Mantu Kiyai

Mantu Kiyai
Panti Kartika Putri


__ADS_3

Aku tau kau pasti mengkhawatirkanku bukan? ini untuk pertama kalinya aku berjauhan denganmu, sungguh buatku takut kehilanganmu. Kau ingat? ketika vespaku mogok, untuk pertama kalinya kau membantuku dengan tulus, semoga saja saat ini, kaupun yang mengeluarkanku dari kekejamannya.


Tak kerasa sudah tujuh jam yang lalu, Zahfa berada di gudang yang gelap itu. Iapun di temani oleh Adnan, Adnan berjaga untuk mengawasi Zahfa dari dalam, sedangkan dua laki-laki lainnya, mengawasi dari luar gudang. Zahfa hanya berbekal tikar kecil hanya untuk satu orang, dan selimut yang tipis, pemberian Dinda tadi siang. Dan bantalpun hanya tas ranselnya yang selalu di bawa ke sekolahnya.


Zahfa meringkukkan badannya, dengan menyelimuti dirinya, ia tak tahan dengan semuanya, tangis ia pun pecah, Adnan yang mendengar tangisan Zahfapun mendekatinya.


" Zahfa Lo gapapa kan?" tanyanya khawatir.


" hiks hiks gue kangen dia" tangis dia pecah


" kangen suami loh?" tanya Adnan


Zahfa tidak menjawab ia terus menangis pilu, ia tak sanggup jika akhirnya akan berpisah dengan Al.


" Udah jangan nangis," ucap Adnan menenangkan agar ia tak lagi menangis.


" hiks hiks hiks Lo ga pernah ngerasain yang gua rasain" ucapnya di sela-sela menangis.


"Iya gua faham, sekarang loh tidur, besok kita ke panti, setelah di panti kita akan merencanakan misi untuk kabur loh" ucap Adnan menenangkan.


Zahfa yang mendengarkan perkataan Adnan langsung mereda tangisannya, ia pasti akan di bantu oleh Adnan pikirnya.


" Loh jangan kemana-mana temenin gua disini" ucap Zahfa di balik selimut.


" okey, sekarang Lo tidur " ucapnya.


---------------


Ayam berkokok lantang membangunkan semua insan yang berada di bumi. termasuk Zahfa, tapi ia masih keadaan tertidur, dengan mata yang masih sembab, dan badan yang masih di selimuti.


" Zahfa Lo bangun" ucap Adnan


" hemm" ucap Zahfa.


" Nanti kakak loh bakal Dateng" ucap Adnan.


Zahfapun membuka matanya, ia melihat sekeliling bangunan itu, dan iapun baru ingat, ia sedang di segap oleh kakaknya sendiri. Zahfa langsung duduk dan melihat ke arah Adnan, Adnan hanya mengedikkan bahunya.


Tak lama Seseorang membukakan pintu gudang itu, terlihat seorang Dinda masuk ke dalam gudang itu dengan pakaian yang sudah rapih dan mengjinjing sebuah tas.


" Cepet kita ke panti sekarang" ucap Dinda sinis.


" Oiya, ini barang dari kamar loh sengaja gua bawa " ucap Dinda.

__ADS_1


" Kalo mamah tau dengan barang²ku hilang di kamar bagaimana?" tanya Zahfa sinis balik


" Gua enggak **** kali, gue maen aman adikku sayang, makanya cepetan" ucap Dinda dingin.


Zahfapun beriringan dengan Adnan di kawal dari belakang oleh beberapa orang bertegap tinggi, ia memasuki mobil hitam milik salah satu dari laki-laki itu. Mobil hitampun melajukan dengan kecepatan sedang, ke arah jalanan kota.


Perjalananpun sudah menempuh hampir dua jam setengah dari perkotaan, namun mereka masih melajukan mobilnya, hingga ia menyusuri hutan yang lebat dan di tumbuhi pohon-pohon yang rindang, dengan Medan jalan yang banyak rusaknya.


Tak lama mobilpun terparkir di sebuah halaman yang luas, dengan menyaksikan pemandangan persawahan yang begitu indah. Merekapun turun dari mobil termasuk Zahfa dan Adnan.


Zahfa melihat kearah sekeliling disana ia tak melihat banyak bangunan, hanya beberapa bangunan itupun baru setengah jadi. Iapun melihat ke arah plang bertulisan " Panti Kartika Putri".


" Jangan harap loh bisa kembali ke kota" ucap Dinda


" Nikmatilah masa mudamu disini" ucapnya


Dindapun dan beberapa pengawal pergi meninggalkan keduanya. Zahfa yang menggendong tas dan masih mengenakan seragam sekolah yang sudah kusut itu, hanya mampu melihat kepergian kakaknya. Iapun menundukkan kepalanya dan menahan untuk tidak menangis.


Seorang wanita paruh bayapun keluar dengan beberapa anak dan wanita itu menggendong anak kecil yang berumuran 4 tahun itu, melihat Adnan Dan Zahfa yang berdiri di depan gerbang itu.


