Mantu Kiyai

Mantu Kiyai
Nasihat


__ADS_3

Setelah melakukan pergaulatan yang panas, hingga mereka terlelap tertidur, hingga waktupun begitu cepat. Subuh pukul setengah lima, suara ketuka pintu membuat Zahfa membuka matanya, ia memandang Wajah Al yang masih terlelap dengan memeluknya, Zahfa kemudia mengambil ponselnya yang berada di dalam nakas lalu ia melihat jam, ia menggoyangkan lengan Al agar bangun.


"Hubby bangun" Ucap Zahfa membuat Al membuka matanya dan tersenyum kearah Zahfa


" Jam berapa ?" Tanya Al dengan suara serak yang seksinya.


"Sebentar lagi akan subuh" Ucap Zahfa


"Tadi ada yang mengetok pintu kamar kita, periksa bang" Ucap Zahfa lagi


Alpun berdiri tanpa memakai pakaian sedikitpun,lalu ia mengambil pakaian yang berada di dalam lemari dan memakai nya di depan Zahfa.


"Dasar si mesum" gerutu Zahfa dalam hati


Al membuka pintunya, dan seseorang telah berdiri disana.


"Kata Abi ayok solat berjamaah" Ucap ka Ula anak kedua kiyai Husain


"Hmm"Ucap Al


"Kayanya maennya sampe subuh ya" Goda Ka Ula


"Kamu juga akan seperti itu, ka" Ucap Al sinis


"Hahaha, inget kita tunggu di mesjid" Ucap ka Ula


"Baiklah" ucap Al dengan menutupkan pintu kamarnya.


"Saya mau solat berjamaah dulu ya, kamu jangan tidur kembali Zahfa" Ucap Al


"Baiklah" Ucap Zahfa ia lebih memilih memainkan ponselnya.


Al pun segera berisiap untuk melakukan solat berjamaah ia tak lupa memakai samping sarung dan kopeahnya dan membawa sejadahnya. Zahfa pun melirik Al, betapa terpesona nya ia ketika melihat Al dengan memakai busana seperti itu, cocok sekali menjadi imam mesjid hihi


" Jangan tidur kembali, saya akan kembali kesini setelah solat berjamaah" Ucap Al


Namun setelah Al pergi, Zahfapun ingin rasanya tidur kembali, dan benar saja Zahfa tertidur kembali dengan keadaan ponsel yang berada di atas dadanya.


Setelah solat berjamaah Alpun kembali ke kamar, ia membuka kamarnya lalu melihat Zahfa yang tidur kembali dengan pulas.


Ia mendekatkan diri kepada Zahfa lalu mengecup bibirnya sekilas agar Zahfa terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Hmmm" ucap Zahfa menggeliat


"Bangun solat subuh Zahfa" Ucap Al membisikkannya ke telinga Zahfa.


Zahfa membuka matanya dan terkejut melihat wajah Al yang dekat dengannya, hanya beberapa senti. Zahfa memalingkan wajahnya lalu ia akan berdiri, untuk ke kamar mandi.


"Awwww" ringisan Zahfa dia menahan sakit dia area sensitifnya.


"Mana yang sakit?" Tanya Al Khawatir.


Zahfa menggeleng kepalanya, ia pasti akan malu jika Al tau di bagian mana yang sakitnya.


"Mau ke kamar mandi?" tanya Al


" Iya" Ucap Zahfa singkat.


" Sebentar dulu saya siapkan air hangat nya" Ucap Al, lalu dia menyiapkan air hangatnya di dalam kamar mandi.


Alpun Kembali dan menghampiri Zahfa, tanpa aba-aba Al lalu menggendong Zahfa ala bridal style, Zahfa kaget namun ia memilih diam


"Mau mandi sendiri atau di mandiin?" Goda Al, lalu ia meninggalkan Zahfa karena takut di amuk oleh istri kecilnya itu.


"Dasar mesum" Teriak Zahfa.


Pagi yang cerah membuat Zahfa ingin berjalan-jalan di sekitar area pondok pesantren, dan lebih mengetahui tentang area pondok yang luas itu.


"Mah Zahfa ingin berjalan-jalan sekeliling pondok ini ya" Ucap Zahfa kepada mamah laila.


" Boleh sayang, mau di temenin sama siapa?" Tanya Mamah Laila


"Zahfa sendiri aja" Ucap Zahfa


"Hati-hati sayang"Ucap mamah Laila.


Zahfa berjalan berkeliling area pesantren, banyak sekali santri yang akan membereskan area itu, dari mulai menyapu halaman, menyiram bunga dan ada juga yang mengepel di lantai pesantren itu.


Zahfa berjalan lagi hingga akhirnya menuju di depan mesjid, disana ada beberapa santri yang sedang belajar kitab, lalu ia melihat siapa yang mengajar itu ialah pak kiyai Husain pemimpin pondok pesantren itu, lalu ia tersenyum, ia pun mendengar sedikit ceramahnya.


"Dunia itu perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita sholihah" Ucap Pak kiyai Husain.


deg

__ADS_1


Zahfa mendengar ucapan ceramah pak kiyai Husain sekaligus ayah mertuanya itu, hati Zahfa menghangat, ia seharusnya menjadi istri yang lebih baik untuk suaminya, bahkan ia untuk melayaninya pun baru ia lakukan, iapun bertekad untuk bisa memantaskan diri untuk kedepannya.


Zahfa pun sepanjang perjalanan merenungkan kembali apa yang ia pikirkan, hingga tak kerasa ia berjalan sampai di depan rumah sang mertua


"Sayang, kau dari mana saja?" Tanya Al


"Sttt, malu di liatin banyak santri" ucap Zahfa kepada Al


Mereka berduapun lalu masuk untuk mengemas barang mereka, karena menjelang sore mereka akan pulang ke apartemen Al.


------


"Mah, Zahfa pamit ya" Ucap Zahfa


"Mbak-mbak Zahfa pamit" Ucapnya kembali.


" Hati-hati sayang"Ucap Mamah Laila..


"Al jagain istri kamu" ucapnya memperingatkan Al


" Siap Bu negaraa hehe" ceplos Al


"Abi, ka Khusain ka Ula, Zahfa pamit ya" Ucap Zahfa


"Jangan lupa Al tanam bibitnya?" Goda Ula


"Bibit ? bibit apaan nih?" Tanya Zahfa polos


Alpun mengisyaratkan dengan telunjuknya kepada Ka Ula untuk diam, dan terjadilah semua yang berada disana tertawa tak kecuali Zahfa yang masih bingung.


"Hati-hati nak" ucap Abi Khusain


"Ateu nanti maen Agi yah Ama tiala" Ucap Tiara cadel


" Iya tiara sayang" Ucap Zahfa


"Udah siap?" Tanya Al


Zahfa Hanya mengangguk kepalanya saja.


"Kao begitu kita pulang dulu ya Assalamualaikum" Ucap Al

__ADS_1


"Waaalaikumsalam " Jawab mereka kompak


Akhirnya Zahfa dan Al pun pulang dengan keadaan lelah.


__ADS_2