
Setelah mereka melakukan perjalanan, merekapun sampai di apartemennya sore hari. sedangkan Ido, ia lebih memilih untuk pulang ke apartemen sendiri. Al membukakan pintu apartemennya dengan menggendong Salma. Zahfapun masuk kedalam Apartemen,
ia menghirup aroma ciri khas apartemennya.
" Rindu" gumam Zahfa.
" Wah, mamah papah kaya ya" Celetuk Salma
Zahfa kaget dengan sebutan mamah papah, Padahal ketika ia di panti, Salma menyebutnya dengan ateu om, kenapa berganti nama sekarang pikirnya.
Al yang melihat perubahan wajah Zahfapun tersenyum, dan mengandengan tangan Zahfa masuk ke dalam kamar beserta Salma.
" Kamu pasti bingung ya, kenapa Salma jadi manggil papah mamah sama kita?" tanya Al ketika sudah di dalam kamar dan mendudukan Salma di sofa. Sedangkan Zahfa sudah duduk terlebih dahulu.
" Iya Abang, aku heran" ucap Zahfa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Untuk hari ini dan seterusnya, Salma akan panggil kita mamah papah, iya gak nak?" tanya Al kepada Salma dengan mengelus-elus kepalanya.
" Ciap pah" ucap Salma.
" Salma butuh kasih sayang orang tua sayang" ucap Al.
" Uutayaaang, sini mamah peyuk, Ama peyuk mamah dong" Ucap Zahfa terharu.
" Ama cium mamah sebelah kanan, cium papan sebelah kiri ya" ucap Al tersenyum.
Salmapun mencium mereka bergantian.
" Ayok, papah cium mamah dong" ucap Salma gemas.
Alpun tersenyum mendengar perkataan bocah yang masih kecil itu. Alpun mencium pipi sebelah kiri, kanan dan kening. Iapun akan mencium bibir, tapi di tahan oleh Zahfa.
" Ada salma Abang" ucap Zahfa.
Al hanya terkikik geli melihat reaksi istri kecilnya itu, yang ia rindukan.
" Ayok, mandi yuk " ucap Zahfa. menggendong Salma.
" Besok kita belanja ya, pulang dari sekolah kamu" Ucap Al.
" Belanja buat baju Salma" ucapnya lagi.
" Oke" Ucap Zahfa, Iapun masuk ke dalam kamar mandi bersama Salma.
Alpun duduk di sofa, ia kembali memikirkan cara untuk membuat Dinda jera, iapun memijit pelipisnya, karena sejujurnya iapun sangat lelah, apalagi kemaren ia kurang beristirahat.
Tak lama keluar Zahfa yang sudah memakai kimononya, dan Salma memakai handuk yang di lilit.
__ADS_1
" Abang, aku lupa" ucap Zahfa.
" Kenapa?" tanya Al, melihat kearah mereka berdua.
" Salma tidak mempunyai baju untuk ganti" Ucapnya.
Alpun melupakan baju ganti Salma untuk hari ini.
" Aku cari baju aku deh yang kekecilan bang" ucap Zahfa, iapun melangkahkan kakinya ke arah lemari. Ia memilih baju yang cukup dari tubuh Salma.
" Ada enggak sayang?" tanya Al.
" Ada" ucap Zahfa, Zahfapun mengeluarkan baju warna mocca yang sudah tidak muat itu.
Zahfa memakaikan baju untuk Salma, ia memakaikan minyak telon di tubuh Salma sehingga ia harum seperti Bayi. Namun, bajunya masih terlihat besar, ketika Salma memakainya.
" Hahahah, anak papah lucu ya" tawa Al.
Zahfa melototkan matanya, takut Salma tidak ingin memakai bajunya.
" Maacih papah" ucap Salma.
Mendapat pelototan dari Zahfa, iapun langsung berlari menuju kamar mandi guna untuk membersihkan dirinya.
" Mamah Ama ngantuk" ucap Salma yang menguap.
