Mantu Kiyai

Mantu Kiyai
Ngidam


__ADS_3

Zahfa sedang tertawa terpingkal-pingkal di atas kasur sana, seperti biasa ia tidak ada kegiatan melainkan hanya rebahan dan bermalas-malasan, tentu saja ia tak sendiri karena suaminya hari ini tidak berangkat kerja, melainkan kerja di rumah. Sedangkan Salma ia pagi-pagi sudah berangkat ke sekolah dengan Bi Wati tersayang nya.


Al yang sedang fokus dengan beberapa berkas di tangan nya pun menoleh ke arah sumber suara, ia pun menatap sang istri tercintanya dengan terheran-heran, dia berpikir apa yang menyebabkan istrinya tertawa itu.


Al pun mendekatkan dirinya ke arah istrinya, sang istri melirik ke Al yang sedang mendekatinya lalu tersenyum.


" Kamu asyik Banget" gerutuan Al.


" Abisnya aku liat ini video lucu banget bang" ucap Zahfa terkekeh.


Al pun melihat apa yang sedang di lihat sang istri nya, ia terheran dari mana video itu membuat istrinya tertawa, padahal hanya sebuah lagu dengan goyangan yang sedang trending di dunia Maya itu.


" Kamu ngetawain itu?" tanya Al pasti.


" Iya bang, abisnya lucu" ucap Zahfa kembali tertawa.


" Coba aja Abang bisa gitu, aku pasti seneng deh" ucapnya kembali


" mana bisa" ucap Al kaget, ia tak mau menjadi bahan percobaan sang istri nya.


Iapun kembali ke arah Sofanya, untuk memeriksa kembali dokumen yah sempat ia terlantarkan.


Tak kerasa siang pun berganti sore, Zahfa ingin mengajak Al untuk sekedar jalan-jalan sore di halaman apartemen.


" bang, keluar yu aku pengen nge gerakin badan nih" ucapnya.


"ayo,ajak Salma" ucap Al.


Mereka pun keluar dari kamarnya, mereka melihat Salma yang sedang bermain bersama boneka beruang kesayangannya.


" Papah mamah mau kemana?" tanya Salma


" Mamah sama papah mau jalan-jalan sore, mau ikut?" tanya Zahfa


" Mau dong " ucap Salma.


Mereka pun bertiga pergi dan pamit kepada bi Wati, dan berjalan beriringan menuju arah taman apartemen itu. Mereka tertawa-tawa bersama bahagia rasanya mempunyai keluarga kecil seperti mereka.


jam menunjukkan pukul lima sore, ternyata sudah beberapa jam mereka berjalan-jalan di area taman itu. tapi Zahfa dan Salma masih menikmati tamannya. Ia sedang memakan ketoprak di pinggir jalan, meski Al menolak mentah-mentah agar ia tak memakannya, tetep aja Zahfa kekeh ingin memakannya,. begitupun degan Al ia hanya pasrah dengan apa yang Zahfa minta.


" Papah enak loh" goda Zahfa sambil menikmati ketopraknya itu.


Al pun terpaksa memesan satu porsi lagi untuknya, karena tergiur dengan godaan Zahfanya.


" Mang pesen satu lagi ya" ucap Al


" Siap pak" ucap penjual itu.


" Bukannya abang ga suka ya makan di pinggir jalan" goda Zahfa.


" papah laper" ucap Al gengsi


Tak lama ketoprak pun di sajikan ke depan meja Al, Al pun langsung melahap semua ketoprak itu. Rasanya memang enak, makanan restoran aja kalah enak dengan yang satu ini.


" Enakkan?" tanya Zahfa.


" Iya enak, Abang baru tau kalo di pinggir jalan ini makanannya enak-enak" jelas Al.


" Pelan-pelan sayang makanya" ucap Zahfa kepada Salma, ia hanya mengangguk saja.

__ADS_1


" Mau di suapin sama mamah?" tanya nya lagi.


" Mau mah" salma kegirangan.


Zahfa pun mengambil alih piring yang ada di depan Salma, ia pun sedikit demi sedikit menyuapi anaknya itu.


" Anak papah udah gede ya" ucap Al.


" Iya dong masa Ama kecil terus" ucap Salma cemberut.


Setelah itu pun mereka membayar ketopraknya lalu memutuskan untuk pulang.


Setelah menempuh 15 menit sampai di Gedung apartemennya. Zahfa lalu merebahkan badannya yang terasa lengket oleh keringat itu, sedangkan Al lebih dulu untuk mandi.


" Sayang udah" ucap Al mendekati Zahfa.


" Kamu cape?" tanya Al lagi.


" Engga, aku mau mandi dulu" ucap Zahfa iapun berjalan menuju kamar mandi.


Setelah menyelesaikan ritual mandinya,ia pun berjalan keluar kamar mandi, melihat Al yang sudah memakai peci dan sarung dengan memainkan ponselnya.


" Abang belum solat magrib?" tanya Zahfa.


" Belom, nunggu kamu" ucap Al, ia pun meletakkan ponselnya di nakas.


Zahfapun mengambil mukenanya dan memakainya. Ia dan Alpin sholat berjamaah magrib, setelah mengucapkan salam, mereka berdoa masing-masing, dan Zahfa merebahkan tubuhnya di kasur.


