
Seseorang telah bersandar pada dinding kasurnya, ia sangat prustasi kepada dirinya sendiri, ia semakin ingin untuk menghancurkan kebahagiaan seseorang, karena obsesi untuk memilikinya sangat tinggi. Yah, siapa lagi kalo bukan Dinda Aulia Rachman.
"Arghhhhhhh, kenapa sih selalu dia, dia dan diaaa" Teriak Dinda di kamar, ia ingin sekali bisa melenyapkan sang adiknya.
" Ya Tuhan, kenapa hidup gue kaya gini hiks hiks hiks" Tangis Dinda pecah.
Iapun mengamati seisi kamarnya, lalu terlintas ide buruk untuk menghabiskan sang adik.
" Apa gue culik aja ya dia?" tanyanya.
" Jangan di culik deh" ucapnya sambil mengamati atap-atap kamarnya sendiri.
" Gua bakalan jadiin dia budak sex aja" Ucapnya seringai.
" Lagian Abang Al pasti belum nyentuh diakan?" tanyanya dengan berfikir.
"Tapi kalo mamah sama ayah tau gimana?, gue bakalan di usir dari rumah" Ucapnya lagi.
ia pun berdiri kesana kemari untuk merencanakan sesuatu yang menurutnya tidak di curigai.
Lalu iapun mengambil ponselnya dan menelpon seseorang yang berada di sebrang sana.
" Hallo" Ucapnya
" Ada apa?" tanyanya di sebrang sana.
" Gue butuh bantuan loh" Ucap Dinda
"Bantuan apaa?" tanyanya kembali, ia adalah Mela teman terdekatnya Dinda.
"Tunggu di cafe xxx gua kesana" Ucap Dinda mematikan teleponnya sepihak.
Mela menghela nafasnya berat, ia sangat tahu pasti ini menyangkut tentang adik Dindanya itu, ia sekarang tak bisa apa-apa, karena dari awal Mela sudah memberikan beberapa ide untuk Dinda, mau tak mau iapun akan terlibat.
-----
" Mah, yah Dinda berangkat dulu" Teriak Dinda
" Mau kemana?" suara yang ia sayangi, siapa lagi kalo bukan mamah Lia, ia pun tersenyum menatap sendu wajah sang anak sulungnya.
" Mau ke cafe" Ucapnya
__ADS_1
" Ini kan udah sore Dinda" Ucap Mamah Lia mengawasi gerak gerik sang anaknya.
"Mau ketemu temen mah, lagian sebentar ko dah mah" Ucapnya Dinda terburu-buru, karena ia takut Mela akan menunggunya.
" Yaudah hati-hati" ucapnya
Dindapun berjalan keluar Perkarangan rumahnya, ia sengaja memakai Motor agar lebih cepat sampai.
Mela yang ternyata sudah sampai duluanpun memilih duduk di paling pojok dengan meminum jus kesukaannya.
"Mel" Ucap seseorang
Melapun menoleh ke arah suara yang tak asing itu.
" Nungguin gua lo lama ya" Ucapnya kembali.
" Ah enggak ko" Jawabnya santai.
" Sini din, duduk" Ucapnya kembali.
" Pesen dulu minuman atau makanan biar nyantai" kekeh Mela.
Lalu pelayanpun mendatangi meja yang ditempati Dinda untuk menanyakan apa saja yang akan ia pesan.
" Baiklah" Ucap salah satu pegawai dan meninggalkan mereka berdua.
" Kenapa loh?" Tanya Mela
" Gua bingung" ucapnya terhenti
" Pasti gua yakin, ini tentang adik loh itu?" tanya Mela selidik.
" Iya hem, Gua perlahan-lahan ingin menghancurkan kebahagiaan dia" Jelas Dinda.
" Di satu sisi gua takut bakal kena akibatnya nanti, tapi di satu lain juga, gua gak mau kalah sama dia Mel" Jelas Dinda
"Tapi kan dia tuh adik sah biologis loh Din" Jawab Mela
" Gua rasa jangan maen Api kalo loh gak mau kena akibatnya" ucapnya kembali.
" Ko loh jadi gini sih Mel?" tanya Dinda
__ADS_1
" Gini kenapa? gua fine- fine aja" Ucapnya
"Lah kemaren pas gua ceritain di kampus lu semangat bakal bantuin gua, tapi kenapa sekarang jadi gini" cerca Dinda dengan kesal
"Emang gua kemaren kaya gitu, karena gua" ucapnya.
Ucapan Mela terhenti karena pelayan, membawakan makanan ke arah meja mereka.
" Silahkan di nikmati mbak" ucap pelayan sopan dan merekapun mengangguk kepalanya bersamaan.
" Kenapa?" tanya nya sinis
" Engga papa Din, lu tuh ya sensian banget jadi orang" ucap Mela yang sedikit kesal dengan tingkah laku Dinda.
" Yaudah, mending bantuin gua gimana caranya ngehancurin Ade gua sendiri" jelas Dinda.
"Sorry, kalo masalah gini gua gak bakalan ikutan ya" ucap Mela.
" Kenapa loh?" tanya Dinda.
" Gua ngerasain gimana punya adik walaupun dia laki-laki, gua sayang sama dia, walaupun dia menurut gua menyebalkan, apalagi dia satuan-satunya keluarga gua yang ada, setelah mamah papah gua pergi, gua jadi gak tega berbuat sesuka hati gua ke dia" Jelas panjang lebar Mela.
" Lu gak pernah ngerasain yang apa gue sekarang rasain Mel, hidup di tengah-tengah mereka yang kadang tak pernah melihat gua, kalo Ade gua minta apa-apa, pasti langsung di beliin sama orang tua gua, sedangkan gua, kalo mau beli sesuatu aja, kadang orang tua gua berfikir dulu" ucap Dinda dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Hidup itu keras Din, ada kalanya Lo bakal di bawah dan saatnya Lo bakal di atas, so jangan pernah nyia-nyiain waktu, kesempatan loh buat menjadi lebih baik ada di depan mata, tunjukkin semuanya agar mereka tahu, termasuk orang tua loh, bahwa Dinda yang ada di hadapan gua sekarang itu Dinda yang kuat bukan Dinda yang lemah lagi" jelas Mela.
" Gua kesini tuh buat nyari solusi gimana caranya ngehancurin Ade gua, bukan malah curhat kaya gini" tandas Dinda.
" Gua cuman ngasih tau ke loh Din, karena gua sayang sama loh sebagai sahabat" ucap Mela.
" Ah dasar temen gak guna" gerutu Dinda kesal
" Yaudah kalo loh gak mau ikutin rencana gua, yaudah gua ga maksa ko Mel, tapi gua punya rencana sendiri ko tanpa harus melibatkan kalian juga "Jelas Dinda.
" Lo tuh punya kepribadian ganda bukan sih? dikit-dikit Lo melow, dikit-dikit Lo sadis heran gua" ucap Mela dengan bingung melihat sikap sahabatnya yang selalu berubah-rubah.
" Ah apapun itu, keputusan gua gak bakalan di rubah, gua perlahan-lahan akan ngehancurin hubungan Ade gua dengan bang Al" Ucap Dinda dengan senyuman liciknya.
" Terserah loh deh" ucap Mela mengalah, karena percuma menasihati sahabat nya tak akan pernah mempan, karena ia sangat keras kepala.
Hallo selamat malam pecinta Dunia halu, jangan lupa untuk Vote rating fav dan likenya yaa :") oiya, dan jangan lupa mampir ke ceritaku yang " Aku yang dijual" plessss kasih vote likenya jugaa yaa :")
__ADS_1