Mantu Kiyai

Mantu Kiyai
Kontraksi


__ADS_3

Bulan demi bulan di lewati oleh Zahfa dengan mengandung si buah hati kembarnya tak lupa dengan suami siaga Al, Al rela bergadang demi Zahfa, Zahfa setiap malamnya selalu mengeluh karena sakit perut semenjak kandungannya menginjak Sembilan bulan. Al dengan sigap selalu mengelus perut Zahfa dengan lembut agar sakit yang di rasakan Zahfa mereda. Kadang tak jarang Al mengajak mengobrol kedua buah hatinya di dalam perut, agar tak merepotkan Zahfa.


Hari ini Zahfa memakai daster motif coklat, ia sedang bercermin, ia tersenyum melihat diri sendiri yang sudah mau menjadi ibu, Zahfa pun mengelus perutnya dengan lembut.


" Allahuma sholi ala Sayidina, cepet keluar ya sayang mamah sama papah ingin cepat-cepat melihat kalian berdua, nanti ada ka Ama yang jagain kalian" ucap Zahfa tersenyum.


Tak lama iapun meringis merasakan sakit di bagian perutnya, ia pun lalu duduk di pinggir kasur mencoba menenangkan diri, tak kuat menahan rasa sakitnya, Zahfa pun berteriak meminta tolong kepada BI Wati.


" BI Wati sakit huhu " teriak Zahfa di dalam kamar.


BI Wati yang sedang berada di ruang tamu pun bersama Salma kaget, mereka langsung berlari ke arah Kamar Zahfa.


" BI Wati sakit, sakit, sakit" lirih Zahfa.


BI Wati pun mengelus perut Zahfa dan meminta Salma untuk menelpon Al yang sedang berada di kantornya.


" Kita ke rumah sakit aja ya, kayanya ini mau pembukaan deh" ucap Bi Wati.

__ADS_1


BI Wati pun menggandeng tangan Zahfa dan mereka pun berjalan keluar untuk mencari taksi. Diperjalanan Zahfa tak henti-hentinya menangis dan mengucapkan kalimat-kalimat Allah, dan Bi Wati pun mengelus perut Zahfa supaya sakitnya mereda.


" BIbi sakit" keluh Zahfa ia terus menangis.


" Sabar yah sayang, setiap orang yang akan melahirkan pasti merasakan sakit, tapi percaya lah pas bayinya lahir rasa sakit itu akan hilang dan di gantikan dengan kebahagiaan" ucap Bi Wati menenangkan.


Tak lama mereka sampai di sebuah rumah sakit yang besar, Zahfa pun di bawa oleh para suster ke ruang bersalin, hanya bi Wati dan Salma yang menjaganya.


" BI Wati Zaza titip pesen kalo ada mas Al, Zaza pengen di temenin lahirannya sama mas Al" ucap Zahfa lirih. sebelum ia benar-benar masuk ke dalam ruang bersalin.


" Bibi, Ama dimana Zahfa?" tanya Al dengan wajah panik.


" Mamah di dalem pah" ucap Salma lesu karena ia merasakan ke khawatiran kepada Zahfa.


" Ya Allah lancarkan lah persalinan istri hamba, jaga mereka, kuatkan lah mereka ya Allah" ucap Al lesu.


Tak lama datanglah suster dari ruangan tersebut.

__ADS_1


" Pak Al?" tanya suster tersebut.


" Iya saya dokter, istri saya baik-baik saja kan?" tanya Al panik.


" Mari ikut saya pak " ucap suster tersebut.


Lalu Al masuk kedalam sebuah ruangan, dimana ia melihat Zahfa yang sedang lemas dan merasakan kesakitan.


" Za kuat ya" ucap Al menggenggam tangan Zahfa.


Zahfa pun tersenyum tak lama ia merengek merasakan kesakitan.


" Sakit mas, maafin Zahfa, Zahfa sayang mas Al " lirihnya.


" Semangat sayang demi anak kita, demi si kembar, demi aku" ucapnya menahan nangis.


Ia tak kuasa menahan air mata nya, jika saja rasa sakitnya bisa di alihkan, ia siap menerima rasa sakit yang di alami Zahfa.

__ADS_1


__ADS_2