
"Ada yang sakit tapi bukan Luka"
Setelah menempuh perjalanan yang panjang, akhirnya merekapun sampai di tempat tujuan, Dimana Al, selalu merindukan tempat ia di lahir kan itu. Ia terakhir kali kembali ke rumahnya beberapa bulan yang lalu, itupun dengan Zahfa. Bangunan-bangunan masih sama seperti dulu, bahkan catnya pun sudah mulai usang. Ia menghirup udara segar yang ia rindukan selama ini. Lalu ia berjalan, membukakan pintu untuk Zahfa dan Bi Wati, iapun menggendong Salma, karena Bi Wati nampaknya sudah lelah. Tak lupa kedatangan mereka di sambut, oleh Andi, Orang kepercayaan Abi dan keluarganya.
" Assalamualaikum mas" ucap Andi
" Waaalaikumsalam" ucap Al
" Mana yang harus saya bawa?" tanya Andi.
" Ga ada, oiya ini pada sepi kemana ya?" tanya Al. Ia melihat sekeliling sepi
" Lagi pada libur mas, perpulangan santri" ucap Andi.
Al hanya berdehem saja, iapun berjalan menuju rumah yang ia sangat rindukan, dengan menggendong Salma.
" Asik, Ama mau ketemu nenek" ucap Salma antusias.
" Di rumah nenek jangan nakal ya" ucap Zahfa tersenyum.
" Siap Mamah" ucap Salma.
Hingga merekapun berjalan hingga mereka sampai di depan pintu coklat, Al pun menghela nafasnya kemudian dia mengetuk pintu tersebut.
tok
tok
Tak ada jawaban penghuni rumah tersebut, pikir Al mereka sedang istirahat kemudian Al mengetuk kembali
tok
tok
"Assalamualaikum" ucap Al sopan
Tak berselang lama, dari dalam rumah ada yang menjawab salamnya, lalu membukakan pintunya.
" Waaalaikumsalam" ucapnya seta membuka pintunya.
" Ya Allah nak, kamu sudah lama tidak kesini apa kabar? kandungan kamu gimna baik-baik saja kan? ibu khawatir sama kalian" cerocos paruh baya itu.
" Bu, Al bisa masuk dulu ga? nanyanya di dalam saja hehe" ucap Al menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Oiya ibu lupa, ayok masuk" ucapnya
" oh, bi Wati juga ikut ya" ucapnya tersenyum.
Bi Wati pun mengangguk tersenyum kepada wanita paruh baya itu, setelah bersalaman merekapun berjalan ke arah ruang tamu. Yah, wanita paruh baya itu adalah ibu dari Bang Al, dan mertua dari Zahfa.
"Silahkan duduk" ucap ibunya Al.
Zahfa yang sedari tadi hanya diam, sesekali tersenyum manis di depan ibu mertuanya tak banyak bicara karena mungkin efek mabuk waktu itu, dan sedikit agak lelah.
" Kenapa hm?" tanya Al kepada Zahfa yang berdiam dari tadi
"Aku cape" keluhnya.
__ADS_1
" Yaudah masuk ke kamar kita saja, istirahatin " ucap Al.
" Tapi kan kita belum ketemu Abi bang ish" ucap Zahfa kesal.
" Ketemu Abi nanti setelah kamu istirahat" ucap Al.
Setelah perdebatan kecil mereka, datang lah ibunya Al dengan membawa cemilan dan minuman di nampan.
" Ibu ga usah repot-repot" ucap Bi Wati tersenyum.
" Tidak apa-apa, saya yakin bi Wati cape, karena perjalanan jauh sama gendong Salma Mulu hehe" ucap Ibunya Al dengan terkekeh.
Bu wati tersenyum kepadanya.
" Za, kamu kenapa lemes banget" ucap mertua nya.
" Zahfa dia tadi mabuk Bu di jalan, kayanya dia sedikit lelah" ucap Al dengan cepat.
"Zahfa tidak apa-apa Bu" ucapnya tersenyum, meski benar apa yang di katakan Al barusan.
" Aduh, kamu mending istirahat dulu ya di kamar Al, kasian lagian kamu pucet banget" ucap Ibu mertuanya.
" Zahfa sehat ko" ucap Zahfa tersenyum.
" Jangan di bantah, pamali" ucap mertuanya tersenyum.
"Salma masih tidur ya" tanya nya.
" Iya dia masih tidur, padahal dia paling antusias pengen ketemu nenek sama kakek" ucap Zahfa terkekeh, ia melihat Salma yang tertidur pulas di gendongan Al.
