
Hari Senin ini adalah hari yang di tunggu kelas 12, setelah menunggu beberapa bulan untuk menyiapkan ujiannya akhirnya mereka dapat melaksanakan ujian di sekolah.
Zahfa yang dari tadi berkomat Kamit melapal kan doa supaya ia tenang dengan ujiannya dan hasilnya pun ingin memuaskan bisa membahagiakan kedua orang tua mereka terutama sang suami.
Tak lupa dengan kandungan Zahfa sudah menginjak 4 bulan, meski perutnya belum terlihat sangat jelas, tetapi ia sangat gendut dan berisi, hal itu tidak menyebabkan per bisikan di antara murid lainnya, karena kedua orang tua Zahfa dan kedua orang tua Al sudah mengkonfirmasi kan perihal anaknya yang sudah menikah. Pihak sekolah tidak mempermasalahkan hal itu, selagi tidak ada pihak yang rugi pikirnya.
Suara micro phone menggema di seluruh penjuru sekolah ternama itu, para murid berbasis beberapa jajar, untuk mendapatkan beberapa nasihat dan arahan dari pak kepala sekolah, Zahfa dan kedua temannya sudah berada di jajaran pertengahan untuk mendengarkan pak kepala sekolahnya itu.
" Za lu ngapain sih komat Kamit dari tadi" ucap Cica
" Gua degdegan, ini kan mau jadi tangguhan gua, kalo nilai gua jelek, mau taro dimana muka gue, di depan suami gue nanti" jelasnya.
" Lu bakal tenang deh, lagian lu setiap malem sering belajar kan, di temani dengan hot Daddy" ucap Dea dengan cengiran nya.
" Hush, hot Daddy gitu suami gue yaa, syirik ya" ucap Zahfa.
" Untuk itu bapak selaku kepala sekolah di SMA ini harap kalian tidak ada tindakan untuk saling menyontek ataupun menyalin hasil ujiannya, bapak harap kalian jujur dalam mengisinya untuk itu cukup sekian dari bapak, jangan lupa berdoa sebelum mengerjakan agar tidak ada hambatan dalam mengisi ujiannya, waaalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" ucap pak kepala sekolah itu panjang lebar.
Mereka bertiga pun menghela nafasnya, dan bubar dalam barisan itu. mereka berjalan ke arah kelas yang mereka tuju.
" Kita masih se kelas kan?" tanya Dea
" iya" ucap Cica
Mereka masuk dalam satu ruangan itu.
nampaknya takdir tidak berpihak pada Cica, ia di tempatkan di paling depan, Dea di tempat kan di jajaran kedua tengah, dan Zahfa di tempatkan di belakang bangku ke tiga.
merekapun duduk di kursi yang telah di sediakan.
" Kalian enak, Cica disini ga bisa nyontek"keluh Cica kesal dan mendapatkan gelak tawa di kelas itu.
" Takdir tidak memihak mu Cica" ucap Dea tertawa.
" Jadi Cica kamu mau nyontek?" ucap salah seorang guru di balik pintu.
" Ah ibu saya cuman bercanda" ucap Cica yang nampak Malu di depan guru pengawas nya itu.
__ADS_1
" Kerjakan sebisanya kalian saja, ibu harap di kelas ini tidak ada yang menyontek, ibu yakin kalian pasti bisa" ucap salah satu pengawas itu dengan memberikan lembaran soal kepada para siswa dan siswi nya.
Zahfa mengambil lembaran soal itu, dan tak lupa ia membaca doa kembali agar segala urusannya di mudahkan. Ia menatap lekat-lekat soal ujian tersebut. Untung saja sehabis pulang dari mertuanya ia langsung di sibukkan dengan belajar setiap malam, Al hasil apa yang di pelajari kemaren-kemaren, ada pada soal ujian nya.
Zahfa menyemangati diri sendiri, ia dengan tenang mengisi soal itu, sedangkan di jajaran paling depan Cica memasang wajah kesalnya, bagaimana tidak kesal, ia melihat soal yang tidak mengerti nya di tambah lagi dengan duduk di paling depan, tamatlah riwayatnya jika nilai ujiannya di bawah standar.
Suasana kelas sangat hening mereka semua mengisi soal ujian dengan tenang dan sebisa mungkin bisa mengerjakannya, hingga tak kerasa waktu susah bunyi bel, menandakan semuanya telah selesai. para murid pun satu persatu mengumpulkan soal ujiannya termasuk Zahfa.
Setelah mengumpulkan Soalnya, lalu ia keluar dengan membawa tasnya, dan menunggu kedua temannya itu. Untungnya setiap ujian Nasional ini, di adakan satu hari satu kali, jadi ia bisa belajar lagi nanti malam
" Huffft, Kesel gue, mana bisa nyontek ke kalian kalo gue di tempatin di bangku paling depan" gerutu Cica yang sudah menyusul Zahfa keluar kelas di ikuti dengan Dita di belakangnya.
