
Malem Minggu sudah tiba, untuk saatnya mereka bersiap-siap untuk acara yang sudah di rencanakan sebelumnya. Zahfa sudah menelpon teman-temanya, mereka sangat senang kita di ajak oleh keluarga Zahfa, apalagi mereka sudah rindu kepada mamah Lia, yang selalu di repotkan oleh mereka. Begitupun, dengan Al Sudah menghubungi ibu dan Abi beserta kakak-kakaknya mereka semua siap akan datang untuk ke acara sederhana itu.
Zahfa memakai gamis dan kerudung berwana senada dengan pakaian Al, nampak mereka sangat serasi sekali.
" Masya Allah, Cantik banget Za" ucap Al, ketika melihat Zahfa yang sudah rapih berdandannya.
" Istri siapa bang?" goda Zahfa kepada Al.
" Istri Abang lah" ucapnya bangga.
" Mamah papah ayok" ucap Salma masuk kedalam kamar mereka.
" Eh, anak mamah udah cantik ya, siapa yang nge dandanin nya?" tanya Zahfa kepada Salma.
" Bibi mamah, Ama cantik kan?" tanya Salma kepada Zahfa.
" Ama cantik ko, kaya bidadari" ucap Al mengomentari.
" Asik, kalo gitu kita belangkat yuk" ucap Salma.
" Ayok, bibi dimana?" tanya Al.
" Bibi udah nunggu kita papah" Ucapnya.
" Les't Go anak papa, sayang ayok" ucap Al dan ia menggandeng tangan Zahfa.
" Bibi ayok" ucap Al, ketika melihat Bu Wati yang sudah rapih.
" Iya pak" ucap Bi Wati sopan.
Β
Mereka menembus jalanan ibu kota ini, untung saja jalanannya masih lengang, merekapun sampai tepat waktu di rumah mamah Lia, disana udah ada keluarga dari Al. Ibu, Abi, ka Husain dan ka Ula sudah berada di sana. Mereka nampak mengobrol bersama di taman belakang. Taman belakang pun di sulap menjadi banyak lampu yang ber kelap-kelip, di hiasi bangku yang berwarna putih.
" Wah, manten yang lupa diri udah Dateng nih" teriak Ula, merekapun langsung melirik kearah Zahfa, Al, Salma dan Bi Wati. Tak lupa Zahfa dan Al untuk bersalaman kepada Abi dan ibunya.
" Anak ibu, udah lama ga ada kabar, sehat nak?" ucap Bu laila menghampiri Zahfa dan Al.
" Bu, Al gak di tanya nih?" ucap Al.
" Kamu udah gede Al" ucapnya.
" Eh, ini siapa cantik banget" ucap Bu Laila yang melihat ke arah Salma dan Bi Wati, Bi Wati hanya tersenyum dan mengangguk kepalanya.
" Nama aku Ama Oma" ucap Salma imut
" Wah, cantik banget, Tiara bakal seneng nih kalo ada Ama" ucap Bu Laila.
" Ibu kapan kesini?" tanya Al.
" Tadi sore " ucap Bu Laila.
"Eh, nak udah pada Dateng? sini duduk sayang" ucap Bu Lia yang baru datang membawa makanan beserta nampan.
" Mamah ko Cica dan Dea belum kesini ya?" tanya Zahfa, melirik ke seluruh penjuru yang ada disana.
" Ayah mana?" tanya lagi.
" Ayah, ada di dalem sebentar lagi keluar ko" ucap mamah Lia.
" Untuk teman-temanmu mungkin mereka" ucapnya terhenti.
" Assalamualaikum Mamah kita kangen" teriak Cica dan Dea bersamaan.
" Waaalaikumsalam itu dia sayang, sini nak" ucap Mamah Lia,
Cica dan Dea berjalan, di ikuti seseorang yang berada di belakangnya, Pria yang tak asing bagi Al, siapa lagi kalo bukan Ido, sahabat Al.
mereka bersalaman satu persatu.
" Lah, kenapa Lo ikut bareng temennya Zahfa?" tanya Al heran.
