
" Kau bukan satu yang kudoakan. Namun percayalah, ada banyak harapan-harapanku ingin menjadi satu, denganmu"
- Al
-------
pagi hari ini Zahfa terbiasa bangun pagi dan bersiap-siap untuk pergi sekolah, akan tetapi di dalam hati kecil Zahfa masih kepikiran yang di bicarakan oleh teman-temannya itu, namun untuk saat ini Zahfa tak terlalu banyak berfikir, biarkan perasaannya kepada Al mengalir seperti air.
Zahfa sudah rapih memakai seragam, menenteng Tote bagnya, dan tak lupa menyemprotkan parfum kesukaannya.
Zahfa mengamati tubuhnya di balik cermin
" hm, gua pantes ga ya sama bang Al" gumam zahfa
Ting
satu pesan chat dari seseorang, lalu Zahfa membuka pesan itu yang berisikan
๐ bang Al
Za, maaf saya gak bisa jemput kamu, tapi setelah pulang sekolah kamu, kita akan membeli cincin.
Zahfa membaca pesan itu dan menghela nafasnya.
------
" Pagi mah, yah, Ka" ucap Zahfa setelah berada di meja makan dan ternyata mereka sudah menunggunya.
" pagi sayang" ucap mamah Lia
" pagi juga nak" ucap ayahnya
" tumben nak Al tidak ngejemput kamu?" tanya mamah Lia
" iya ada urusan mah" ucap Zahfa sambil mengunyah makanannya.
"ck, kasian" ejek ka Dinda tiba-tiba.
" Ga boleh gitu ka, Al mungkin lagi sibuk" ucap mamah Lia
Zahfa hanya menatap kakaknya tajam.
" Oiya, mah yah Zahfa mau pulang telat ya, soalnya bang Al mau ngajakin Zaza beli cincin" jelas Zahfa kepada orang tuanya.
" Iya nak, selagi kamu sama Al, ayah sama mamah gpp ko, lagian kamu ada yang jagain" ucap ayah.
ka dinda yang sedang makan pun tiba-tiba berhenti dan menatap Zahfa dengan tatapan yang tidak suka.
" mah yah Kaka berangkat dulu " ucap ka Dinda.
" kenapa ga dihabisin?" tanya mamah Lia
" udah ga selera " ucap ka Dinda dan meninggalkan meja makan untuk berangkat kuliah.
Zahfa hanya memperhatikan kakaknya yang semakin jauh dari meja makan.
" Yaudah Zaza juga berangkat ya" ucap Zahfa
" biar di antar sama ayah " ucap ayah
" gpp nih yah?" tanya Zahfa
" iya gpp lagian bentar lagi Zaza mau nikah kan" goda ayahnya
" Apaan sih yah". ucap Zahfa malu
" yaudah kita berangkat dulu assalamualaikum " ucap ayah
__ADS_1
" waalaikumsalam" ucap mamah lia.
--------
Setelah sampai di depan gerbang sekolah, Zaza pun pamit kepada ayahnya.
" makasih yah yah, hati-hati " ucap Zaza dan menyalami tangan ayah nya.
" iya sayang dah" ucap ayah dan mengemudikan kembali mobilnya.
Zahfa berjalan masuk ke dalam gedungnya itu dan tiba-tiba
" zahfa " ucap seorang di belakang Zahfa
" iya?" ucap Zahfa sambil menoleh ke arahnya
" bareng ke kelas yok " ucap seseorang itu yang tidak lain adalah Rizky.
Zahfa hanya mengangguk saja, ada rasa risih dengan tatapan Rizky kepadanya, mereka berdua hening, tak ada yang memulai pembicaraan sampe berhenti di depan kelasnya zahfa .
" thanks" ucap Zahfa
" iya, eh pulang sekolah jalan yuk" tanya Rizky
" sorry gue ada janji" ucap Zahfa
" yah" ucap Rizky, dengan nada kecewanya.
" gue ke dalam kelas ky" ucap Zahfa meninggalkan Rizky
Zahfa duduk di bangkunya dan ternyata temen-temen Zahfa sudah ada terlebih dahulu.
