
mereka semua sudah berada di rumah sakit, termasuk bapak polisipun mengikutinya. semua orang tampak cemas melihat keadaan Dinda, yang berada di ruang ICU, apalagi mamah Lia, ia disana terus menangis tidak henti-hentinya, ia takut terjadi sesuatu kepadanya.
" Pak, Bu jika keadaannya begini, lebih baik saya dan rekan saya untuk pulang terlebih dahulu, jika Dinda sudah sadar, maka hubungi kami" ucap Pak Haryono, iapun menyerahkan kartu namanya.
" Baik pak, terimakasih" ucap pak Rachman, dan para polisi itu meninggal mereka.
" Mamah sabar ya" ucap Dinda.
" Sebenarnya apa yang Dinda lakuin terhadap kamu nak" lirih Bu Lia.
Zahfapun menggelengkan kepalanya.
" Jangan bohong sayang, mamah sayang sama kamu dan sayang sama Dinda, mamah gak akan kehilangan kalian berdua" tangis Bu Lia.
" Oma jangan nangis, Ama jadi sedih" ucap Salma.
" Oma enggak nangis sayang" kilah Mamah Lia.
" Ama sayang Oma" ucap Salma, iapun turun dari gendongan Al.
"Kalian berdua jelaskan kepada ayah dan mamah soal Dinda menculik Zahfa" ucap pak Rachman.
Al dan Zahfapun menunduk, merasa bersalah mereka kenapa tidak menceritakannya dari awal saja, pasti tidak akan terjadi hal ini.
" Jangan salahkan kalian nak, mamah dan ayah akan mendengarkan cerita kalian" ucap Bu Lia, mereka semuapun duduk di depan kamar ICU Dinda, yang sedang di tangani oleh dokter.
" Jadi gini mah yah" ucap Zahfa menghela nafasnya, dan iapun menceritakan semua kejadiannya termasuk ia di masukan ke Panti asuhan dan bertemu dengan Salma.
"Jadi Salma pun?" tanya Bu Lia.
" Iya dia yang selalu nyemangatin aku disana, dia yang selalu ingin dekat denganku mah" ucap Zahfa.
" Kamu hebat sayang, mamah bangga sama kamu, meski kakak kamu berbuat jahat kepadamu, tapi kamu tidak membencinya" ucap Ibu Laila.
Zahfapun mengangguk, dan memegang pinggangnya yang terasa pegal kembali. Tadi, ia baik-baik saja, kenapa sekarang terasa lagi pikirnya.
" Kenapa nak, kamu pegang pinggang terus?" tanya Bu Lia
" Gatau mah akutuh pegel banget, gak tau efek dari ngegendong Salma" ucapnya.
" Sini biar Abang elus-elus lagi" ucap Al mendekati Zahfa.
" Coba periksa takutnya kamu encokan" ucap pak Rachman terkekeh.
__ADS_1
" Masa sih aku encokan,kan masih muda" ucap Zahfa cemberut.
" Muda satu anak" goda ibu Lia.
Tak lama beberapa suster dan seorang dokter keluar dari ruang ICU.
" Apa kalian keluarga nona yang berada di dalam?" tanya dokter itu.
" Iya pak kita adalah orang tuanya" ucap pak Rachman.
" Pak, Bu, anak kalian membutuhkan banyak darah ia harus segera di Operasi karena mengalami luka yang cukup serius di bagian tangannya, ia mencoba bunuh diri " jelas dokter itu.
" Bunuh diri?" tanya Bu Lia syok.
" Iya Bu benar, ia mencoba untuk memutuskan urat nadinya, tapi jangan khawatir anak ibu akan baik2 saja, jika tidak kita suda melakukan operasi" jelas Dokter itu.
" Disini ada yang sama dengan golongan darah pasien?" tanya suster.
" Golongan darahnya O" ucapnya lagi.
" Biarkan saya saja dok, yang mendonorkan darahnya, saya juga O" ucap Zahfa.
" Jangan dok, dia masih kecil, biar saya aja" Ucap pak Rachman.
" Tapi yah?" ucap Zahfa.
" Aku takut kamu kenapa-kenapa" ucap Al.
Zahfapun pasrah iapun kembali duduk, sedangkan para suster dan dokter itu memasuki kembali ruang Icu dan pak Rachman dan Bu Lia ia akan ke ruangan yang telah di sediakan untuk mendonorkan darahnya.
" Sayang, jangan" ucap Al. memberi pengertian kepada istrinya
" Tapi itu Kaka aku bang" ucap Zahfa.
" Iya aku faham Za" ucap Al.
" Mamah papah Ama laper" ucap Salma.
" Ayok, anak mamah laper kita ke kantin yuk" ucap Zahfa.
" Sini biar mamah gendong" ucap Zahfa.
" No, mamah aku mau berjalan sendiri" ucap Salma.Iapun di turunkan oleh Al.
__ADS_1
Merekapun berjalan menuju kantin rumah sakit.
" Aku mau somay" ucap Zahfa.
" Ama mau samain kaya mamah" ucap Salma.
" Saya juga " ucap Al mengikuti dua bidadari itu.
" Baiklah, tunggu disini ya " ucap pelayan kantin.
tak lama makanan yang mereka pesanpun datang, Salma makan dengan lahap. Namun, Zahfa ia nampaknya tidak berselera, sedangkan Al ia menyicipinya sedikit-sedikit.
" Kenapa tidak mau Za?" tanya Al.
" tidak berselera" ucap Zahfa.
" Bukannya tadi mau?" ucap Al.
" siomaynya bau, aku jadi tidak berselera" ucap Zahfa mencium siomay itu.
" Ah tidak juga, malahan ini enak" ucap Al.
" Iya ga Salma nak?" ucap Al lagi.
" Iya mamah ini enak loh" ucap Al.
" Sini mamah Ama cuapin" ucap Salma gemas, ketika semua orang melihatnya.
Zahfapun mencoba sedikit, rasa siomaynya itu, iapun langsung berlari menuju toilet yang berada di dekat kantin itu. Al yang melihat Zahfa Lari itu syok.
" Ama tunggu disini ya" ucap Al
" Oke" ucap Salma.
Hoekkkk hoekk
Zahfa memuntahkan semuanya, kedalam westafel iapun mencuci mulutnya agar tidak kotor, Al yang sudah menunggu di luar, melihat ke arah Zahfa, yang berjalan gontai.
" Kenapa?" tanya Al.
" Gak suka" ucap Zahfa.
" Yaudah, jangan di paksain ayok kita cari mamah sama ayah lagi" ucap Al.
__ADS_1
Merekapun berjalan ke arah Salma, dan tak lupa mereka membayar siomaynya.
Hallo, udah we segitu doang ya buat nyapa para reader hehe ❤️