
Tiga haripun sudah berlalu dari masa pengadilan Zahfa, dan hari ini hari Sabtu, hari libur dari sekolah, Zahfa lebih memilih ia akan berolah raga dengan di temani si kecil Salma, dan Al. Al rela menghandle jadwalnya untuk menemani istri tercintanya. Mereka semua berlari memutamari taman yang berada di belakang apartemennya. Zahfa berlari-lari kecil dengan menggenggam tangan mungil milik Salma. Ia sudah dua kali putaran, tetapi ia sangat cepat lelah.
" Sayang kamu capek?" tanya Al, setelah mereka duduk di kursi taman.
" Iya, aku haus Ama juga haus kan?" tanya Zahfa kepada Salma.
" Iya, mamah Ama haus banget" ucap Salma sambli mengusap tenggorokannya.
" Yaudah, tunggu disini Papah beli dulu air mineral ya" ucap Al.
Alpun bergegas untuk menuju warung Deket taman itu. Sedangkan Zahfa dan Salma,mereka duduk menunggu Al datang.
Ning Nong es mambo,es Mambo
Alunan musik mengiringi langkah penjual es, Salma yang mendengar kata es mambopun langsung merengek kepada Zahfa.
" Mamah mau es Mambo" ucap Salma.
" Es Mambo?" Ulangnya.
" Iya, tadi mamah denger kan, musiknya es Mambo es Mambo" ucap Salma dan menirukan gaya musik Es Mambo.
" Ama suka beli dimana es Mambo?" Tanya Zahfa yang sedikit penasaran tentang Es Mambo.
"Ka Adnan yang selalu bawa Es Mambo ke panti, rasanya enak banget" ucap Salma mengangkat jempolnya.
" Apa yang rasanya enak Ama?" Tanya Al, Al datang membawa air mineral.
" Di minum dulu" ucap Al kepada Zahfa dan Salma.
" Ama cerita apa?" Tanya Al kepo.
" Papah Ama boleh beli Es Mambo?" Tanya Salma.
" Hah? Es Mambo?" Ulang Al yang tidak tahu.
" Es itu loh" ucap Salma dengan menunjukan telunjuknya ke arah penjual Es Mambo.
" Nanti takut sakit perut Salma" ucap Al.
" Ama cuman kangen Es Mambo papah, waktu di panti Ka Adnan suka membelikan Es Mambo" ucap Salma sedih.
__ADS_1
" Kenapa tidak es Cream?" Tanya Al. Al langsung mendapat cubitan dari Zahfa, ia tak mungkin menawarkan es Cream kepada Salma yang masih kecil, di takutkan ia akan sakit gigi.
" Awh, kenapa Sayang?" Tanya Al kepada Zahfa.
" Sttt" ucap Zahfa.
" Yaudah, jadi mau beli enggak?" Tanya Salma.
" Tidak" ucap Al.
" Pah, kasian lagian mamah juga pengen ngerasain enak apa enggaknya" ucap Zahfa merayu.
" Kita enggak tau es itu terbuat dari apa" ucap Al.
" Papah, untuk kali saja ya" ucap Zahfa, ia pun mengedipkan matanya kepada Salma, agar ia merayu Al juga.
" Iya papah, Salma cuman kangen" ucap Salma, iapun memeluk tubuh Al yang gede.
" Yaudah, belinya satu satu ya" ucap Al, menghela nafasnya.
" satu dikit pah" rengek Salma.
" Satu atau tidak?" Tanya Al kepada Zahfa dan Al.
Merekapun berjalan kearah Es Mambo itu.
" Mau beli mbak?" tanya penjual itu kepada Zahfa.
" Beli pak, tiga" ucap Zahfa.
" Ama rasa apa?" tanya Zahfa kepada Salma.
" Rasa coklat" ucap Salma.
" Bang Al?" tanya Zahfa kepada Al.
" Tidak" ucap Al.
"Mbak pak tidak perlu khawatir tentang es Mambo ini karena saya memakai pewarna alami, jadi tidak mengandung Zat kimia" ucap Pedagang itu yang seakan mengerti dengan raut wajah Al.
" Yaudah, beli tiga ya, rasanya coklat semua" ucap Zahfa, Alpun menyodorkan uangnya dan mengambil Es Mambo itu.
__ADS_1
" Ini kembaliannya" ucap pedagang itu.
" Tidak usah pak, buat bapak saja" ucap Al.
" Terimakasih, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT" ucap pedagang itu.
" Iya pak Aamin" ucap Al. dan merekapun duduk kembali di kursi taman itu.
Zahfa mengambil satu es Mambo untuk Salma, ia memegang lidi sebagai pegangan es tersebut.
" Hati-hati sayang awas jatuh" ucap Zahfa memperingati.
" Iya mamah" ucap Salma.
Zahfapun mengambil satu lagi untuk Al, dan Alpun hanya diam, ia ingin sekali menyicipi Es Mambo itu, tapi ia juga malu terhadap Zahfa, yang Awalnya tidak membolehkan nya.
" Bang ini" ucap Zahfa.
" Tidak" ucap Al.
" Papah yakin enggak mau ini enak loh" ucap Salma yang menjilati es Mambonya.
Kemudian Zahfa mengambil dari kantong plastik untuk dirinya, ia kemudia menyicipi rasa es Mambo itu. Dan langsung matanya berbinar-binar.
" Pah, ini enak loh" ucap Zahfa senang.
" Masa?" tanya Al, yang sudah terpancing ingin menyicipi nya juga.
" Enak banget" ucap Zahfa.
Alpun mengurangi rasa malunya kepada Zahfa. demi es Mambo, iapun mengambil satu Es Mambo untuk dirinya, dan ia mulai menyicipinya.
" Enak ya" ucap Al
" Tuh kan, Papah aja jadi ketagihan" ucap Zahfa.
" enak kan pah ?" tanya Salma.
" Gak kalah enak kaya es Cream" ucap Al.
" Makanya segala sesuatu itu harus di cicipi dulu pah, biar enggak penasaran akhirnya" ucap Zahfa.
__ADS_1
Salma yang mendengar perkataan Zahfa, langsung tertawa, sedangkan Al ia hanya tersenyum malu kepada mereka berdua.