" Adnan" teriak Wanita paruh baya itu, yang bernama Bu Siti, ia adalah pengasuh di pabti Kartika Putri ini.


" Ibu" ucap Adnan dan berlari memeluk wanita paruh baya itu.


Adnan dan Bu Siti yang melihat itupun kaget dan menghampiri Zahfa yang sudah tak sadarkan diri.


" Adnan ini siapa cantik bener" ucap Bu Siti.


" Nanti Adnan jelaskan Bu, sebaiknya kita bawa ke dalam saja" ucap Adnan dan membopong tubuh Zahfa.


Zahfa di baringkan di kamar yang tak luas, tapi memadai untuk tidur beberapa anak Panti, anak panti yang melihat Zahfa pingsanpun, mereka mendekati Kasur Zahfa di baringkan, ada yang bertanya siapa dirinya, ada juga yang memijit kakinya. Anak panti yang hanya tersisa 7 orang itupun merasa khawatir kepada Zahfa, meski mereka belum cukup mengerti tapi mereka faham dengan kondisi Zahfa saat ini.


Adnan dan Bu Siti pun membawa semua anak panti keluar dari kamar, agar Zahfa bisa beristirahat dengan tenang. Lalu Adnan pun menceritakan sedetail mungkin tentang Zahfa, awalnya Bu Siti kaget, bagaimana bisa seorang kakak bisa menyakiti adik perempuannya, setelah di jelaskan oleh Adnan akhirnya Bu Siti pun mengerti, dan sempat tak percaya jika Zahfa sudah menikah menurut Bu Siti Zahfa terbilang masih Remaja, apa ia hamil di luar nikah? tapi tidak mungkin, perutnya saja tidak membuncit pikirnya.


Setelah penjelasan Adnan untuk meminta Zahfa izin tinggal disini kepada Bu Siti sampai kedua orang tua Zahfa ataupun keluarga laiinya bisa menjemput dirinya, tak masalah toh Bu Siti dan anak-anak panti lainnya pasti tidak akan kesepian lagi.


Bu sitipun membuatkan semangkuk bubur dan teh anget untuk Zahfa, karena ia yakin Zahfa belum sempat sarapan. Bu Sitipun masuk ke dalam kamar, dan melihat Zahfa yang masih terbaring lemah di atas kasur dengan keadaan pucat. Tangan Zahfapun bergerak-gerak dan perlahan-lahan ia membuka matanya dan melihat Bu Siti yang berada di depannya.


" Ibu siapa?" tanya Zahfa.


" Nama ibu, Bu Siti, kamu untuk sementara istirahat dulu ya" ucap Bu Siti


" Hmm" ucap Zahfa.

__ADS_1


" Kamu masih bingung kan?, Yaudah kamu makan dulu bubur ini, dan Jangan lupa habisin ya" ucap Bu Siti.


Zahfa melihat bubur dan teh itu nampaknya menggiurkan di tambah lagi dengan perut yang sangat lapar. Zahfapun meraih Bubur itu dan melahapnya.


" Ibu makasih ya" ucap Zahfa


" Maaf merepotkan ibu" ucapnya tak enak hati


" Iya jangan sungkan nak, anggap saja seperti ibumu" ucap Bu Siti


Iapun langsung teringat kepada Al dan keluarganya bagaimana keadaan Al hingga k


matanya berkaca-kaca.


" Jangan nangis, ibu usahain kamu bisa pulang cepet" ucapnya.


" Ibu aku boleh peluk ibu?" tanya Zahfa.


Bu Sitipun merentangkan tangannya dan merekapun saling berpelukan.


" Bubububu" ucap seorang anak kecil yang masuk kedalam kamar mereka dengan menggenggam makanan yang sudah belepotan kemana-mana.


" eh sini sayang" ucap Bu Siti langsung menggendong anak itu, yang bernama Salma, gadis cantik yang memiliki mata bulat dan rambut hitam lebat itu berumur 4 tahun itu, harus rela di tinggal oleh kedua orang tua nya karena mengalami kecelakaan, dan ironisnya semua orang tuanya meninggal di tempat.


" Uh cantik nya namanya siapa?" tanya Zahfa gemas.


" S Alma, ateu ciapa?" tanya Salma balik


" Tanteu Zahfa sayang, sini duduk sama ateu" ucapnya lembut.


" Nak ibu pergi ke dapur dulu ya, kamu maen saja dengan Salma" ucap Bu Siti.


" Ateu maen boneka yuk" ucapnya gemas.


" ayok" ucap Zahfa


Setengah Jampun berlalu, Salma menguap tanda ia mengantuk, dan zahfapun sama dengan Salma terus menguap.


" Ateu bobo yuk" ucap Salma


" ayok" ucap Zahfa.


" peyuk Ama ya" ucapnya.

__ADS_1


Zahfa dan Salmapun tertidur pulas dengan keadaan Zahfa yang memeluk Salma.


__ADS_2