Mantu Kiyai

Mantu Kiyai
Periksa


__ADS_3

Hari ini sesuai dengan kesepakatan Al dan Zahfa, mereka akan memeriksa kondisi Zahfa kepada Dokter kandungan di salah satu rumah sakit yang terkenal di daerah Jakarta. Zahfa hari ini akan menceritakan kepada sahabatnya, dan bagaimana tanggapan mereka berdua.


" Abang hati-hati" ucap Zahfa, ketika Al sudah memarkirkan mobilnya di depan gerbang sekolahnya.


" Iya, yaudah Abang berangkat dulu, jangan lupa nanti setelah pulang sekolah, kita langsung ke dokter kandungan oke" ucap Al mengingatkan.


" Siap, Salim dulu" ucap Zahfa merentang tangganya meminta salaman kepada Al.


" Assalamualaikum my hubby" ucap Zahfa Terkekeh.


" Waaalaikumsalam my wife" ucap Al, Zahfapun keluar dari mobilnya.


Zahfa berjalan menuju kelasnya, sahabatnya Cica dan Dea tiba-tiba mengagetkannya dari belakang.


" Dorrrr" ucap mereka berbarengan.


" Kaget tau" ucap Zahfa yang ketika melihat siapa yang sedang mengerjainya.


" Tumben, kalian baru datang?" tanya Zahfa kembali.


" Nih, ratu Lola kesiangan" ledek Dea melihat Cica.


" Hehe, maafkan saya tuan Putri" ucap Cica Terkekeh.


" Ayok, sudah kita ke kelas sekarang" ucap Zahfa melerai mereka berdua.


Mereka bertiga pun berjalan, menyusuri koridor sekolah dan beberapa sisiwi tersenyum melihat persahabatan mereka yang tak pernah berubah. Merekapun sudah masuk ke dalam kelas, yang sudah terisi oleh beberapa siswa-siswi lainnya.


" Eh, aku mau cerita dong" ucap Zahfa kepada mereka setelah mereka duduk semua di bangkunya.


" Iya, ada apa nih, bagaimana kabar keponakan gue" ucap Cica antusias.


" Dia baik" ucap Zahfa.


" Lo mau cerita apaan Zahfa" ucap Dea


" Jadi gini, gua abis pulang sekolah mau ke dokter kandungan" bisik Zahfa ditelinga keduanya.


" Hah?" ucap mereka kaget.


" Sttt, jangan berisik" ucap Zahfa memperingati sahabatnya.


Mereka berduapun mengangguk tanda setuju.


" Loh hamil?" tanya Cica berbisik.


" Gak tau gue juga" ucap Zahfa


" Lah, terus?" tanya Dea


" ini semuanya Abang Al yang minta, soalnya Abang Al kemaren beli test pack tapi hasilnya kurang jelas" ucap Zahfa.

__ADS_1


" Semoga di rahim loh ada keponakan gua ya, langsung dua deh, biar gua dan Cica adil kalo lagi" ucapnya terhenti.


" Masalah nya gimana sekolah gue" ucap Zahfa.


" Lagian kita beberapa bulan lagi akan lulus Za" ucap Cica.


" Kasian laki Lo, yang udah ngebet banget pengen punya anak dari loh" ucap Cica.


" tumben Lo otaknya " ledek Dea.


" Hahahaa" merekapun tertawa bersama-sama.


 


" Za, fighting semoga hasilnya memuaskan" ucap Dea setelah mereka pulang dari sekolah.


" Ko gue ya yang jadi deg-degan nya" terkekeh Cica.


" Zahfa yang di periksa kenapa Lo yang uring-uringan" ucap Dea.


" Udah ya kalian jangan berantem Mulu, oke gue pamit ya assalamualaikum" ucap Zahfa, iapun pergi dari kedua Sabahatnya, karena Al sudah berada di parkiran menunggu dirinya.


" Langsung jalan ya" ucap Al, ketika Zahfa sudah masuk kedalam mobil.


" Hem" ucap Zahfa, ia lebih melihat pemandangan ibu kota dari luar jendela.


" Za, kamu kenapa?" tanya Al membuka percakapan yang hening.


Zahfapun berbalik menghadap ke arah Al.


" Percayalah, semuanya yang terjadi sudah di atur oleh yang maha kuasa" ucap Al menggenggam tangan Zahfa.


