Mantu Kiyai

Mantu Kiyai
Koma


__ADS_3

Setelah Melakukan Pendonoran darahnya, pak Rachman, untuk menginstirahatkan tubuhnya, iapun di minta oleh dokter jangan dulu pulang, karena takut pak Rachman terjadi sesuatu kepadanya, Bu Lia dengan sabar ia akan menunggunya.


Sedangkan Al dan Zahfa setelah makan di kantin merekapun, berjalan kembali menuju ruang ICU, merekapun duduk disana dan menunggu hasil Operasi Dinda.


" mamah Ama ngantuk" ucap Salma.


" Yaudah sini bobo sama papah" ucap Al.


" Pengen sama mamah" rengek Salma cemberut.


" Sini sayang" ucap Zahfa.


" Kamu tidak apa-apa?" tanya Al Khawatir, melihat kondisi Zahfa.


" Enggak" ucap Zahfa singkat, iapun langsung menggendong Salma dan menyenderkan kepalanya ke bahunya.


" Kalo pegel gantian" ucap Al mengingatkan.


" Iya" ucap Zahfa singkat lagi.


Al heran kenapa istrinya menjawab hanya singkat kepadanya.


" Kamu kenapa?" tanya Al heran.


" Abang kenapa?" tanya Zahfa balik.


" Udah ah" ucap Al tidak mau memperpanjang percakapannya takut akhirnya akan terjadi perdebatan.


" Mana mamah ya sama ayah" ucap Zahfa.


" Mungkin mereka lagi di ruangan buat donor darah" ucap Al.


Zahfapun menguap, jujur ia sangat lelah apalagi sekarang Salma sudah tidur dalam gendongannya.


" Sini biar saya yang gendong, Salma udah tidur ini" ucap Al.


Zahfapun memberikan Salma kepada Al, tak lama datang Bu Lia dari lorong rumah sakit.

__ADS_1


dan menghampiri mereka.


" Kalian abis dari mana?" tanya Bu Lia.


" Kantin mah" ucap Zahfa.


" Ayah mana?" tanya Zahfa lagi.


" Ayah sedang istirahat di ruangan mawar nak" ucap Bu Lia.


tak lama dokter keluar dan para suster.


" Bagaimana dok operasi nya?" tanya Bu Lia.


" Alhamdulillah lancar tapi pasien mengalami masa kritis Bu" ucap Dokter itu.


" Sampai kapan dok?" tanya Zahfa.


" Semoga aja tidak lama, saya tidak bisa menentukan" ucap Dokter itu.


" Baik dok terima kasih" ucap Bu lia.


" Kalo begitu saya permisi Bu" ucap dokter itu.


 


Dindapun ternyata sudah di pindahkan ke kamar VIP, karena Al yang memesannya, dan itu adalah permintaan Zahfa. Meski Al, mempunyai rasa Kesal kepada Dinda, tapi iapun tidak boleh egois karena bagaimanapun Dinda adalah kakak iparnya.


" Jadi siapa dulu yang ingin melihat Dinda?" tanya Mamah Lia.


" Mamah saja dulu, biar kami belakangan" ucap Zahfa.


" yaudah,kalo gitu kita duluan ya" ucap pak Rachman, pak Rachman dengan memakai kursi roda karena ia di sarankan jangan terlalu banyak bergerak, Al hasil iapun memakainya hanya untuk sementara.


Zahfa dan Alpun menunggu di luar, perasan Zahfa tak karuan, iapun ingin cepat-cepat menemui Dinda.


Hampir beberapa menit, keluarlah Mamah Lia dan ayah Rachman, iapun mempersilahkan Zahfa untuk masuk kedalam ruangan.

__ADS_1


" Abang" ucap Zahfa.


" Kamu butuh waktu berdua sama kakakmu" ucap Al.


" Tapi kan? " ucap Zahfa terhenti.


" Abang jaga Salma disini saja" ucap Al.


Mamah Lia dan pak Rachmanpun tersenyum mendengar perkataan Al, ia begitu senang mempunyai menantu seperti Al.


Zahfapun mengangguk kepalanya, iapun masuk ke dalam kamar, disana sudah ada Dinda yang terbaring lemas di ranjang, dengan memejamkan matanya, ia tertidur pulas, dengan alat bantuan yang di pasang di beberapa tubuhnya.


Zahfa tersenyum getir, hingga ia tak kerasa meneteskan air mata nya.


" Hai ka" ucap Zahfa.


" Lo, kenapa kaya gini?" tanya Zahfa rendah.


" Kakak gua yang kuat mana?" tanya Zahfa lagi, iapun duduk di kursi dan memegang tangan Dinda.


" Lo tau ka ? aku gak bakalan nyangka kakak yang menculik aku waktu itu" ucapnya.


" Aku kira kakak datang, akan menolongku, tapi apa? harapan aku sebagai adik kakak pupus sudah" ucapnya lirih.


" Aku inget banget waktu kecil kita suka berantem gara-gara rebutan permen lollipop" ucapnya.


" Sebenarnya, waktu itu aku udah punya lollipop di kantong celana di beliin ayah, tapi karena kakak di beliin mamah jadi aku minta punya kakak, dan kakakpun mengalah untuk aku padahal waktu itu aku bohong " Terkekeh Zahfa.


" Kak ayok bangun" ucap Zahfa lirih.


" Sekecewa apapun aku terhadap kakak, rasa sayang akan mengalahkan segalanya" ucapnya.


" Jadi, ku mohon bangunlah, biar mamah ayah enggak sedih lagi"


" Gua sayang sama Lo ka"


.Tangan Dindapun perlahan-lahan bergerak, iapun meneteskan air matanya dengan keadaan terpejam, ia mendengarkan semua kata-kata Zahfa yang terus mengoceh, namun ia sangat susah untuk membuka matanya.

__ADS_1


__ADS_2