
Hari yang ditunggu-tunggu dimana semua anak SMA melepaskan masa-masa SMA nya yang telah usai, hari ini akan di adakannya kelulusan untuk SMA Darma Bangsa, semua para wali murid di undang oleh pihak sekolah dan semua para murid di wajibkan memakai kebaya untuk wanita, dan jas untuk para pria.
Zahfa sudah sangat cantik dengan memakai kebaya yang elegan, dan Al memakai baju yang senada dengan Zahfa. Hari itu juga keluarga mamah Lia Rachman akan hadir untuk menghadiri acara kelulusan putri bungsunya, karena ia juga rindu dengannya karena sudah lama tak berjumpa Dengannya.
"Wah si neng cantik pisan" ucap Bi Wati melihat Zahfa yang pangling. Karena ia memang jarang sekali ber-make up, memakai make up pun terhitung beberapa kali, yang pertama pas akad nikah bersama Al, dan yang. kedua kalinya sekarang kelulusan SMA nya.
Zahfa pun hanya tersenyum, Bi Wati mengucapkan pujian terhadapnya, bahkan ia sedari tadi pun, merasa bukan dirinya saat ini Al hanya tersenyum memandang sang pujaan hatinya itu, ia tak sia-sia menyewa MUA yang sudah terkenal, padahal Zahfa sempat menolak namun Al tidak menerima penolakan.
" Ayo kita berangkat" ucap Al, ia menggandeng tangan sang istrinya.
Dan Bi Wati menuntun Salma di belakang, Salma semakin hari semakin pintar dan mandiri ia tidak mau di repotkan untuk hal kecil apapun termasuk Bi Wati, Ia hanya menjadi pengawas Salma saja, jika Salma ingin mengerjakan atau melakukan sesuatu.
Mereka berempat masuk ke dalam mobil sport yang mewah, dan Al pun melajukan mobilnya dengan tenang.
Sesampainya disana ia memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah, disana sudah banyak murid yang berpakaian jas dan kebaya ada juga adik kelas mereka yang ingin melihat mereka Lulus dan mengucapkan kata selamat untuk Kakak kelasnya itu.
Al turun dari mobil dan membukakan pintu mobilnya, Zahfa segera keluar dari mobil itu semua yang berada disana kagum melihat Zahfa dan Al yang nampak serasi.
Zahfa berjalan untuk memasuki gedung utama yang akan di adakan acara kelulusan itu, disana sudah banyak para orang tua yang menunggu kelulusan anaknya. Zahfa mencari kursi yang kosong, ia melihat kursi yang kosong paling depan dan disana juga sudah ada kedua temannya. Zahfa duduk disana tanpa permisi, dan kedua temannya langsung kaget bahkan ia hampir tak mengenali wajah Sang sahabatnya itu.
" Lo ngapain ngeliatin gua kaya gitu" ucap Zahfa ketika sudah duduk.
"Ini Zahfa kan? serius?" ucap Dea heboh.
" gua ga nyangka istri Al cantik banget" terkekeh Cica.
"Hari ini tuh lu pangling banget, cantik banget ga keliatan lagi hamil pula" ucap Dea tersenyum.
" gue sengaja pake kebaya yang aga gedean takut orang-orang pada gibahin gue" ucapnya.
" gpp di gibahin yang penting lu punya suami kan" terkekeh Cica.
" Selamat siang, yang saya hormati para donatur sekolah SMA Darma Bangsa, yang saya hormati para guru yang telah berjasa membimbing para muridnya hingga berhasil, dan saya hormati para wali murid yang sudah berkenan hadir untuk acara kelulusan ini, dan tak lupa anak-anak kelas 12, yang sudah lulus yang bapak cintai, bapak disini tidak akan lama untuk berpidato hanya saja, bapak terharu dan bangga atas pencapaian kalian hingga detik kelulusan ini, semoga kalian bisa meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi dan bisa mengharumkan nama baik SMA kita ini, mungkin hanya itu yang dapat bapak sampaikan semoga kita semua di berikan kesehatan, panjang umur dan bisa bertemu kembali" ucap pak kepala sekolah panjang lebar.
Gemuruh tepuk tangan menghiasi seluruh penjuru ruangan, dan acara itu di lanjut oleh MC dengan pembagian hadiah dan piagam bagi siswa yang berprestasi. semua orang nampak tegang, siapa yang akan menduduki juara pertama pada acara kelulusan kelas 12 ini. dan MC pun memanggil satu nama.
