Mantu Kiyai

Mantu Kiyai
Map Coklat


__ADS_3

Setelah kejadian penculikan Adiknya, Dinda berusaha untuk tidak malu di depan-depan orang, termasuk keluarganya, pak Rachman dan Bu Lia. Apalagi di kampus sudah menyebar gosip yang menyebutkan Dinda sebagai kakak yang tak sayang kepada adiknya. Mela, sebagai teman. Selalu menemani Dinda ia berusaha menguatkan sahabatnya itu. Dinda hari ini berencana akan mengatakan tentang kepergiannya yang akan di lakukan dua hari lagi. Setelah merenungkan beberapa hari beberapa yang lalu, ia akan memutuskan untuk pindah ke kampus yang berada di luar negeri, sebenernya Dinda mengikuti beasiswa secara diam-diam, dan hasilnya sangat membahagiakannya. Untuk itu ia akan mejalani hidup barunya. Karena, Ia tak mau menjadi bully an ataupun di cemooh oleh orang-orang sekitarnya, jika ia masih berada di kampus sebelumnya.


Mamah Lia dan pak Rachman, kini mereka sedang berbincang-bincang di ruang tamu, entah apa yang di bicarakan nya. Sampe Dinda menghampiri mereka, dan iapun ikut duduk di dekat mereka.


" Kenapa sayang?" tanya Mamah Lia, melihat reakssi wajah Dinda.


" Bicaralah" ucap Pak Rachman, yang seakan mengerti dengan tatapan anak sulungnya.


" Mah yah aku ingin bicara dengan kalian" ucap Dinda, sebenernya ia sangat gugup, ia takut pada akhirnya orang tuanya tidak mengizinkan untuk kepergiannya.


" Ada apa sayang, biasanya kamu tidak seperti ini?" tanya mamah Lia kepadanya.


Dindapun menyodorkan sebuah map berwarna coklat, ia memberikan map itu kepada mamah Lia.


" Sayang ini apa?" tanya pak Rachman yang begitu penasaran.


" Mamah ayah jika kalian penasaran, maka buka lah map itu" tunjuk Dinda kepada map yang sudah di berikan nya.


Mamah Lia pun dengan perlahan-lahan membuka map coklat itu, dan mengeluarkan beberapa kertas yang sudah tertera disana.


"Formulir Beasiswa?" gumam Mamah Lia dan pak Rachman bersamaan

__ADS_1


" Tolong jelaskan semua ini nak" ucap pak Rachman.


" Sebenernya Dinda secara diam-diam sudah mengikuti beasiswa mah yah di Negeri Kanguru, Dinda ingin memperbaiki semuanya, kejadian masa lalu membuat Dinda berpikir keras, ternyata apa yang di lakukan Dinda benar-benar kesalahan fatal"


" Tapi kenapa kamu baru cerita sekarang Din" ucap mamah Lia.


" Karena aku tau, bahwa mamah dan ayah tidak akan mengizinkanku untuk pergi, makanya setelah pengumuman beasiswa itu dan Dinda berhasil menjadi salah satu yang orang mendapatkannya, Dinda baru ngasih tau mamah ayah, maafkan Dinda" ucapnya.


" lalu bagaimana kampus mu yang lama?" tanya pak Rachman.


" Tenang yah, Dinda sudah mempersiapkannya"


" Jadi kapan kamu akan berangkat?" tanya mamah Lia penasaran.


" Ayah dan mamah belum bisa menentukan kamu di izinkan apa tidaknya Dinda, kamu khawatir kamu disana tidak mempunyai teman sebaya, apalagi di negeri orang" jelas pak Rachman.


" Resikonya pun sangat tinggi, jadi kami berdua butuh waktu untuk mendiskusikan hal ini"


" Aku harap jawaban mamah ayah akan sesuai dengan harapanku" ucapnya.


" Terimakasih nak, sudah jujur kepada kami" ucap Mamah Lia.

__ADS_1


" Terimakasih kembali mah, sudah mau memaafkan kesalahanku" ucapnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Bagaimanapun juga kamu adalah darah daging mamah dan ayah" ucap mamah Lia tersenyum.


" Dinda boleh peluk mamah ayah?" tanya Dinda.


" Sini sayang" ucap mamah Lia.


Dindapun menghamburkan kedalam pelukannya kedua orangtuanya, iapun menumpahkan segala keluh kesahnya dengan air matanya, seberapapun besar ujian yang kita hadapi, pelukan orang tua lah yang selalu menenangkan.


"Dinda sayang mamah sama ayah" ucapnya dengan bergantian memeluk mereka.


" Ayah juga sayang kepada kamu sama Zahfa" ucap pak Rachman.


" Udah ah Jangan nangis, anak mamah jangan cengeng harus kuat" terkekeh mamah Lia.


" Ini tuh nangis terharu mamah" ucap Dinda tersenyum.


" Anak mamah bisa aja nih" goda mamah Lia.


"Apapun hasilnya percayalah, semesta akan ikut meridhoi nya, aku yakin itu. " bathin Dinda

__ADS_1


Hallo, maapkan saya baru update lagi karena Minggu awal-awal ini aku sibuk kuliah.


Oiya, kalian mau ngomen apapun sama cerita ini terserah, mau jelek ataupun bagus, kalian juga yang bisa menilai, karena jujur aja aku gak tau bakal udah setahap ini, yang baca, ceritaku. Untuk yang selalu menyemangati aku terimakasih untuk kalian, sudah mensupport sejauh ini❤️semoga Allah selalu membalas kebaikan kalian❤️


__ADS_2