__ADS_1
" Biasa, masa pdkt" ucapnya cengengesan.
" Awas Lo, kalo istri gua ngamuk gara sahabatnya di permainkan sama fuckboy kaya Lo" bisik Al ke telinga Ido.
" Tenang bro" ucap Ido tertawa.
" Mamah apa kabar? sehat?" tanya Dea.
" Mamah sehat, udah lama kalian enggak main kesini jadi mamah undang deh di acara sederhana ini" ucapnya tersenyum.
" Kalian sehat?" tanya balik mamah Lia.
" Sehat mah" ucapnya mereka.
" Hallo, ka Dinda" ucap Cica, Dinda dari ia hanya diam dan sesekali tersenyum.
" Hay, apa kabar kalian?" tanyanya.
" Sehat ka" ucap Cica.
Cica dan Dea, mereka duduk berdekatan dengan Zahfa, Al dan Ido.
" Mahmud, makin gendut aja nih" goda Dea.
" Bisa aja loh" ucap Zahfa terkikik geli.
" Eh, kenapa kalian bareng asisten laki gue" bisik Zahfa kepada mereka.
" Biasa, bareng fuckboy dikit gpp kali ya" ucap Cica nyeplos.
" Siapa yang fuckboy nih?" tanya Ido yang mendengarkan percakapan mereka.
" Pacarnya si Dea fuckboy om, iyakan de?" tanya Cica kepada Dea.
Dea langsung melototkan matanya kepada Cica, Zahfa dan Al hanya tersenyum.
" Hallo, selamat malam, disini sudah berkumpul semuanya?" tanya pak Rachman.
" Sudah" Ucap mereka serempak, semuanya menatap pak Rachman yang sudah berdiri di hadapan semuanya.
" Untuk itu, saya mengundang kedua keluarga ini untuk berkumpul dan syukuran atas kekerabatan keluarga kita ini, cukup dan sekian, mari kita makan-makan bersama, terimakasih" ucapnya lagi.
Semua orang bertepuk tangan, terutama Abi Husain ia langsung berjabat tangan kepada Pak Rachman sekaligus besannya. Dan, acara makan-makannpun di mulai. Salma dan Tiara sedang berlari kesana kemari dengan di temani Bi Wati, Istri Ka Ula dan Ka Hasyim sedang mengobrol dengan Dinda, entah apa yang di obrolankan nya. Cica dan Dea lebih memilih makan, di temani Ido si fuckboy. kedua orang tua mereka lebih memilih bercanda bersama besannya. Dan, Al Ka Ula, Ka Hasyim sedang duduk berempat bersama Zahfa, yang tidak mau lepas dari genggaman Al.
" Za, Abang mau ke si Ido dulu ya" ucap Al.
" Mau ngapain?" selidik Zahfa.
" Sebentar saja ya" ucapnya lagi.
" Gini nih yang lagi kasmaran enggak mau di tinggal" ucap Ka Hasyim.
" Kaka Hasyim enggak pernah muda aja deh" ucap Zahfa terkikik geli.
Alpun segera beranjak pergi, untuk mencari Ido.
" Za, mau dengerin ka Ula Cerita gak? tanya Ka Ula.
" Apaan itu ka?" jawab Jawab penasaran.
" Ka Hasyim itu, kasmarannya lebih parah dari kamu Za, Sampai kalo zaman sekarang di sebut bucin akut" ucap Ka Ula tertawa terbahak-bahak.
" Hush, kamu ini bisa aja sama kakak, jangan di anggap Za" ucap ka Hasyim, sebenarnya yang di katakan Ka Ula memanglah benar, tapi ia terlalu gengsi untuk mengiyakannya.
Sementara Al mencari Ido, dan iapun melihat Ido yang sedang makan bersama teman istrinya.
" Ido" ucap Al
" Yeh, ada apa?" tanya Ido ketika memakan makanan yang tersedia di meja.
" Yang gua pengen udah ada?" tanya Al.
__ADS_1
" Kembang api?" tanya Ido.
" good, ada kaga?" tanya Al.
