Mantu Kiyai

Mantu Kiyai
Berkunjung


__ADS_3

Setelah kejadian penculikan yang melibatkan Zahfa, iapun sudah seminggu ini belum mengabari ayah bersama mamahnya, dan iapun tidak tahu bagaimana kondisi Dinda, apakah ia baik-baik saja ataukah ia sebaliknya. Dan hari ini merekapun berniat untuk mengunjungi rumah mamah Lia dan ayah Rachman, mereka akan memperkenalkan Salma sebagai cucu dan nenek kakek.


" Yang, beneran kita mau ke rumah mamah?" tanya Al.


" Ayok, kita kenalin Salma pada mamah sama ayah" ucap Zahfa yang sedang memoleskan sedikit make up.


" Saya cuman khawatir sama keadaan kamu Zahfa" ucap Al.


" Ko, aku sih yang di khawatirkan? bukannya, abang ya yang baru sembuh" ejek Zahfa.


" Mamah papah Ama Udah tantik" ucap Salma yang sudah berdandan cantik bak peri kecil.


" Oh, sayang papah, sini" ucap Al.


Alpun menempati janjinya kepada Salma, beberapa hari yang lalu, setelah ia sembuh dari demamnya iapun pergi berbelanja bersama Zahfa dan Salma, ia membelikan semua kebutuhan dan keinginan Salma, termasuk Salma ingin membeli boneka beybienya, Iapun membelikannya dengan senang hati, bahkan ia tak segan-segan untuk memborong semua mainannya.


" Pah, yuk Mamah juga udah siap" ucap Zahfa.


Merekapun turun dengan mengunakan lift apartemen, mereka masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir disana, Al yang menyetir, dan Zahfa duduk di samping Al, sedangkan Salma ia lebih memilih duduk di pangkuan Zahfa.


" Za, emang ga berat Salma duduk terus di pangkuan kamu?" tanya Al, yang sedang fokus menyetir.


" Papah, Ama enggak beyat ko" ucap Salma.


" Enggak bang, tapi kenapa ya pinggang aku terasa pegal, padahal aku kalo gendong Salma biasanya enggak kenapa-kenapa tuh" ucap Zahfa.


" Yaudah, Ama turun ya kasian mamahnya, Ama duduk di pinggir mamah aja cukup kan?" tanya Al.


" Yaudah deh" ucap Salma cemberut.


Salmapun beralih duduk di pinggi Zahfa.


Zahfa yang terasa pinggangnya pegal terus mengelus- elus pinggangnya.


" Masih pegal Za?" tanya Al.


" Ah, enggak ko" ucap Zahfa mengelak.

__ADS_1


Sudah hampir setengah jam, iapun sampai di tempat rumah mamah Lia, rumah yang masih sama seperti beberapa bulan kedepan, hanya ada sedikit perubahan di bagian taman itu, mamah Lia ternyata memperluas taman itu.


" Sini biar papah gendong" ucap Al, yang sudah turun dari mobil, dan di susul oleh Zahfa. Merekapun berjalan menuju pintu depan.


" Assalamualaikum" ucap mereka.


" Waaalaikumsalam" ucap wanita paruh baya yang tak asing lagi suaranya. dan membukakan pintu rumahnya.


" Ya Allah anak mamah si bungsu, mamah kangen nak" ucap Mamah Lia terharu.


Mamah Liapun memeluk Zahfa, begitupun juga dengan Zahfa, ia sangat merindukan mamahnya apalagi dengan masakan-masakan nya.


" Mamah sehat?" tanya Zahfa.


" Alhamdulillah sehat, mamah sama ayah sama Dinda lagi makan bersama" ucap Mamah Lia.


Al dan Zahfapun saling melirik satu sama lain, mereka mengira bahwa Mamahnya belum mengetahui penculikan Zahfa.


" Oh, ini siapa cantik bener" ucap Mamah Lia greget.


" Oiya, Mah kenalin anak aku, Salma, Ama kenalin ya Tante ini Oma kamu sayang" ucap Zahfa kepada Salma..


" Hallo Oma" ucap Salma.


" Hay, sayang sini Oma gendong ayok masuk" ucap Mamah Lia.


Merekapun masuk kedalam rumah, dan melihat Ayah Rachman dan tentu ada Dinda di sana sedang makan, ia terus fokus makan hingga tak menghiraukan bahwa ada Zahfa disana, Al menggenggam tangan Zahfa, ia takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan apalagi menyangkut istri kecilnya itu.


" Wah ada siapa itu?" tanya ayah Rachman.


" Ayah, Zahfa kangen" ucap Zahfa.


Dinda yang sedang fokus makanpun langsung tersedak, ia cepat-cepat minum dan melihat ke arah Zahfa, betapa terkejutnya, ia langsung menjatuhkan sendok yang ada di genggamannya. Ia heran, kenapa bisa Zahfa berada disini, bukannya ia sudah membuangnya ke panti asuhan yang terpencil, dan bahkan ia maen aman, apalagi terhadap ke dua orang tuannya.


" Dinda, kamu kenapa terkejut?" tanya Mamah Lia, yang sudah duduk di meja makan dan di susul oleh Zahfa dan Al.


" Ah tidak, mamah ayah, aku tidak apa-apa, aku ingin ke atas dulu sebentar ya" ucapnya.

__ADS_1


" Loh, enggak bakal salaman ke adik kamu?" tanya Mamah Lia heran.


" Ah iya, hey adik gua yang paling gua sayang apa kabar?" ucap Dinda menekankan kata sayang nya.


" Baik ka" ucap Zahfa pura-pura tersenyum manis.


" Mah aku ke atas dulu ya" ucap Dinda.


iapun berlari menuju kamarnya, ia sebisa mungkin menutupi rasa kegugupannya, ketika melihat Zahfa dan Al, iapun mengunci kamarnya, dan mengurung diri di kamar.


" Mamah kenapa ka Dinda?" tanya Zahfa memancing Mamahnya.


" Semenjak seminggu yang lalu, ia menjadi beda Za, mamah juga gak tau kenapa, ia sering mengurung diri di kamar, menyibukkan diri sendiri, entahlah" ucap mamah Lia.


" Oh gitu" ucap Zahfa.


" Mending kita makan, eh siapa ini cantik banget" ucap pa Rachman, melihat ke arah Salma.


" Hallo opa, namaku Ama, aku anak papah mamah" ucap Salma imut.


" Uh sayang, makan yang banyak ya" ucap Pak Rachman.


Merekapun makan bersama, Zahfa dan Alpun ia makan begitupun dengan Salma, ia makan dengan sangat lahap dengan di suapi oleh mamah Lia. namun, suara ketukan pintu terdengar diantara mereka.


" Siapa yang bertamu yah?" tanya mamah Lia.


" ayah juga gak tau" ucap pak Rachman acuh.


" Palingan tukang koran keliling" jawabnya lagi.


" Yaudah, biar Al aja yang buka pintunya" ucap Al.


Alpun berjalan membuka pintunya, ia pun kaget siapa yang datang menjadi tamunya, dan tak pernah terpikirkan sedikitpun.


hallo, maen tebak-tebakan yuk :")


Jadi, menurut kalian siapa yang datang? Hayok haha, kalo mau cepet up, tong hilap vote rating fav likenya, di tunggu pisan ini mah ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2