" Abi dimana?" tanya Al seketika.
"Oiya bi, bibi istirahat di ruang tamu aja ya" ucap Al.
" Bu ruang tamu kosongkan?" tanya Al.
" Kosong ko" ucapnya.
lalu merekapun bergegas ke kamar masing-masing. Al merebahkan badan Salma yang tertidur beberapa waktu lalu, ia tersenyum.
Zahfa keluar dari kamar mandinya, ia hanya cuci muka dan berganti pakaian saja ia tidak berniat mandi, nanti saja pikirnya.
" Istirahat dulu ya Za" ucap Al.
" Bang mau kemana?" tanya Zahfa.
" Mau keluar nyari kakak" ucap nya singkat.
Zahfa pun merebahkan tubuhnya di dekat salma dan tak lama ia tertidur pulas.
Tak kerasa dua jam mereka tertidur sudah berlalu, Zahfa dan Salma ia bersiap-siap untuk keluar kamar dan Al ia masih belum pulang ke kamar juga, entah apa yang ia cari pikir Zahfa.
" Anak mamah, nanti ketemu nenek sama kakek Salim ya" ucap Zahfa.
" Oke mah" ucap Salma mengedipkan matanya.
" Anak mamah genit" ucap Zahfa gemas.
__ADS_1
tak lama pintu terbuka, dengan sosok yang memakai kaos hitam dan celana jeans nya.
" Oh, papah udah ganti bajunya?" tanya Zahfa.
" Udah dong" ucap Al menghampiri dua wanita kesayangannya.
" Ayok keluar" ucap Al menggenggam tangan lembut Zahfa.
Merekapu berjalan ke arah ruang, tepatnya sebuah ruang dimana Abi dan ibu sudah ada Disana, Zahfa terenyuh melihat Abi yang berbaring di atas kasur itu, Abinya tersenyum ke arah mereka.
" Hallo, Assalamualaikum kakek nenek" ucap Salma ia pun memeluk kakek neneknya secara bergantian.
" wa'alaikumussalam cucu kakek udah gede ya" ucap Abi Al dengan terkekeh pelan.
Zahfa pun ikut menyalami kedua mertua yang ia sayangi itu.
" Abi apa kabar?" tanya Zahfa.
" Abi sehat nak, ga usah khawatir gitu" ucap Abi yang melihat guratan khawatir dari menantu nya itu.
"Al sini" ucap Abinya
Al pun duduk di dekat Zahfa serta menggenggam tangan Zahfa yang tidak mau lepas.
" udah mulai terang-terangan yah sekarang" usil ibunya Al.
Al hanya terkekeh geli mendengar penuturan ibunya itu.
" Bagaimana perusahaan kamu di sana aman?" tanya Abinya.
" Aman terkendali bi" ucap Al.
" Kalo Abi mau minta sesuatu boleh?" tanya Abinya..
" Kalo itu yang Abi mau, asalkan ada jalan dan Allah mempermudah segala urusan hambanya termasuk Al, Al siap melakukan apa yang Abi minta" ucap Al jelas.
Abinya tersenyum ia tidak sia-sia mendidik anaknya itu.
" Kalo Zahfa?" tanya Abi menatap Zahfa.
" Hah? Zahfa? selagi yang mas Al katakan, jika itu membuat Abi bahagia, Zahfa ikut" ucap Zahfa sedikit tertawa mencairkan suasana yang tegang itu.
" kamu hebat, Abi ga salah milih kamu buat jadi menantu Abi" ucap Abinya terkekeh.
" Lalu kenapa Abi berbicara seperti itu?" tanya Al.
" Kalo kalian boleh, Abi ingin kalian tinggal disini, ibu pun setuju dengan pendapat Abi, Abi yang sudah tidak muda lagi, ingin merasakan kebahagiaan kecil dengan mu nak, waktu kamu belum menikah, kamu terus jarang berada di rumah" ucap Abinya
Al pun menghela nafasnya, apa yang di katakan Abinya benar, ia tidak mempunyai waktu dengan keluarganya.
" Maafkan Al Abi ibu" ucap Al tulus.
" Jadi bagaimana?" tanya ibunya.
" Al akan pikirkan dulu bersama Zahfa lagian Zahfa sebentar lagi akan menghadapi ujian, jadi dia akan fokus dulu terhadap ujiannya" jelas Al.
Zahfa pun mengangguk tersenyum.
__ADS_1
" Pikirkan baik-baik ya Al" ucap Abinya tersenyum.