" Beres, emang buat apa sih itu?" tanya Ido penasaran.
"Gini, gua sekarang sama Zahfa mah kasih kejutan untuk semuanya, setelah udah kejutannya Lo yang nyalain kembang apinya ya" Jawab Al.
" Lah? masa gua sih?" protes Ido.
" Gaji loh di tambahin" ucap Al.
" Serius?" tanya Ido tak percaya.
" Oke, asal Lo jalanin misi Lo, gua balik lagi ya" ucap Al, menepuk pundak Ido. Ido hanya mengangguk dan menyetujui nya.
" Nasib jadi asisten gini nih" gerutu Ido.
Alpun kembali duduk di dekat Zahfa, ia terheran kenapa kakak-kakaknya dan Zahfa begitu tertawa riang.
" Lagi ngobrolin apa nih?" tanya Al
" Kepo" ucap ka Hasyim lalu ia tertawa kembali.
" Oiya, bang mau kapan?" tanya Zahfa.
" Sekarang, gimana?" tanya Al lagi.
Zahfa hanya mengangguk, dan merekapun berdiri.
" Mau ngapain kalian berdua?" tanya Ka Hasyim heran.
" Nanti juga tau" ucap Al.
Merekapun berjalan ke arah depan orang-orang yang ada disana.
" Selamat malam, kita berdua boleh berbicara sebentar" ucap Al mengawali perkataannya.
Semua yang berada disana menghentikan aktifitasnya, termasuk para orang tua mereka, dan menatap ke arah Al dan Zahfa.
" Kami disini hanya ingin membagikan kabahagiaan kita berdua, Alhamdulillah saya telah mengadopsi Salma, ia akan akan menjadi putri pertama kami, sini Ama sayang" ucap Al, Salma pun berjalan ke arah Zahfa dan Al berdiri.
" Dan akan menjadi cucu untuk kedua orang tua kita" ucap Zahfa. kedua orang tua mereka tersenyum haru, bagai mana tidak, seorang Zahfa bisa bijak dalam perkataan.
" dan untuk yang terakhirnya, Alhamdulillah Zahfa kemarin sudah periksa kandungan dan hasilnya positif, ibu, mamah, Abi dan ayah selamat kalian akan menjadi nenek kakek" ucap Al.
Kembang api pun menyala, menghiasi langit yang begitu banyak bintang yang berkelap-kelip, dan acara pun semakin meriah, dengan tepukan tangan semua orang yang hadir..
" Selamat sayang Ama, bentar lagi Ama mau jadi kakak, jadi enggak boleh manja sama mamah ya" ucap Al.
" Asyik, Ama mau jadi kakak" ucap Salma girang.
" Selamat sayang, bentar lagi mamah ayah akan jadi nenek" ucapnya mamah Lia terharu, tak henti-hentinya ia mengucap syukur.
" Ayah, akan jadi kakek" ucap pak Rachman tersenyum girang.
" Abi, kita akan nambah cucu lagi, semoga kita dapetnya kembaran ya" ucap mamah Laila kepada Abi Husain.
" Abi, sudah tua Bu" terkikik Abi Husain.
" Yeh, jadi Mahmud beneran dong" ucap kedua sahabatnya.
" Iya nih hehe" ucap Zahfa tersenyum malu.
" Gak tanggung-tanggung langsung jadi ya" ucap ka Ula dan ka Hasyim tertawa.
Pak Rachman mendekati Abi Husain, ia terus berbisik kepadanya, Abi Husain hanya mengangguk kepalanya.
" Bagaimana?" tanya pak Rachman.
" Setuju pak itu ide yang bagus" ucap Abi Husain.
__ADS_1
Entah apa yang di bicarakan kedua laki-laki yang akan menjadi kakek-kakek itu, yang pasti berbau kebahagiaan untuk mereka.
Hallo, happy weekend sebenarnya aku udah nulis dari malem tapi lupa up hehe, ini rekor terbaru 1450 kata, makanya jangan lupa untuk Vote rating fav likenya β€οΈ π ILY gaes ππ