
" Kepedulian sahabat lebih besar di banding apapun"
- Dea
--------
Zahfa menyusuri lorong koridor sekolah, para siswa berlalu lalang kesana kemari. Sesampainya di kelas Zahfa langsung di teriaki oleh sahabat tersayang nya itu.
" Zazaaaaaaaaaaa tantiq" teriak cica
" sini sini sini" ucap Dea
Zahfa pun menghampiri mereka berdua dan langsung duduk.
" ada apa ? " tanya Zahfa
mereka berdua menantap Zahfa dengan heran.
" katanya Lo mau cerita sama kita-kita?" ucap Dea
" yaelah dikira apaan sih?" ucap Zahfa sambil menopang dagunya ke meja
" eh si Maemunah kapan pake Cincin ?" tanya cica
" Maemunah?" tanya Dea polos
" si zaza atuh ih" jawab cica sinis
" eh iya za ko loh pake cincin sih, tapi ini kaya cincin ngiket ya" ucap Dea
" ngiket ?" ucap Zahfa
" ngiket Lo tuh buat di kasih ke om-om" ucap cica sewot.
" maksudnya Dea ngiket tuh tunangan" jelas cica
" kalian berdua tuh berisik banget sih, oke-oke nanti istirahat gua jelasin ke kalian biar kaga ada yang nanya-nanya lagi ya, gue lagi pusing nih" jelas Zahfa
temen-temen Zahfa hanya melongo mendengarkan cerocos Zahfa.
bel pertama masuk pun berbunyi
mereka belajar dengan khusyuk dan memperhatikan guru yang sedang mengajar mereka.
bel tanda istirahat pun berbunyi
ting
" Yee selesai deh pelajarannya" ucap cica girang
" laper nih" ucap Dea cemberut
" laper Mulu nih bawaannya" ucap Zahfa
" yaudah kita ke kantin yuk" ucap cica
" Lo hutang penjelasan kan sama kita-kita?" ucap Dea
" yaudah ayok, kita ke kantin" ucap Zahfa
__ADS_1
dan mereka bertiga pun ke kantin bersama.
di kantin banyak sekali para siswa dan siswi yang ingin membeli makanan, makanya kantin penuh.
Mereka bertiga melirik sebelah kanan dan kiri untuk melihat bangku kantin.
" yah penuh" ucap Dea
" iya nih" ucap cica
di seberang sana ada seorang lelaki yang memperlihatkan gerak gerik cewek bertiga itu dan berteriak
" Zahfa duduk sini" ucap lelaki itu yang bernama Rizky. Yah, Rizky memendam perasaan kepada zahfa, tapi Rizky tidak pernah mengungkapkan nya.
" eh za itu siapa yang manggil kita?" tanya cica
" eh kaya nya gue kenal deh itu namanya Rizky kelas sebelah" ucap Dea
" oh " ucap cica
" Lo mau kesana za?" tanya cica
" daripada makan berdiri hayoh" ucap Zahfa
dan mereka bertiga pun menghampiri Rizky yang sedang makan bakso itu.
" gue ikutan duduk ya" ucap Dea
" iya duduk aja, " ucap Rizky sambil menatap Zahfa
" Lo pesen seperti biasa ?" tanya cica
cica pun menghampiri ibu kantin untuk membeli makanan.
Dea, Zahfa dan rizky pun hening tanpa ada yang bicara dari salah satu mereka.
" thanks ya kita udah duduk disini " ucap Dea
" iya lagian gua juga ini udah beres ko" ucap Rizky, sambil menatap Zahfa dan melihat cincin yang melingkar di jari manis Zahfa
" cincin ?" gumam Rizky
" oiya, za gua boleh minta no loh ga?" tanya Rizky
" buat apay?" tanya Zahfa balik.
" yah kalo lagi butuh aja" ucap Rizky
" iya grup angkatan ada" ucap Zahfa malas"
" oh oke makasih" ucap Rizky sambil meninggalkan mereka.
" kayanya si Rizky suka sama Lo deh" ucap Dea .
dan tak lama cica pun datang dengan menenteng nampan yang berisi bakso.
" makanan datang" ucap cica
dan mereka bertiga pun makan dengan lahap
__ADS_1
" za ayok dong cerita " ucap Dea
" iya gue mau cerita" ucap Zahfa menghela nafas " gue mau nikah 2 Minggu lagi" ucap Zahfa
" What?" ucap Dea dan cica
"sama siapa ?" tanya cica
" bang Al, kemaren abinya bang Al ke rumah gue ngelamar gue dan ini cincin nya" jelas Zahfa
" OMG, kaga nyangka gue" ucap Dea
" jangan keras-keras ih nanti ada yang denger " ucap Zahfa berbisik.
" gue ga mungkin ngecewain orang tua gue," ucap Zahfa lirih "Kemaren Ka Dinda bilang gue ga pantes buat bang Al, ga sebanding sama dia, di luar sana pasti banyak cewek yang ngantri buat bang Al" jelas Zahfa menunduk.
" Bentar- bentar tadi Kaka loh yang bilang begitu ?" tanya Dea
" iya " jawab Zahfa
" kayanya Kaka loh mau manas-manasin Lo deh za, bukannya gue sok tau ya, bang Al tuh milih loh di Banding dia " jelas cica
" masa sih Kaka gue segitunya ke gue" ucap Zahfa
" rasa iri bisa dari mana aja datangnya" ucap Dea
" tumben Lo bener" ucap cica dengan tertawa nya
" Lo sekarang harus hati-hati dulu sama lain Dinda, kita ikutin rencana nya dia dan di akhir kita ungkapin Maslah ini ke orang tua loh, kalo emang bener kata Dinda ada niatan ke gitu" cerocos cica.
" iya makasih ya, kalian huhu" ucap Zahfa
" oiya kalian pokonya kalo aku nikah harus dateng ya, nanti kita ke butik bareng" ucap Zahfa
" pasti dong, masa cahabat gue, mau di anggurin sih kalo nikah haha" ucap Dea
" uuu makin sayang deh" ucap cica.
dan mereka berpelukan bersama.
bersambung :')
A : eh uwe pernah punya sahabat tapi di akhir nya nikung š« semoga aja cahabat² zahfa enggak nikung yah wkwk
N : kasian amat sih hidup Lo Thor wkwk
A : kalo kasian makanya kasih LIKE +
KOMENTARNYA+ VOTE nya yak wkwk
N : ujung² nya ada mau nya nih cqcq
A : kasihanilah author mu ini hikshiks :(
N : iya nanti kita kasih like + votenya asalkan up nya tiap hari yak wkkw
A : asyiapppp BosQ
jangan lupa saling mengasihi dan saling menghargai :)
__ADS_1
Terimakasih :')