
Setelah kejadian Dinda, sekarang Zahfa di sibukkan dengan berbagai kegiatan sekolah, karena sebentar lagi ia akan mengikuti ujian kelulusan. Hingga Zahfa, kurang beristirahat, dan makanpun menjadi kurang teratur.
Sekarang hari Minggu, biasanya ia akan bermain bersama Salma, tapi untuk kali ini ia akan belajar untuk ujian yang akan dilakukan beberapa pekan lagi.
" Mamah enggak mau maen sama Salma?" tanya Salma cemberut.
"Sayang, mamah lagi belajar dulu, kamu maen sama bibi aja ya" ucap Zahfa .
" Mamah jahat" ucap Salma dengan tangisannya.
Alpun menghampiri Zahfa dan Salma.
" Kenapa hey anak papah?" tanya Al.
" Ama, mau maen sama mamah" ucapnya cemberut.
" Sama papah aja yuk" bujuk Al.
" Enggak mau" ucap nya cemberut.
" Za, kasian dia" ucapnya lembut kepada Zahfa.
Zahfa hanya menatap tajam Al.
" Jangan dekat-dekat" ucap Zahfa menutupi hidungnya.
" Saya bau?" tanya Al dengan mengendus bajunya.
" Kamu bau" teriak Zahfa.
" Kamu kenapa?"tanya Al heran denga sikap Zahfa yang berubah-ubah itu.
" Enggak kenapa-kenapa" ucapnya ketus langsung pergi.
" Papah, mamah kenapa?"ucap Salma sedih.
" Mungkin mamah kamu lagi kelelahan makanya jadi sensi kaya gitu" ucap Al.
" Mending maen sama bibi, nanti papah susul" ucap Al.
" Oke, deh pah" ucap Salma, iapun menghampiri bibi ke dalam dapur.
Zahfa membaringkan tubuhnya ke tempat tidurnya, ia sangat lelah sekali. sampai moodnya seperti itu. Zahfa menguap berkali-kali. Alpun ikut merebahkan tubuhnya di dekat Zahfa.
" Jangan deket-deket sama aku" ucap Zahfa ketus.
" Kamu kenapa sih?" tanya Al yang sedikit meninggi ucapannya.
" Abang ngebentak aku" ucap Zahfa dan iapun membalikkan badannya, dan menangis.
" Abang enggak bermaksud Za" lirih Al.
" Za" ucap Al
Alpun akan memeluk Zahfa dari belakang, namun di tahan oleh Zahfa. Zahfa berdiri dan berlari ke arah kamar mandi.
Hoekkkk hoekk
Zahfa memuntahkan semua makanannya, yang sempat ia makan tadi. Al langsung mengikuti Zahfa, dan memegang tekuk leher dan memijat-mijat.
" Aku Kangen mamah" lirih Zahfa, iapun lemas dan terduduk di lantai.
__ADS_1
" Kamu kenapa sayang?" tanya Al.
" Ada yang sakit? mana yang sakit?" tanya Al kembali.
" Aku pengen mamah ada disini" lirih Zahfa. dan iapun terkulai ke dalam pelukan Al, ia pingsan.
Untungnya Al berada di depan Zahfa, iapun sigap membopong Zahfa keluar dari kamar Mandi dan ia baringkan di atas kasur.
" Bi tolong bi" ucap Al, namun di dekat oleh BI Wati. Iapun menghampiri Al dengan Zahfa.
" Mamah kenapa pah hiks?" tanya Salma menangis
" Bibi, tolong jagain dia ya" ucap Al.
" Saya mau nelpon dulu mamahnya" ucap Al lagi.
" Neng Zahfa kenapa Pak?" tanya Bu Wati, iapun sambil mengoles minyak kayu putih ke badannya.
" Gak tau bi, tadi dia muntah-muntah terus bilang pengen ke mamah Lia" ucap Al.
" jangan-jangan si neng hamil pak?" tanya Bi Wati.
" Eh" ucap Al, iapun kaget dengan pertanyaan Bi Wati, terakhir kali ia melakukannya saat sebelum penculikan Zahfa.
" Masa sih Bu?" tanya Al penasaran bercampur grogi.
" Si neng kapan terakhir mentruasi?" tanyanya lagi.
Alpun menggelengkan kepalanya, tidak tahu.
" Coba cek saja" ucap Bi Wati.
" Sayang?" tanya Al.
" Bibi" ucap Zahfa bukannya menjawab pertanyaan Al.
" Apa yang sakit neng?" tanya Bi Wati duduk di pinggir Zahfa.
