Mantu Kiyai

Mantu Kiyai
Sadar


__ADS_3

Sudah satu Minggu, Zahfa harus bulak balik apartemen, sekolah, rumah sakit, ia setiap hari melihat perkembangan Dinda, Jika ia pulang ke apartemen, ia pasti menyempatkan bermain dengan Salma, karena beberapa hari yang lalu pengasuh untuk Salma, kiriman Ido datang meski telat seminggu yang lalu, Zahfa Dan Al menerimanya dengan baik, ia di fasilitasi kamar yang sudah ada di apartemennya, Zahfapun tidak tanggung-tanggung, menyuruh Bi Wati, untuk tak canggung kepada mereka. Salmapun Sekarang menjadi dekat dengan Bi Wati, sikap yang penyayang dan Baik Bi Wati, membuat hati Salma meluluh, meski awalnya ia tidak mau untuk di asuh dengan Bi Wati, tapi akhirnya iapun Mau.


Pagi, itu Bi Wati sedang memasak di dapur, umur yang sudah cukup berusia, membuat Bu Wati semakin Cekatan mengerjakan apapun. Bu Wati, dulu tinggal di Desa ia hanya mempunyai satu anak yang sudah menikah, dan suaminya telah lama meninggal karena sakit. Iapun akhirnya memutuskan untuk ke kota mencari pekerjaan apapun itu, asalkan yang halal. Bu watipun, bertemu dengan Ido, di suatu tempat, Ido melihat Bu Wati, yang sedang membawa tas besarpun, penasaran dan Idopun menghampirinya, Awalnya Bu Wati nampak canggung untuk menceritakan semuanya, namun Ido terus mendesaknya. Akhirnya Idopun memberi pekerjaan kepada Bu Wati dengan menjadi baby sister atasannya, Bu Wati mengucap banya terimakasih kepada Ido, meski menjadi baby sister, tapi halal itu tidak masalah.


" Selamat pagi bi" ucap Zahfa yang sudah rapih, dengan seragam sekolahnya.


" Pagi non" ucap Bi Wati.


" Bibi, jangan panggil aku non ah, kalo gitu aku marah loh" ucap Zahfa cemberut.


" Iya non eh" ucap Bi Wati keceplosan.


" Panggil aku aja Zahfa ya bi, inget Zahfa" ucap Zahfa terkekeh.


" Iya Zahfa" ucap Bu wati


Bi Wati, sempat kaget melihat majikannya yang ternyata masih muda, apalagi Zahfa dengan memakai Seragam sekolahnya, Zahfa yang mengerti dengan keterkagetan Bu Wati, akhirnya ia menceritakan, dari awal perjodohan hingga sekarang.


" Selamat pagi bi,Sayang" Ucap Al dengan sudah rapih dengan kemejanya.


" Hush" ucap Zahfa.


" Hehe gapapa nak, ibu sudah biasa ko" ucap Bi Wati terkekeh.


" Ayok, Bu makan disini" ucap Al.


" Ah gapapa saya nunggu Ama bangun saja" ucap Bi Wati sopan.


" No, tidak ada bantahan" ucap Zahfa.


Akhirnya, Bi Watipun duduk bersama mereka, makan bersama ia nampaknya terharu mempunyai majikan seperti mereka.

__ADS_1


Setelah ritual makan, akhirnya merekapun pamit kepada Bu Siti. Zahfapun menitipkan Salma kepada Bu Siti, karena akhir-akhir Salma menjadi rewel.


Β 


Pulang sekolah seperti biasa Al dan Zahfa pasti menyempatkan pergi untuk melihat keadaan Dinda, disana sudah ada mamah Lia dan pak Rachman yang bergantian. Kadang, Ka Mela sahabat Ka Dinda yang menjaganya, ia mendapat kabar Dinda dari mamah Lia saat ia ingin berkunjung ke rumah Dinda, karena ia sudah lama tak melihat Dinda di kampus, akhirnya mamah Liapun menceritakan tentang Dinda. Ia syok, kenapa dirinya berbuat nekad seperti itu.


" Assalamualaikum mah" ucap Zahfa dan Al ketika sudah berada di rumah sakit dan masuk ke dalam ruang perawatan Dinda.


" Waaalaikumsalam nak sini" ucap Mamah Lia.


" Gimana mah, ada perubahan kan?, oiya, ayah kemana?" tanya Zahfa melirik kesana kemari


" Ada dia tangannya terus bergerak-gerak, tapi tidak membuka matanya, ayahmu sedang pulang dulu nak " Lirih mamah Lia.


" Ka Dinda apa kabar ?" tanya Zahfa.


" Kangen kan sama Zahfa?" tanya Zahfa lagi.


" Dimana aku?" tanya Dinda.


" Apa yang sakit nak?" tanya mamah Lia.


" Zah--- fa?" tanya Dinda.


" Apa ka? apa yang sakit?" tanya Zahfa.


" Maafin kakak sa- yang" ucap Dinda terbata, dan menangis.


" Syut, jangan nangis dulu ka" ucap mamah Lia.


" Udah ka, sekarang sembuhin dulu badan kakak" ucap Zahfa.

__ADS_1


" Bang Al ma- afin Dinda" ucap Dinda kepada Al, Al hanya mengangguk datar.


" Mamah Ma- Fin Dinda" ucap Dinda dengan tangisan nya.


" Iya sayang, udah jangan nangis" ucap Mamah Lia ikut menangis.


" Semua kesalahanmu di masa lalu, nanti kamu harus perbaiki ya" ucapnya lagi.


Dinda hanya mengangguk saja, dan akhirnya Al memanggilkan dokter untuk memeriksa keadaan Dinda.


" Alhamdulillah, pasien sudah melewati masa komanya" ucap Dokter ketika sudah memeriksa keadaan Zahfa,


" Alhamdulillah" ucap semuanya.


" Oiya, nanti setelah sembuh, ia harus di bawa ke psikiater" ucap Dokter itu.


" psikiater?" tanya mamah Lia


" Ada apa dengannya?" tanyanya lagi.


" di takutkan ia mengalami depresi atau semacam tekanan yang membuat dia ingin bunuh diri" ucap Dokter itu.


" Baiklah dok, terimakasih" ucap Mamah Lia.


" Sama-sama saya permisi dulu" ucap dokter itu berlalu pergi.


Dinda yang keadaan tertidur pulas pun, meneteskan air matanya, ia mendengar percakapan orang-orang, ia bukan orang gila meski harus di bawa ke psikiater, tapi mau bagaimana lagi ini mungkin jalan untuknya.


Happy weekend papay semuanya ❀️


Jangan lupa untuk Vote rating fav likenya ya πŸ‘‰πŸ‘ˆπŸ”₯🌼

__ADS_1


__ADS_2