Setelah beberapa menit kemudian merekapun sampai di sala satu rumah sakit. Al tak berhenti menggenggam tangan Zahfa, Zahfa yang di buatnya malu, karena ia masih memakai seragam sekolah, tapi untungnya hari ini hanya beberapa ibu hamil yang akan mengecek kesehatan janinnya. Zahfa dan Al mendaftar di salah satu di meja pendaftaran. setelah Melakukan pendaftaran mereka pun duduk di kursi yang telah di sediakan.


Tak berselang lama, nama Zahfa terpanggil oleh seseorang suster.


" Saudari ibu Zahfa" ucap Salah satu suster itu. Zahfa dan Alpun berdiri dan masuk kedalam ruangan.


" Hallo, selamat siang pak Al dan ibu Zahfa" ucap dokter itu yang sudah ada di dalam ruangan.


" Senang bertemu dengan anda salah satu pembisnis terkenal" Terkekeh ibu dokter itu.


" Selamat siang juga Bu dokter" ucap Al ramah.


" Ada yang saya bisa bantu pak" ucap dokter wanita itu, yang sudah berumur dengan nama yang bername tag dokter Mila.


" Dokter, saya ingin memeriksa kandungan istri saya" ucap Al.


" Wah, Selera pak Al tidak main-main ya" ucpa dokter Mila.


Zahfa yang mendengarkan itu tersipu malu.

__ADS_1


"Baiklah, kalo begitu kita periksa ya" ucap Bu dokter Mila.


Zahfapun di baringkan di bangkar kasur rumah sakit, perasaan dingin menyelimuti Zahfa, ia sangat gugup jika hasil tesnya akan mengecewakan. Bu dokter memberikan salah satu gel kepada perut Zahfa, dan di oleskannya, iapun mengambil beberapa alat untuk melihat keadaan kondisi Zahfa.


Dokter mila, dan Zahfa mengucapkan basmalah, dokter Mila pun mengarahkan transducer ke perut Zahfa. Zahfa menggenggam tangan Al yang berada di sisinya. Ia sangat deg-degan, mata mereka memandang ke arah layar monitor besar di hadapannya, yang ia tak tahu gambar apa yang dilihatnya.


Bu Mila menggerakkan-gerakkan transducernya, berhenti pada bawah perut Zahfa, iapun tersenyum kepada mereka berdua, dan mengucapkan Alhamdulillah.


Zahfa dan Al yang mendengarkan Syukur Bu Mila, hanya diam mereka tak mengerti.


" Bagiamana dok?" tanya Al. setelah Zahfa menjalani pemeriksaan olehnya.


" Kapan menstruasi nak?" tanya Bu Mila kepada Zahfa.


" Bulan ini Aku belum mentruasi dok" ucapnya .


" Yaudah ibu faham, Selamat kalian akan menjadi seorang Ibu dan ayah" ucap Bu Mila.


" Maksudnya?" tanya Al yang masih tak mengerti.


" Zahfa sudah mengandung 3 Minggu" ucap Dokter Mila.


" Hah? Alhamdulillah Bu, serius?" tanya Al.


" Sayang makasih" ucap Al, iapun menghujani kepala Zahfa beberapa kali.


Bu Mila hanya tersenyum kepada pasangan yang romantis itu.


" Saya akan meresepkan obat untuk vitamin ya" ucap Bu Mila.


" Zahfa, kamu jangan terlalu kecapean ya, soalnya ibu muda saat hamil akan lebih beresiko" ucapnya Bu Mila.


" Baik dok" ucap Zahfa yang masih bermimpi bahwa ia sudah hamil anak dari Al.


" Ini jangan lupa tebus di apotek ya" ucap Bu Mila


" Kalo gitu kita permisi dulu ya dok" ucap Al.


Dokter Mila hanya mengangguk dan merekapun keluar dari ruangan Bu dokter.


Zahfa terus diam, ia tak tahu sedih atau bahagia mendapatkan kabar itu, itupun tak luput dari perhatian Al.


" Kamu gak seneng ya, hamil anakku" ucap Al sendu.


" Eh, Abang kenapa?" tanya Zahfa bingung.


" Dari tadi kamu diem terus Za" ucap Al lesu.


" Aku tuh masih gak percaya aja, kamu dan aku mau jadi seorang papah dan mamah, dan Salmapun akan menjadi kakak bang" jelas Zahfa.


" Makasih sayang" ucap Al.

__ADS_1


" Jaga buah hati kita ya" ucapnya lagi iapun mengecup kening istrinya tercinta. Dan merekapun berjalan menuju apotek untuk menebus obat nya.


Hallo, jangan lupa untuk Vote rating fav likenya ya ❤️😚


__ADS_2