" cie, bareng sama Kiki" ucap Dea
" gobleh gitu de, lagian dia udah punya orang" ucap cica menimpali
" awas Lo kepincut sama dia za," ucap cica
" nggak bakalan kalian tenang aja" ucap Zahfa santai.
dan mereka pun belajar sampe dengan akhir pembelajaran.
--------
Parkiran
Seseorang telah menunggu zahfa dengan bersandar ke arah jok dan mengamati satu persatu para siswa, yah dia adalah al. Al dan Zahfa sudah berjanji akan membeli cincin untuk pernikahannya.
" gue duluan ya" ucap Zahfa kepada dua temannya
" iya sayang by ati-ati" ucap Dea
" by" ucap cica
dan merekapun berpisah di parkiran.
Zahfa berjalan kearah mobil hitam, dan Al membuka kan pintu mobilnya. Zahfa pun masuk dan duduk di samping Al
" udah lama?" tanya Zahfa
" lumayan" ucap Al
dan Al pun menjalankan mobilnya.
Rizky yang sedang memerhatikan Zahfa masuk Mobil pun mengepalkan tangannya dengan tatapan marah.
( saingan nya om-om yak, kalah cepat si rizky๐)
__ADS_1
-----
Di sebuah mall yang sangat besar, mereka berjalan dengan santainya banyak yang menatap Al dengan tatapan suka dan kagum, Zahfa yang sedari tadi memperhatikannya sedikit jengkel dan menarik tangan Al.
Al kaget? iya, dengan reaksi Zahfa, dan Al tersenyum sendiri Melihat calon istri nya yang begitu kesal namun sangat menggemaskan bagi al.
" Mau yang mana " tanya Al
" bingung" ucap Zahfa cemberut
" mbak, tolong perlihatkan semua desain cincin yang ada disini" ucap Al
Zahfa hanya melongo saja
dan mbaknya memperlihatkan semua desain cincin yang ada di toko perhiasan itu.
" mau yang mana Zahfa ?" tanya Al lagi
Zahfa tidak menjawab pertanyaan Al, dia terus memilih cincin yang bagus untuknya, padahal Zahfa dan al, sudah hampir satu jam di toko perhiasan itu, tapi Zahfa belum menemukan cincin yang cocok untuknya.
Al pun harus sedikit bersabar dengan calon istri kecilnya itu dan pelan-pelan Al mengusap kepala Zahfa
" Zahfa zahratunissa Rachman mau yang mana ?" tanya Al sekali lagi dengan menekankan nama Zahfanya.
" eh hehe" ucap Zahfa cengengesan polosnya.
mbak-mbak yang berada di situ pun ikut tersenyum, melihat pasangan yang konyol itu.
" masih bingung?" tanya Al lagi
" iya " ucap Zahfa
" Yaudah mbak bungkus semuanya aja" ucap Al dengan entengnya
" Apaan sih bang, kebanyakan tau, dikira cincin ini pecel lele gitu" ucap Zahfa dengan cemberut nya.
" kan kata kamu,kamu bingung milihnya yaudah saya Bungkus semuanya aja" ucap Al
" ish, yaudah Zaza milih yang ini aja" ucap Zahfa menyodorkan cincin yang di Kelilingi berlian kecil.
" wah ini sangat cocok untuk Ade nya" ucap mbaknya
Zahfapun tersenyum dan Al yang melihat senyuman Zahfa pun merasa gemas sendiri.
setelah berbelanja cincin merekapun bergegas untuk pulang karena hari semakin sore.
" bang Al " ucap Zahfa
" makan di rumah aku ya" ucap Zahfa
" tapi ?" ucap bang Al
Bersambung :"))
A : pengen dibeliin cincin atuh:'(
N : iya nanti di beliin yak WKWK
A : asyikkk, awas boong yak
N : cincin batu akik wkwkw
A : dikira gue mbah-mbah apaan yak๐ vote komen sama likenya aja dah gue mah udah cukup WKWK
N : siap deh, yang penting rajin up yak wkwkk
A : asiafff ๐
__ADS_1