" Siapa kah yang akan menjadi juara pertama pada acara kelulusan ini dengan hasil nilai yang sangat memuaskan, dan juara pertama jatuh kepada Zahra Zahratunissa Rachman anak dari bapak Danil Rachman silahkan maju ke atas panggung dan memberi sepatah dan dua patah kata sebagai simbol sambutan" ucap MC.
Zahfa yang di panggil pun langsung kaget, ia tak menyangka akan menjadi juara pertama dengan hasil yang memuaskan pada kelulusan nya, gemuruh tepuk tangan semakin ricuh saat Zahfa berjalan ke arah podium yang berada di depan, dan kedua temannya tak kalah heboh untuk menyemangati nya. Al yang berada di sana pun sebagai wali murid Zahfa tersenyum bangga kepada-nya, Zahfa tak sia-sia belajar tiap hari Agar mendapatkan nilai yang memuaskan pikirnya.
" Halo semua, Saya disini Zahfa Zahratunissa Rachman, terimakasih saya sangat bersyukur kepada Allah SWT tak lupa kedua orang tua saya dan juga guru-guru yang selalu membimbing saya hingga saya bisa menginjakkan kaki atas panggung ini dengan di tonton oleh ribuan orang, terimakasih kepada para sahabat saya, yang selalu support saya, dan terimakasih juga terhadap orang yang paling saya sayang, tanpanya saya tidak akan berdiri disini" ucap Zahfa melihat Al yang sedang tersenyum kearahnya.
" Saya hanya ingin memberi satu pepatah kepada kalian, belajar lah walaupun sampai ke negeri Cina, mungkin pepatah ini sudah tidak asing bagi kalian, tetapi segimana pun kita ingin sukses, dengan belajar lah pasti akan mudah untuk di raih mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan terimakasih" ucap Zahfa mengakhiri pidatonya. Para penonton terkagum-kagum melihat Zahfa yang berpidato tadi, dan para penonton pun bertepuk tangan.
Acara kelulusan pun telah selesai, semua orang sudah berada diluar gedung utama tadi, Zahfa kini sudah berada di luar bersama teman-temannya ia melakukan sesi Poto dengan berbagai macam gaya, agar bisa di abadikan suatu saat nanti.
__ADS_1
"Zahfa" ucap seseorang yang sudah membawa sebuah kado dan sebuket bunga yang berisi uang tersebut.
" Abang" ucap Zahfa kaget.
" jangan manggil Abang dong" goda Cica.
" Panggilnya Mas aja" ucap Dea.
"Mas Al" ucap nya kembali, dan sahabatnya pun tersenyum.
" Selamat sayang, mas bangga sama kamu" ucapnya ia pun menciumi kening kepala istrinya, dan Zahfa malu setengah mati disana ia tak sendirian ada temannya bahkan beberapa orang yang sedang sesi Poto.
" nih, kado dari mas tapi jangan dulu di buka nanti aja setelah pulang" ucapnya lagi.
" Terimakasih mas" ucapnya terharu.
" Mamah selamat" ucap Salma ia menghampiri mamah tercinta nya ini dan memberikan sebuah buket bunga yang cantik.
" anak mamah pinter Banget ya" ucapnya tersenyum.
" ini untuk anteh Dea sama anteh Cica" ucap Salma iapun memberikan Satu persatu buket kepada kedua teman Zahfa.
" wah Ama tau, kita suka buket bunga ya" ucap Dea.
Semua yang berada di sana bee gembira, tiba-tiba Senyum Zahfa semakin merekah karena kehadiran kedua orang tuanya yang sangat rindukan, Bu Lia pun tersenyum ke arah anak bungsunya, dan memeluknya secara erat.
" Apakabar nak? gimana kondisi kamu baik? " tanya bu Lia di sela pelukannya.
" Mamah aku baik, aku kangen kenapa mamah engga nengok aku sih, kalo cuman telpon sama video call, engga bikin kangen aku kurang" ucapnya cemberut.
" Bumil ga boleh cemberut, inget ini lagi hari bahagia mu sayang" ucap pak Danil Rachman.