" Ayok, mamah peyuk" ucap Zahfa. Salmapun memeluk Zahfa, tak lama ia tertidur pulas dengan dengkuran yang halus.
Kamar mandi terbuka, menampilkan Al yang sudah lebih segar, ia hanya melilitkan handuknya, dengan rambut yang basah.
" Zahfa" ucap Al
Zahfa mengisyaratkan untuk tidak berisik, lalu iapun melangkahkan kakinya untuk memakai bajunya, Ia memakai baju kaos putih dan boxer hitam. Iapun merangkak ke atas kasur untuk tidur dengan Zahfa dan Salma.
" Sttt" ucap Zahfa
Alpun tertidur di dekat Zahfa, dan memeluk Zahfa dari belakang. Iapun menyelusupkan kepalanya di Leher belakang Zahfa, ia menghirup aroma wangi Zahfa.
" Sayang" ucap Al
" Kenapa?" tanya Zahfa.
Zahfa yang masih memeluk Salmapun terkikik geli, ketika Al menguyek kepalanya ke lehernya.
" Katanya jangan berisik" goda Al.
" Abisnya Abang sih" ucap Zahfa.
__ADS_1
" Laper enggak?" tanya Al.
" Nanti aja, kalo Salma bangun baru kita makan" Ucap Zahfa.
" Maksudnya bukan itu" ucap Al menjauhkan tubuhnya dari Zahfa.
" Apa?" Zahfa heran.
Alpun mensatukan jari jemarinya hingga menjadi sebuah love, Zahfa yang mengerti itu langsung menahan tawanya.
" Abang kaya anak kecil tau" ucap Zahfa gemas.
" Maksudnya Abang pengen makan kamu" ucap Al gemas.
" kalo aku di makan Abang nanti aku mati dong" goda Zahfa, ia sengaja mempermainkan suaminya.
" Mau yang lebih vulgar lagi? abang mau bikin adik untuk Salma" jelasnya kesal.
" Abang, sayang ini aja Salma belum sehari menginap di kita, masih aja mau bikin adik buat dia" terkekeh Geli Zahfa mengucapkan perkataan nya.
" Yaudah, Abang maen solo aja deh" ucapnya cemberut, lalu ia meninggalkan Zahfa yang sedang tertawa.
-------------
"Abang tau siapa dalang di balik penculikan aku kemaren?" tanya Zahfa kepada Al
"Hmm" ucap Al yang duduk di sofa setelah keluar dari kamar mandi dan ia sedang melihat handphonenya.
" Jangan menyakiti ka Dinda Abang" lirih Zahfa.
Alpun mendongakkan kepalanya, melihat tajam ke arah Zahfa.
" Kamu mau, dia mencelakai kamu untuk kedua kalinya?" tanya Al, yang sudah mengeraskan rahangnya.
" Maksudnya biar Zahfa aja, yang memberi peringatan kepada Ka Dinda, ini masalah kakak dan adik Abang" ucap Zahfa.
Alpun menghela nafasnya.
" Kamu sudah menjadi tanggung jawab Abang, berarti itupun menjadi hak Abang" ucapnya tegas.
" Baiklah" ucap Zahfa lesu. Ia hanya tidak ingin mamahnya akan kecewa kepada kakaknya itu.
" Huwaa, hiks mamah papah peyuk Ama" ucap Salma dengan tangisan yang keras.
Alpun mendekati Zahfa dan Salma, ia heran kenapa Salma yang masih tidur bisa berbicara.
" Dia mengigau abang, cup disini ada mamah sama papah sayang" ucap Zahfa menenangkan.
__ADS_1
Alpun memeluk Salma,sehingga salma berada ditengah-tengah, Zahfapun sama ia memeluk Salma hingga mereka berdua tertidur pulas.
Part ini aku kasih keluarga kecil mereka di landa keuwuan dulu ya, wkwkwk jangan lupa deh untuk Vote rating fav likenya ya semoga aku cepeot up nya ❤️