" Sabar Ca, pak kepsek aja tau loh tukang nyontek jadi makanya di taro di depan biar kesannya Waw gitu" ucap Dea tertawa.
"Namanya juga idup sabar ya ca, eh btw kalian mau langsung pulang?" tanya Zahfa
"Terserah Lo, gue ngikut aja" ucap Dea
" Gue juga" ucap Cica.
" Gue di jemput sama bang Al" ucap Zahfa.
" De, nebeng dong" ucap Cica puppy eyes nya.
" Baik kanjeng ratu" ucap Dea terkekeh.
Merekapun berjalan hingga parkiran, sudah ada mobil Milik Al disana.
" Hati-hati ya Assalamualaikum" ucap Zahfa meninggalkan kedua temannya.
Zahfa berjalan mendekati mobil hitam itu dan membuka pintunya.
"Assalamualaikum bang Al" ucap Zahfa lalu ia duduk di samping kemudi Al.
"Waaalaikumsalam istri Solehah" ucap Al menyentuh kepala Zahfanya.
"Gimana tadi ujiannya? bisa atau ada kendala?" tanya Al.
__ADS_1
" Ada kendala" ucap Zahfa serius
" Apa sayang? kamu kan belajar setiap malam sampe Abang aja di anggurin padahal Abang pengen liat Dede" ucap Al terkekeh dengan mengelus perut Zahfa.
"Kendala aku laper bang, tadi lancar ko" ucap Zahfa tersenyum.
" Oh istrinya Al laper ya, baik tuan ratu kita akan makan dulu ya, baru pulang ke apartemen" jelas Al.
" Oke, tapi Salma ada yang jemput?" tanya Zahfa
Al sudah mengemudikan mobilnya di jalanan ibu kota, untung saja tidak macet hari ini. Jalanan pun lengang dari pengendara yang lainnya.
" Ada bi Wati sayang" ucap Al fokus kepada nyetirnya.
Tak lama mereka sampai di sebuah restoran Sunda, Al memarkirkan mobilnya. Lalu berjalan membukakan pintu untuk sang istri tercintanya.
" Silahkan tuan putri" Candanya.
Zahfa hanya menggelengkan kepalanya ia kadang aneh dengan sifat asli suaminya, semenjak Nikah sifat yang tertanam dingin di diri Al, kian hari makin meleleh dengan Zahfanya bahkan ia tak malu ingin di manja oleh Zahfa.
Mereka pun duduk di restoran Sunda itu, Zahfa dan Al memesan nasi liwet dengan ayam bakar dan sambelnya tentunya.
"Bang, menurut Abang gimana pendapat Abang tentang omongan Abi?" tanya Zahfa.
ia teringat omongan sang mertuanya beberapa Minggu lalu itu.
" Hm, Abang terserah kamu aja Za lagian nanti kalo kamu udah lahiran Abang mau kasih hadiah buat Dede dan mamahnya" ucap Al.
"Hadiah buat aku bang?" tanya Zahfa antusias.
" Iya sayang, makanya kamu sama calon anak kita harus sehat-sehat ya, aku gamau kalo terjadi apa-apa antara kamu dan bayinya, kalo mau apa-apa bilang ya, apalagi kalo ngidam insyaallah Abang bakal menuhin semuanya, selagi bisa" jelasnya.
" Makasih Abang"ucap Zahfa.
" Untuk omongan Abi, kita pikirkan nanti kalo kamu udah selesai ujian, Abang gamau kamu jadi tidak fokus dalam ujian ini Za" jelasnya lagi.
Zahfa yang mendengarkan penuturan Al hanya tersenyum dan mengangguk, ia tak salah di jodohkan dengan Al, ia sangat bersyukur dan ingin berterimakasih kepada kedua orangtuanya, mungkin kalo saja ia menolak waktu itu ia tidak akan bersama dengan Al saat ini.
__ADS_1
Zahfa selalu ingat dengan perkataan kedua temannya "wanita akan di jadikan ratu dengan pria yang tepat" apakah ini yang di maksud dengan kedua temannya, tak perlu meminta hal yang mewah cukup dengan kasih sayang dan perhatian yang di berikan suaminya membuat Zahfa semakin sayang terhadap suaminya itu.
Jadi cerita ini belum tamat guys, masih ada kelanjutannya, kata aku kalo udah tamat baru aku revisi lagi, sekarang kan belum tamat wkwk oiya, jangan lupa untuk vote rate dan likenya ya, semoga Allah memudahkan segala urusan kalian semua Aamiin