" Maaf kan mamah sama papah ya, kita kemaren sibuk, tapi ini sekarang kita ada di Deket kamu ko" ucapnya Bu Lia.
" Selamat atas kelulusan dan juara pertamanya, papah bangga, pasti bayi kamu juga bangga ya" ucap pak Danil.
" Selamat yah sayang, ini ada kado dari mamah sama papah" ucap Bu Lia ia memberikan kado itu kepada Zahfa.
" So sweet, terimakasih papah mamah, aku sayang kalian" ucap Zahfa.
" Al apa kabar?" tanya pak Danil, menanyai sang menantu nya itu.
" Baik pah, papah?" tanya Al.
" Seperti yang kau lihat, gimana keadaan Abi kamu?" tanya Pak Danil.
__ADS_1
" Alhamdulillah Abi sudah membaik" ucapnya jelas.
Pak Danil hanya manggut-manggut mendengar penuturan Al. Mereka semua melakukan acara sesi Poto bersama-sama. Di tengah acara itu, datang seseorang pun menghampiri mereka, gaya yang jauh berbeda-beda dengan dulu, sekarang ia lebih fresh dari wajah yang angkuh yang dulu sering ia perlihatkan dengan adiknya, tak lupa ia membawa sebuah buket besar untuk sang adiknya.
" Congratulation adik ku sayang" ucap Dinda, yah dia lah Dinda, ia sengaja untuk pulang hanya ingin melihat keberhasilan adiknya itu, ia ingin melihat adiknya tumbuh selepas kekejaman yang ia berikan dulu, mungkin untuk sekedar hanya meminta maaf dan menyesal tidak akan berubah semuanya, hanya perubahan sikapnya yang ingin menjadi Kaka yang baik, dan ia ingin menebus segala kesalahan pada adiknya tercinta.
Semua orang yang berada di sana melihat ke arah Dinda setelah mengatakan itu kepada adiknya, Zahfa merasa terharu akan kedatangan Kaka sulung nya, meski dulu ia pernah membencinya, tapi kakak tetaplah kakak, setelah sekian lama ia berada di luar negeri, ini untuk pertama kalinya ia bertemu kembali dengan kakaknya.
" Apa kabar ka?" tanya Zahfa ia memeluk erat pinggang Dinda.
" Seperti yang kamu lihat, kakak lebih fresh dari biasanya" ucapnya tersenyum.
" Apa kabar sayang, mamah kangen" ucap Bu Lia Rachman, iapun memeluk anak sulungnya
" Aku baik mah, mamah papah gimana?" tanyanya
" Sehat seperti yang kamu lihat" terkekeh Bu Lia.
" Selamat atas kelulusan kamu Za, sebentar lagi Kaka jadi aunty dong ya" ucapnya terkekeh.
" Eh kamu sudah jadi aunty Dinda, inget ada Salma" ucap Bu Lia tersenyum.
" Oiya, mana keponakan gede aku?" tanya Dinda ia melihat sekelilingnya.
" Hey, aunty" ucap Salma ia sedang memakai es cream dengan belepotan nya.
" keponakan aunty udah Tumbuh besar ya" ucap Dinda ia gemas dengan Salma.
" Aunty ga bawa oleh-oleh buat aku, kata mamah aunty terbang pake pesawat" ucapnya tersenyum.
Semua yang berada disana tersenyum melihat ke akraban Dinda dengan Salma.
" aunty punya hadiah dong buat Ama, tapi Ama ga boleh nakal ya, harus rajin belajar okey" ucap Dinda.
" Ama sering ko belajar Sama papah sama mamah sama bi Wati juga" ucapnya dengan melahap es cream.
" Bagus anak pinter" ucapnya tersenyum.
" Ka Dinda bakalan lama kan tinggal di Indonesia?" tanyanya.
" Sekitar dua Mingguan lah" ucapnya.
" Daripada berdiri kaya gini mending kita Poto bareng-bareng yuk gimana?" tanya pak Danil lalu di angguki oleh semuanya.
beberapa pose pun di mulai, mereka nampak bahagia memancar senyum kebahagiaan dan kehangatan keluarga besar mereka, sesekali Al dan Zahfa yang di Poto berdua, dan tak lupa ia membawa Salma untuk di potonya juga, hari ini menjadi saksi untuk kebahagiaan keluarga mereka, semoga selamanya mereka akan berbahagia
__ADS_1