" Kamu kenapa Za?" tanya Al,


Zahfa hanya memejamkan matanya.


" Zahfa ngantuk mau tidur" ucap Zahfa, benar ia memang sangat ngantuk.


Zahfa hanya cemberut, ia pun menegakkan badannya.


" Ya udah sini abangnya" ucap Zahfa.


Al pun mengangguk dan berjalan ke arah Zahfa.


" Usapin kepala Zahfa dong" ucap Zahfa terkekeh.


Al hanya tersenyum tapi ia bukan mengusap kepala Istrinya, melainkan mengusap perut nya.


" Assalamualaikum anak papah, sehat ya di dalam perut mamah" ucap Al lembut.


" Jangan nakal juga, papah bakal nungguin kalian Sampai lahir ke dunia ini" jelasnya lagi.


Zahfa hanya tersenyum dengan mengusap kepala suaminya, lalu ia teringat dengan sesuatu.


" Abang, nanti kalo anak kita lahir mau di kasih anaknya siapa?" tanya Zahfa.


Al pun mendongak kan kepalanya sejajar dengan wajah Zahfa.


" Nanti masalah nama kita serahin ke kedua orang tua kita ya, Abang juga belum memikirkan namanya juga" ucap Al.


" Yang penting kamu sama calon anak kita sehat-sehat ya" jelasnya lagi.


" Oiya, kapan kamu kelulusan sekolah?" tanya nya.

__ADS_1


" Kata guru-guru sih Minggu depan aku kelulusan sekolah" ucap Zahfa.


" Emang kenapa?" tanya lagi.


" Kalo abis itu kita liburan mau ga?, kita kan belum pernah honey moon" Al terkekeh.


Zahfa tertawa mendengar perkataan Al, gimana mau honey moon anaknya juga udah ada di dalam perutnya pikir Zahfa.


" Mau ga? itung-itung kamu biar fresh abis ujian kan?" tanya lagi.


" Ayo" ucap Zahfa setuju.


Al pun memeluk istrinya dengan erat. tiba-tiba Kruk Kruk suara bunyi di dalam perut. Al pun melepaskan pelukannya.


" Kamu laper?" tanya Al.


Zahfapun malu setengah mati, ia pun memaksakan untuk tersenyum kepada suaminya lalu mengangguk.


"Tapi aku mau martabak telor" ucapnya.


" Kamu ngidam?" tanya Al tersenyum.


" Tapi pengen banget bolehkan? Abang beliin?" tanya lagi.


" Boleh ko sayang, tunggu ya. jangan dulu tidur sebelum Abang datang terus kalo udah isya solat aja yah jangan nunggu Abang" jelasnya iapun mengambil kunci mobil yang berada di nakas dan ia pergi keluar kamar.


Adzan isya pun berkumandang, Zahfa bum tidur sesuai perintah Al, ia pun solat isya terlebih dahulu. Setelah solat isya iapun merebahkan kembali badannya di kasur.


" Abang Al lama banget" gerutu Zahfa.


Tak lama itu, rasa kantuk dan bosan pun menghampiri Zahfa, tak lama ia tertidur pulas.


Al yang berada di luar, untuk mencari martabak telur harus menunggu dan mengantri, karena itu hanya satu-satunya martabak telor yang berada tak jauh dari apartemennya.


Ia melihat arloji di tangannya, pukul jam 08.15 Wib, pasti Zahfa sedang menunggu pikirnya. sekarang giliran ia memesan martabaknya, setelah selesai ia langsung buru-buru menuju mobilnya untuk pulang.


" Assalamualaikum" ucap Al membukakan pintu kamarnya, tak ada yang menjawab, ia pikir Zahfa sudah tertidur, dan benar saja ia melihat Zahfa yang sudah tidur pulas.


Iapun meletakkan Martabaknya, lalu berjalan ke arah Zahfa, iapun mengusap-usap kepala Zahfa, dan mencium kening istrinya.


" Maap, kamu tertidur menunggu Abang lama" ucapnya.


Zahfa pun melenguh, merasa ada yang mengecupnya, lalu ia membuka matanya.


" Abang udah pulang?" tanya Zahfa.


" Kamu tidur lagi aja tidak apa-apa Za" ucapnya lembut.


" Terus martabak telur nya gimana?" tanya Zahfa.


" Mau di makan sekarang?" tanya Al.


" Besok aja gapapa? Zahfa angetin, aku ngantuk banget" ucapnya lesu.


" Yaudah tidur lagi aja ya" ucap Al.


" Tapi Abang ga marah kan?" tanya Zahfa.


" Buat apa marah sama istri sendiri" tersenyum .

__ADS_1


" Ya udah sini, Abang bobonya sini aku pengen peluk Abang" ucap Zahfa.


" Bentar, ganti baju dulu"ucapnya iapun mengambil baju dan tak lupa ia untuk membersihkan badannya terlebih dahulu. setelah selesai iapun ikut merebahkan diri di samping Zahfanya, ia memeluk pinggang istri kecilnya itu, dan Zahfa ia memeluk dada Al yang sangat ia sukai, dan mereka pun tak lama tertidur kembali, bersamaan dengan lelahnya.


__ADS_2