Mantu Kiyai

Mantu Kiyai
7. lelah


__ADS_3

" Kau" ucap gue


" Kenapa?" Tanya Al dengan santainya sambil menggendong bayi yang umuran satu setengah tahun dengan gemasnya


" Semenjak kapan Abang ada disini?" Tanya gue sambil menatap bayi itu


" Semenjak Lo ngomong " ucap Al


" Astagfirullah,dasar tukang nguping, eh ini siapa uuutayang gemes banget " ucap gue sambil mencium pipi chubby nya


" Eh ini anak ka Hasyim yang kedua, lucu ya kaya gue " ucap Al dengan pede nya


" Iw narsis" ucap gue


" Utayangggg namanya siapa baby kecil, bang gue gendong ya" ucap gue


" Boleh, kalo dia mau" ucap Al


Dan anehnya si baby mungil pun langsung mau di gendong, tanpa nangis


" Tuhkan sama yang cantik aja mau ya" ucap zaza


" Heran tuh sama baby Dio, kenapa mau ya sama kamu za, biasanya sama orang nggk di kenal sama dia, tiba-tiba aja suka nangis " jelas Al


" Mana gue tahu bang,namanya siapa sii baby uuu" ucap gue


" Dio Al Hamka Sanusi" enteng Al


" Oh baby Diooo nama yang cakep" ucap Zaza dengan gemas


" Lu suka bayi?" Tanya Al


" Suka pake banget bang" jelas gue


" Nanti kita bikin ya" celetuk Al

__ADS_1


" Bikin?" Ulang gue


" Bikin di perut lu" ucap Al sambil ketawa pun.


" Pipi Lo kenapa udah ke kepiting rebus haha " ucap Al


" Sotau lu bang" elakku dengan nada marah, walaupun pipi gue emang beneran udah ke kipiting rebus.


Mereka pun tertawa bersama


Di kejauhan ternyata pak kiyai dan Bu Laila istrinya memperhatikan mereka berdua


" Abi cocokan mereka berdua kalo kita jodohin?" Tanya Bu Laela


" Iya mamah mereka cocok, yang satu ceplas ceplos yang satu sifat dingin, mereka saling melengkapi" ucap pak kiyai


" Tapi kan Zahfa punya Kaka Bu,? " Tanya pak kiyai


" Biar nanti sama pak Daniel dan Bu Lia mamah bicarain bi" ucap Bu Laila dengan semangat.


" Kalo gitu pak kiyai saya dan keluarga pamit ya, mohon maaf saya beserta keluarga merepotkan pak kiyai " ucap ayah


" Tidak apa apa pak Daniel, oiya kapan-kapan saya mau bersilaturahmi ke rumah pak Daniel ya boleh kan? Semoga saja menjadi besan kita " candaan pak kiyai


" Dengan senang hati pak kiyai kalo gitu saya pamit ya assalamualaikum pak kiyai" ucap ayah dan mamah kemudian kami menyalami satu persatu keluarga pak kiyai. Namun, pas gue berjalan ke arah parkiran tiba-tiba ada seseorang yang memanggil gue dari belakang


" Zaza" panggil Al


Gue pun berbalik " iya" ucap gue


" Hati-hati bocil sampe ketemu di weekend nanti" ucap Al dengan menyunggingkan senyumnya dan balesan gue hanya mengangguk.


Dan gue pun akhirnya masuk ke dalam mobil dan KA Dinda, ayah dan mamah pun sudah berada di sana, gue menghadap ke jendela


" Hari bahagia" gumam gue sambil menutup mata karena mengantuk. gue terus menggeliat di dalam mobil itu dan bertanya

__ADS_1


" mah yah masih lama kah?" tanya gue


" lumayan za, seperti nya macet parah nih" ucap ayah dan gue pun melirik ka dinda, ternyata ka dinda masih di dalam mimpinya, dan gue pun menghidupkan hp gue,karena rasa kantuk gue udah menghilang, tiba-tiba ada satu pesan yang gue ga tau dari siapa


πŸ’Œ 0859****


udah nyampe ?


" siapa ya" gumam gue


" siapa apa nya za " tanya mamah sambil menoleh ke belakang


" ah nggak mah, ini kayaknya orang salah pesan" ucap gue


namun mamah hanya mengangguk saja.


πŸ’Œ gue


ini bang Al bukan ?


lalu gue kirim balik pesan itu.


Namun tak ada balesan


satu menit


dua menit


tiga menit


" bodo ah ngapain si gue nungguin balesan chat dari dia " gumam gue lagi dengan menatap luar jendela mobil.


Bersambung :)


Gimnaa udah srek sama cerita nyaaaaa

__ADS_1


Jangan lupa kasih like nya ya hehe


__ADS_2