
" Mana yang bagus aku tanya?" ucap Zahfa lagi.
" Hehe, Abang baru pertama kali beli itu" ucapnya Al malu.
" Jadi gak tau yang bagus yang mana?" ucapnya kembali.
" Yaudah cobain satu persatu aja Za" timpalnya lagi
Zahfapun mengambil satu alat tes kehamilan itu
" Gimana cara pemakaiannya?" tanya Zahfa Kembali sambil mendongak kepada Al. Alpun mendekati Zahfa untuk duduk di sebelahnya.
" Kamu baca di situ ada enggak?" tanya Al.
Alpun menghela napasnya, mencoba untuk bersabar iapun mengambil alih alat tes kehamilan itu, dan iapun membaca dengan seksama, sementara Zahfa ia hanya diam dengan menatap suaminya.
" Jadi, kamu tesnya pake air pipis Za" ucap Al yang sedang membaca dengan seksama.
" Terus?" ucap Zahfa penasaran.
" Iya, nanti air pipis kamu di simpan di tempat yang berwadah, terus test packnya masukin kesana, tunggu beberapa menit" ucap Al.
" Langsung jadi?" tanya Zahfa polos.
" Yah, kita tunggu hasilnya aja" ucap Al, padahal iapun tak mengerti sama sekali.
" Yaudah aku ke kamar mandi dulu" ucap Zahfa, iapun berjalan menuju kamar mandi.
Al yang penasaran langsung mengikutinya.
" Abang kenapa ngikutin aku?" tanya Zahfa ketika akan menutupi pintu kamar mandi.
" Abang pengen liat" ucap Al antusias.
__ADS_1
" Liat aku pipis?" tanya Zahfa kesal.
" Eh" ucap Al, ia bingung akan menjawab apa kepada Zahfa.
" tunggu di luar" ucap Zahfa seraya menutupi pintunya dengan sedikit keras.
Tak beberapa lama keluarlah Zahfa, Alpun langsung mendekati Istrinya.
" Hasilnya?" tanya Al antusias.
Zahfapun menyodorkan hasil test pack itu, disana hanya ada satu garis yang keliatan, dan satu garis lainnya hanya samar-samar yang terlihat.
" ini?" ucap Zahfa.
" Kamu tau?" tanya Al.
Zahfa menggelengkan kepalanya.
" Yaudah kita search di google dulu ajaa" ucap Al.
" Satu garis berarti negatif kalo dua garis berarti positif, kalo samar-samar apa ya?" ucap Al yang sedang membaca artikel di google yang di search nya.
" kamu coba cari Za" ucap Al kembali.
" Sabar bang" ucap Zahfa, iapun kemudian mencari di google untuk memastikan apakah ia hamil atau tidak.
" Sama jawabannya kaya Abang" ucap Zahfa menghela nafasnya, iapun melemparkan ponselnya ke sofa.
" Abang juga gak terlalu faham, kalo gitu kita tanya ke Bi Wati aja ya" ucapnya Al.
"Ish, aku malu bang, jangan ke Bi Wati" ucap Zahfa.
" Terus ke siapa?" tanya Al.
" Besok aja kita ke dokter" ucap Zahfa.
" Lagian aku ngantuk Sekarang" ucapnya, iapun membaringkan tubuhnya di atas kasur, dengan pikirannya kemana-mana.
"Masa gue hamil sih" gumamnya sambil mengelus perutnya.
"gimana sekolah gue ya" ucapnya dalam hati, iapun terlelap tertidur.
Alpun memperhatikan Zahfa, dan ia hanya menghela nafasnya, kemudian ia membaringkan tubuhnya di sisi Zahfa dengan memeluk Zahfa.
Hallo guys para warga Indonesia, maafin aku baru up lagi, aku bingung gimana cara pemakaian tespek nya wkwk, maafin ya kalo kurang greget untuk ini soalnya seriusan kaga tau pemakainya wkwk.
__ADS_1
jangan lupa untuk Vote rating fav likenya ❤️