
" Pria sejati itu tidak mengumbarkan kata I Love You, tetapi mengucapkan Qabiltu"
- Muhammad Ali Sanusi
--------------
Hari yang paling di tunggupun telah Tiba, semua orang telah bersiap untuk menyambut sang besan.meskipun acaranya di adakan tertutup tapi acara ini megah, dengan di hadiri para kerabat dekat pak Danil dan pak kiyai Husain. Pak Danil yang sudah siap untuk menyambut kedatangan besan berdiri paling depan dengan memakai jas hitam dan peci, yang memperlihatkan kegagahan nya.
Besanpun datang, Al yang berjalan beriringan dengan pak kiyai Husain dan Bu Laila dan di belakangnya KA Ula dan ka Hasyim beserta para istri tercintanya.
Al sangat gugup sekali panas dingin menyelimuti tubuhnya, lebih baik berhadapan dengan investor besar daripada berhadapan dengan pak penghulu pikirnya.
" apakah nak Al sudah siap?" tanya bapak penghulu
" siap pak" ucap Al padahal dia masih gugup
" tarik nafas dulu Al " ucap pak Danil mengingatkan dengan tersenyum
" jangan gugup dong" goda ka Ula
Ijab Kabul pun di mulai, Semua yang berada di sana tampak terlihat hening dan khidmat, bapak penghulu mengucap ijab Kabul, hanya dalam satu tarikan nafas, Al berhasil mengubah status Zahfa menjadi istrinya hingga semua para saksi berkata " SAH ".
Abi Husain dan Bu Laila meneteskan air mata bahagia, khususnya Abi Husain yang tidak lagi muda bisa melihat anak bungsunya menikah dengan bahagia.
Zahfa yang mendengar ijab yang di ucapkan Al, di dalam kamarpun meneteskan air matanya, hatinya sangat bahagia karena Al mengucapkan nya dengan lantang dan satu tarikan nafas, namun ada rasa sedihnya,karena mulai sekarang Zahfa benar-benar melepas masa lajangnya.
" Baby, Sekarang loh udah jadi milik orang lain" ucap cica
" iya za, kita ga bakalan kumpul-kumpul lagi dong kaya kemaren²" ucap Dea
" kalian tenang aja, pasti gue sempetin buat selalu ada sama kalian" ucap Zahfa
" Udah dong jangan nangis ah, masa hari bahagia Lo nangis sih" ucap cica
" udah cantik juga nih," ucap Dea
" iya mbak, jangan nangis nanti luntur makeupnya,sangat cantik sekali" ucap MUA
" yuk, turun kebawah" ucap cica
dan merekapun turun dengan perlahan menggandeng masing-masing sebelah tangan Zahfa.
Para tamu yang sudah berada di bawah pun terpesona melihat ketiga bidadari yang turun berjalan ke bawah, apalagi melihat Zahfa yang sangat pangling dan cantik.
Dinda yang melihatnya cemberut dan datar, berbeda dengan al, Al yang melihat Zahfa menatap tanpa berkedip
" sangat cantik" gumam Al
__ADS_1
Zahfapun sudah berada di dekat Al,
penghulu pun untuk mempersilahkan mereka untuk mendatangi surat nikah, dan Zahfa pun menyalami al, dan Al pun mencium kening Zahfa, semua yang berada disana bertepuk tangan meriah.
"cantik" bisik Al kepada zahfa.
Zahfa pun hanya tersenyum sendiri karena malu.
semua para undangan menghampiri Zahfa dan Al untuk memberikan selamat kepada mereka.
" Selamat pak bos " ucap Ido sang asisten
" hm" ucap Al
" senyum sedikit Napa " goda Ido
tak lama sahabat Zahfapun datang, siapa lagi kalo bukan cica dan Dea.
" jadi istri yang baik ya" ucap cica
" nanti malem pertamanya kasih tau kita ya" ucap Dea mengedipkan matanya.
Al hanya tersenyum mendengar celotehan teman-temannya zahfa.
" apaan sih" ucap Zahfa malu
" makasih ya" ucap Al
" iya sama-sama bang" ucap cica dan dea.
---------
Tak kerasa waktu telah sore pun tiba, semua para tamu undangan satu persatu telah pulang, dan menyisakan hanya keluarga saja.
mamah Laila pun menghampiri sang pengantin.
" Sayang mending kamu istirahat gih, kasian kayanya udah cape kamu nak" ucap mamah Laila sang mertua tercinta.
" tapi mah" ucap Zahfa,
memang benar dengan perkataan mertua dia lelah, bahkan sangat lelah apa lagi dia yang sedang memakai sepatu hak tinggi.
" yaudah sana, nanti Abang susul kamu za" ucap Al
zahfapun mengaguk dan berjalan meninggalkan mereka menuju kamarnya.
ceklek
__ADS_1
" wah gue pegel nih" ucap Zahfa membaringkan tubuhnya di atas kasur.
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka
ceklek
" ka Dinda?" tanya Zahfa
Dinda pun menghampiri Zahfa yang sedang berbaring itu.
" bahagia? jangan harap kamu akan menikmati semua ini za, karena semua ini hanya sementara" ucap Dinda lalu meninggalkan Zahfa yang sedang bingung terhadap sifat kakanya.
" berarti gue harus berhati-hati" gumam zahfa
Zahfa pun memikirkan perkataan Dinda sampe akhirnya, sampe Al yang masuk pun di hiraukan nya.
" kenapa ?" tanya Al
Zahfa tentu saja kaget di buatnya, apalagi Al yang muncul tiba-tiba
" kapan kesini?" tanya Zahfa balik
" barusan " ucap Al
dan Zahfa pun berniat untuk membersihkan tubuhnya Yang sudah lengket terkena keringat itu.
Zahfa berjalan menuju kamar mandi, Al hanya memperhatikan sikap istrinya yang sudah sah beberapa jam lalu.
" bang aku duluan ya" ucap zahfa.
Al hanya mengangguk dan berkata
" za?" ucap Al
Zahfa menoleh sebelum masuk kamar mandi nya.
" enggak mau mandi bareng?" goda Al
Zahfa hanya tersenyum malu melihat tingkah al, Al hanya tersenyum puas melihat Zahfa tercinta nya.
bersambung ;)
maaf ya kalo sekarang jarang up, soalnya asli pake banget, banyak tugas UAS yang harus dikerjakan, tapi insyaallah kalo ada waktu pasti akan aku up lagi :) doain yah semoga uasnya lancar sampe akhir dan nilainya juga memuaskan pastinya aamiin :)
tapi jangan lupa kasih likenya+ fav+ rat5+ vote yaa :))
salam sayang hehe
__ADS_1