
Setelah seminggu di rawat di rumah sakit untuk penyembuhan masa lahirannya, akhirnya Zahfa bisa pulang ke rumahnya, ia harus bisa membagi waktu untuk ketiga buah hatinya tercinta, apalagi Salma sangat menyayangi kedua adiknya, terlihat dari kasih sayang yang ia tunjukkan kepada adiknya, ia terus mengoceh sana Sini dan ingin mengajak kedua adiknya bermain jika sudah besar, Zahfa dan Al hanya tersenyum penuh haru, tidak di sangka Salma akan begitu menyayanginya kepada ke dua twins tersebut.
Zahfa pun di dorong di kursi roda, mereka akan pulang menuju parkiran mobil, twins di gendong oleh mamah Zahfa dan ibu Al, mereka nampak bahagia sekali melihat cucu-cucunya yang sangat menggemaskan. Dan Zahfa sedang berjalan dengan BI Wati.
Sesampainya di parkiran, Zahfa masuk ke dalam mobil di bantu oleh Al, karena peringatan dokter selama beberapa hari ini Zahfa tidak boleh banyak bergerak.
Twins di bawa oleh mobil yang di Kendarai papahnya Zahfa begitupun dengan BI Wati.
Selama di perjalanan tak henti-hentinya Al menggenggam tangan halus milik Zahfa, ia tersenyum melihat Zahfa yang sangat cantik di sampingnya, ia pun mengecup tangan Zahfa.
Zahfa pun menoleh ke arah Al, ia pun tersenyum hangat kepada suaminya.
" Terimakasih" satu kata lolos dari bibir Al.
Zahfa berkerut kening tanda ia tak mengerti
" Untuk?" tanya Zahfa.
" Semuanya, pasti twins cowo mirip papahnya twins cewe mirip mamahnya yang cantik ini" jelas Al gemas.
Zahfa memutar bola matanya, ia kira Al ingin mengatakan apa ternyata hanya gombalan.
__ADS_1
" Awas aja mereka mirip perilakunya kaya papahnya juga" ucap Zahfa sambil terkekeh.
" Emang prilaku papahnya gimana?" goda Al ia fokus ke jalanan.
" Dingin banget, terus bunglon berubah-ubah sifatnya" terkekeh Zahfa.
" Hm, masa?" goda Al.
Yang di goda pun, tertawa kecil mendengar perkataan Al.
Setelah menempuh, beberapa menitakhirnya mereka sampai, tapi Zahfa bingung sekali, ini bukan jalan ke apartemen yang ia tinggali bersama keluarganya, tapi sebuah perumahan yang terkenal di salah satu daerah Jakarta.
" Loh, bukannya salah jalan yah mas?" tanya Zahfa.
" Nanti juga tahu" ucap Al.
Al pun membelokkan ke suatu rumah yang sangat elegan jika di pandang dari luar saja, di pinggir nya ada taman dan tempat bermain anak-anak dan ada juga garasi. Al memarkirkan di depan rumah tersebut. mobil papah Zahfa pun mengekori di belakangnya.
Al menuntun Zahfa untuk keluar dari mobil, Al tersenyum melihat kebingungan terhadap Zahfa.
" ini rumah baru kita, rumah kebahagian kita, rumah untuk kamu, Salma dan twins" ucap Al tersenyum.
__ADS_1
Zahfa sempat terpaku melihat keindahan rumah tersebut
" Mas beli?" tanya Zahfa
" Iya, mas beli hasil kerja yang mas sendiri loh tanpa bantuan Abi umi, sama papah mamah" jelas Al .
Zahfa pun menghambur ke dalam pelukannya ia pun terisak menangis menahan haru, ternyata suaminya bisa memberikan surprise yang sangat berharga untuknya.
" Terimakasih sayang" ucap Zahfa tersenyum
" Duh, nanti ya sayang-sayangan nya, kasian nih Baby twins kepanasan" ucap mamah Zahfa terkekeh.
mereka hampir melupakan kedua orang tua mereka, lalu Al mempersilahkan kedua orang tuanya untuk masuk membawa twins.
mereka pun duduk di ruang sofa yang telah ada, ternyata sudah ada banyak yang telah tersedia disana dengan keadaan masih baru. di ruang tamu terpampang Poto pernikahan mereka yang sangat besar.
" Wah, Al benar-benar pekerja keras ternyata" ucap papah Zahfa terkekeh.
" Iya dong, suami siapa dulu" ucap Zahfa tersenyum.
" Nah makanya harus berterimakasih sama mamah sama ayah, berkat mamah papah juga kalian di jodohin" ucap mamah Zahfa tertawa.
__ADS_1
mereka pun tertawa melihat Zahfa yang sudah memerah malu
btw, kasih saran dong buat para pembaca ku, nanti akan cerita twins udah dewasa apa di pisah ceritanya apa di satu cerita di sini? terimakasih