" Pusing bi, Zahfa ingin bertemu mamah" lirihnya.
" mau masakan mamah?" tebak Bi Wati.
"Pengen peluk mamah bi" lirih Zahfa.
" Sayang, bukannya kita kemaren ketemu sama mamah ya?" tanya Al.
" Hmm" ucap Zahfa.
" Yaudah, bibi aja yang peluk ya, kasian mamah neng, kalo kesini jauh kan" ucap Bi Wati mencoba memberi pengertian kepada Zahfa.
" Yaudah" ucap Zahfa, Zahfa dan Bi Watipun memeluk satu sama lain.
Alpun menghela nafasnya, jujur ia sangat prustasi melihat perubahan sifat istrinya itu.
Kruk kruk kruk.
Perut Zahfa berbunyi, Zahfapun melepaskan pelukannya dan ia sangat malu ketika perutnya berbunyi keras, pasti Bi Wati dan Al akan mendengarkannya.
" Lapar ya?" tanya Al.
Zahfapun mengangguk kepalanya.
__ADS_1
" Mau makan apa?" tanya Bi Wati
" Biar ibu yang masakin" ucapnya lagi.
" Pengen nasi goreng tapi buatan Abang" ucapnya Zahfa.
" Ama mau mah" ucap cempreng suara Salma.
Zahfa mengangguk kepada Salma dan tersenyum.
" Oke, saya untuk hari ini akan masak untuk kalian" Ucapnya
" Bibi, juga mau?" tanya Al.
Bibi terkekeh mendengar perkataan Al.
" Saya, sudah makan pak" ucapnya.
" Masakan saya enak loh" goda Al kepada Bu Wati.
" Yaudah, Abang masak untuk kita semuanya aja" ucap Zahfa.
Alpun mengangguk dan ia pergi untuk ke dapur, untuk memasak nasi goreng. Al memakaikan Efronnya, sehingga memperlihatkan ketampanannya saat sedang memasak, iapun sangat lihai memasak nasi gorengnya.
Zahfapun penasaran dengan kelihaiannya Al, iapun mengikuti Al dari belakang, dan memperhatikan Al yang sedang memasak untuknya. Ia sengaja duduk di tempat meja makan dengan menopang dagunya untuk melihat Al.
Bibi Wati yang memperhatikan keduanya tersenyum, ia sangat beruntung mempunyai majikan seperti mereka.
Beberapa menit kemudian, nasi goreng buatan ala chef Al sudah jadi. Iapun, menyimpan di atas meja makannya.
Al mengambil untuk Zahfa, Zahfa yang melihatnya sangat tergiur dengan masakan Al. Zahfa memakannya dengan sangat lahap, sampai Salmapun melongo, melihat reaksi Zahfa, karena dia saja makanannya saja belum habis.
Salmapun membisikkan kepada Bi Wati.
" Bibi, ada apa dengan Mamah?" bisik Salma.
" Ama, mau punya dedek kan?" bisik Bi Wati. Bi wati yang melihat perubahan Zahfa hanya tersenyum, penuh arti.
" Mau banget" ucap Salma antusias.
" Mau apa?" tanya Zahfa yang sudah meminum airnya hingga tandas.
" enggak mah" ucap Salma.
Zahfapun kembali ke kamar, tanpa mengucapkan sepatah kata terhadap Al, Alpun heran, padahal ia hanya berharap istrinya akan memuji masakannya, namun itu hanya angan-angan semata.
"Pak, coba besok belikan alat tes kehamilan yang ada di apotek" ucap Bi Wati pelan.
" Saya, yakin Zahfa sedang mengandung, melihat perubahannya" ucapnya lagi.
"Benarkah begitu?" tanya Al antusias.
" Bibi tidak bisa menjanjikan, tapi melihat perubahan Zahfa yang mual-mual, yang seperti itu bisa jadi pak" ucap Bi Wati.
" Baiklah kalo seperti itu, saya besok belikan" ucap Al.
Halloo, selamat pagi kembali 👉👈
terimakasih yang sudah mensupport hingga kini, terimakasih juga yang sudah memberikan beberapa saran terhadap author, mungkin kedepannya author akan lebih di perhatikan lagi cara penulisannya, terimakasih untuk semuanya ❤️😙 Jangan lupa untuk Vote rating fav likenya ya ❤️tetep jaga kesehatan, baik-baik di rumah, stay safe ya, jangan lupa kalo berpergian pakai masker, karena author sayang kalian semua ❤️
HAPPY WEEKEND papay 🌼
__ADS_1