Mantu Kiyai

Mantu Kiyai
Memantaskan diri


__ADS_3

Setelah kepulangan Zahfa dan Al dari rumah mertuanya, merekapun merebahkan ke kasur mereka, mereka menatap langit-langit yang berada di atap kamarnya.


Lelah? tentu yang mereka rasakan saat ini, apalagi seorang Zahfa yang tidak biasa berjalan-jalan jauh.


" Za" ucap Al


" Hmm" ucap Zahfa


" Kamu kenapa? saya perhatikan dari tadi perjalanan kamu lebih banyak diamnya" Protes Al, sehingga Al membalikan badannya ke arah Zahfa.


" Zahfa tidak apa-apa" Ucap Zahfa singkat.


Lalu ia meninggalkan Al yang masih terbaring di atas kasur, ia Lebih baik untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum pertanyaan Al berlanjut.


Alpun menghela nafasnya, saat ini ia bingung dengan sikap istri kecilnya, kadang menjadi cerewet dan kadang pula menjadi pendiam saat ini.


beberapa saat kemudian, Zahfa keluar dari kamar mandinya. Ia nampaknya lebih segar setelah Mandinya.


"Zahfa" Ucap Al


" Sekarang Abang mandi dulu,abis itu aku ceritain" jelas Zahfa


" Beneran?" tanya Al selidik.


" Iya" ucap Zahfa


" Kamu hutang penjelasan loh" ucap Al gemas.


Alpun berdiri dari tempat tidurnya, dan berjalan melewati Zahfa dan cup ia mencium pipi zahfa sebelah kanan, dan ia langsung berlari ke arah kamar mandi.


"Abangggg" teriak Zahfa


"Hukuman karena nunda penjelasan"teriak Al dari kamar mandi.

__ADS_1


"Ish" ucap Zahfa menggerutu


Zahfapun menyiapkan pakaian yang akan di kenakan oleh Al dan ia langsung menyimpannya di atas kasur.


---------


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka, nampaklah seorang pria dengan telanjang dada, memperlihatkan tubuh yang sangat atletisnya. Zahfa yabg sedang memainkan ponselnya di atas kasur pun menoleh, ia nampaknya kagum dengan kegagahan tubuh suaminya sendiri.


"Udah diliatinnya?" Ucap Al


" Eh, enggaaaak ko, siapa yang ngeliatin coba" Elak Zahfa.


" Mata kamu itu gak bisa bohong Zahfa" Ucap Al.


Alpun sudah memakai bajunya dan iapun merangkak naik ke atas kasur, dan mendekati Zahfa yang sedang memainkan ponselnya kembali.


"Sibuk hm?" tanya Al, ia langsung memeluk tubuh Zahfa, ia mencium wangi dari tubuh Sang Istri.


" Katanya mau ngejelasin yang tadi" Ucap Al mengingatkan Zahfa.


Zahfapun berbalik menghadap Ke arah Al, dan merekapun saling berhadap-hadapan.


" Kenapa?" Tanya Al


" Abang, maafin Zahfa selama ini Zahfa belum menjadi Istri yang baik untuk Abang" Jelas Zahfa.


" Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Al.


"emangnya kenapa?" Tanya Zahfa balik


" Maksud Abang kamu kenapa berbicara seperti itu Zahfa? kamu itu udah jadi istri yang baik untuk Abang dan untuk anak-anak kita nanti" Jelas Al

__ADS_1


" Abang aku ingin beristiqomah dalam melakukan hal kebaikan" Ucap Zahfa.


" Maksud kamu?" tanya Al


" Abi abang pernah bilang,Dunia itu perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita sholihah" Ucap Zahfa


" Jadi?" tanya Al lagi


" Jadi aku ingin memantaskan diri ke arah yang lebih baik lagi gitu" Ucapnya


" Dari mulai aku ingin terbiasa memakai hijab kemanapun aku pergi, kan Abang pasti tau aku buka tutup pake hijab" jelasnya


" Oh jadi perkataan Abi yang bikin kamu kaya gini?" goda Al.


" Bukan perkataan Abi abang, tapi ini niat aku, emang dari dulu juga mamah selalu nyuruh aku buat tutup pake hijab, tapi perkataan mamah selalu aku acuhkan" jelasnya


" Kalo seperti itu, kita coba bareng-bareng ya, Abang juga belum jadi suami yang baik untuk kamu" Ucap Al.


"Abang udah terbaik ko menurut Zahfa" Ucap Zahfa terkekeh.


" Makasih Abang" Ucapnya lagi.


" Makasih untuk apa?" tanya Al


" Untuk pengertiannya" Ucap Zahfa.


" Zahfa" ucap Al.


" Kenapa Abang?" tanya Zahfa


" Al junior bangun nih gara-gara kamu gak bisa diem" Ucap Al.


Zahfa yang mendengar itu langsung mencubit pinggang Al, akan tetapi Zahfapun tak menolak, ia menuruti keinginan sang suaminya tercinta hingga terjadi pergumulan yang panas diantara mereka.

__ADS_1


Bersambung :")


Jangan lupa untuk Vote rating dan likenya dan favoritnya, supaya aku lebih semangat lagi yaa :") jangan lupa baca novel aku yang "Aku yang dijual" oke?


__ADS_2