
Tak kerasa mereka bersama mengobrol hingga larut sore, dan Cica dan Deapun memutuskan untuk segera pulang, karena mereka takut jika para orangtuanya mengkhawatirkannya.
" Mamah papah beyom pulang ya?" tanya Salma.
" Sebentar lagi Ama papah pulang, emang Ama mau ngapain kalo papah pulang?" tanya Zahfa.
" Papah bilang mau beli mainan buat Ama" ucap Salma.
Zahfapun teringat, bahwa hari ini ia akan pergi berbelanja bersama Al, ia terlalu asik berbicara dengan para sahabatnya,. sehingga melupakan janjinya kepada Salma, tetapi jika Al ingat kenapa ia tidak menelpon dirinya, pikir Zahfa.
" Wah, bentar ya mamah telepon dulu" ucap Zahfa iapun mengambil hpnya, dan akan menelpon Al.
Ting tong
Zahfa segera membuka Pintu apartemennya, dan ternyata Al sudah sampai ke apartemennya, dengan wajah kelelahan.
" Assalamualaikum " ucap Al lesu.
" Waaalaikumsalam, loh baru aja mau di telepon" Tanya Zahfa dengan mengambil sepatu yang di lepaskan Al, kemudian ia di letakkan ke dalam rak sepatu.
" Wajah Abang kenapa?" tanya Zahfa sedikit khawatir.
" cuman kelelahan saja sayang, Mana bayi gede kita?" tanya Al.
" Bayi gede?" ulang Zahfa.
" Papah, Ama kangen papah, Ama indu papah, Ama pengen peyuk papah, muach muach muach" ucap Salma menggemaskan, iapun menghampiri al, dan Al memangkunya. dan Salmapun mencium wajah Al bertubi-tubi.
" Hahaha, Ama sayang geli papah, lagian papah belom mandi emang ga jijik ya,nanti banyak kumannya loh" ucap Al terkekeh.
" Gak jadi kangen papah deh, mau kangen mamah aja deh" ucapnya Salma dengan turun Dari pangkuan Al. Dan berlari menuju Zahfa.
" Ama tunggu di ruang tv yah, nanti mamah sama papah nyusul kesana" ucap Zahfa.
" Mamah mau siapin dulu air anget buat papah" ucap Zahfa lagi.
" Ciap mamah" ucap Salma mengangkatkan jempolnya. Dan iapun berlari menuju ruang Tv,. sedangkan Al dan Zahfa berjalan ke arah kamar mereka.
" Tadi ada temen kamu kesini?" tanya Al, sambil membuka kancing bajunya.
__ADS_1
" Ada abang, mereka rempong banget ngeliat Salma" ucapnya.
" Kenapa?" tanya Al penasaran.
" Katanya Salma Cantik, terus mereka ngegoda Salma buat minta Dede bayi" ucap Zahfa keceplosan.
" Dede bayi?" tanya Al.
" Eh, bukan maksud aku anuu abang," ucap Zahfa keceplosan.
" Kamu mau bikin Dede bayi? ayok, tapi di kamar mandi, sekalian aku mandi haha" goda Al.
" Enggak ah, aku mau siapin dulu air angetnya" ucap Zahfa meninggalkan Al.
Badan Al hari ini terasa lelah, ia di kantornya mengerjakan beberapa tugas yang sempat ia tunda.
" Abang udah" ucap Zahfa.
Alpun mengangguk, iapun berjalan dengan kepala yang sedikit pusing, sebenarnya dari tadi ia bercanda hanya menutupi rasa pusingnya, karena khawatir ia takut akan merepotkan Zahfa.
Setelah beberapa menit ia melakukan ritual mandi, iapun keluar dengan menggigil dan sedikit pucat, padahal ia mandi memakai Aer anget, Zahfa yang sedang merapikan baju salinnya, melirik Al dan mendekatkan dirinya.
" Enggak" jawabnya.
" Jangan bohong, Abang mengigil tau, wajah Abang juga pucat pasi, Abang tadi makan enggak?" tanya Zahfa.
Alpun menggeleng, dan memakai baju untuk dirinya.
" Pantesan aja, aku ambilin makan sama obat ya" ucap Zahfa.
" Jangan kamu disini aja, Abang pengen peluk kamu" ucap Al, Alpun merebahkan tubuhnya di atas kasur, Dan ia menarik Zahfa, sehingga Zahfapun ikut terbaring di atas kasur.
" Jangan gini kalo ada Salma gimana?" tanya Zahfa.
" Sebentar saja" ucapnya pelan.
Tiba badan dan Alpun panas, ia sangat mengigil padahal ia sudah memeluk Zahfa, dengan cepat Zahfa bangun dan panik. ia takut terjadi sesuatu dengan Al. Tak lama Salmapun masuk.
" Mamah kenapa?" tanya Salma.
__ADS_1
" Papah demam sayang, tunggu disini saja ya, mamah mau ambilkan kompresan dulu buat papah" ucap Zahfa, iapun pergi meninggalkan Salma untuk kedapur.
Salmapun merangkak naik ke atas kasur, dan melihat Al yang sudah di balut oleh selimut.
" Papah, gak boleh cakit, Ama jadi sedih, Papah Udah janji sama Ama, mau ngebeliin boneka beybie, tapi papah malah cakit hiks hiks, " tangis Salma.
" Jangan nangis sayang, nanti papah pasti ngebeliin boneka beybie nya ya" suara Al pelan.
" Ama jadi gak mau boneka beybie, pengennya papah cembuh" ucap Salma dengan tangisannya.
" Iya sayang" ucap Al pelan. iapun mengelus kepala Salma dengan lembut.
Tak lama Zahfa membawakan makanan, obat dan kompresan yang sudah berada di nampan, iapun meletakkan di nakas. Untungnya sebelum Al pulang, ia sudah memasak, jadi ia hanya tinggal memanaskan saja.
" Papah, ayok makan dulu" ucap Zahfa, iapun membantu mengangkatkan badan Al, supaya ia bisa menyender.
" Pahit Mah" ucap Al lesu.
" Sedikit saja, biar cepet sembuh" ucap Zahfa.
Dengan terpaksa Al memakan makanan walaupun hanya sedikit saja, ia tak mau jika Zahfa khawatir kepadanya.
" Papah cepet cembuh" ucap Salma.
Al hanya tersenyum mengangguk melihat anak kecil itu sangat mengkhawatirkannya, ia bahkan rela tak membeli boneka beybienya jika Al sakit.
" Setelah itu minum obat ya, Lalu Istirahat kembali, mamah akan memakaikan kompresannya" ucap Zahfa.
Alpun mengangguk kepalanya.iapun membaringkan kembali tubuhnya di kasur.
" Maafin Papah ya, papah ngerepotin mamah sama Salma" Ucap Al.
" Kalo papah sembuh, papah janji bakalan beliin Ama Boneka ya" ucap Al mengusap kepala Salma.
" Iya papah, Ama sayang papah mamah" ucap Salma.
Alpun mengistirahatkan tubuhnya dengan tertidur, sedangkan Zahfa ia kedapur untuk menyimpan nampannya, dan Salma ia lebih menjaga Al di kamar
see you ❤️ jangan lupa untuk Vote rating fav likenya ❤️
__ADS_1