
Semua makanan khas Jepang sudah tersedia di atas meja dengan rapi. Rachel melihat-lihat menu-menu masakan yang ada di atas meja.
"Ini ramen. Kita sudah memakannya saat di Bandara," Rachel menunjuk ramen yang terhidang dengan sumpit.
"Silahkan nikmati makan malam kalian!" Ucap karyawan yang diketahui bernama Kaori. Kaori pun pergi meninggalkan Jasper dan Rachel di ruang makan.
Ruang makan di penginapan Jasper dan Rachel berbentuk lesehan atau dikenal di Jepang dengan nama Zashiki. Zashiki biasanya banyak di temukan di penginapan dan restoran Jepang yang sangat tradisional. Kedua pasangan suami istri itu pun segera duduk di lantai yang beralaskan tatami. Tatami adalah tikar khas Jepang.
"Aku tahu ini. Aku pernah mencoba membuatnya," Rachel tersenyum senang saat melihat menu Pangsit Panggang (Gyoza) terhidang di atas meja.
Rachel memakan Gyoza itu dengan senang. Ia memang sangat tertarik dengan masakan-masakan di penjuru dunia.
"Bagaimana? Enak?" Jasper bertanya dengan wajah yang berbinar.
"Enak!" Rachel mengangguk cepat.
"Cobalah ini!" Jasper mengambil nasi dengan sumpitnya dan menyuapi Rachel dengan nasi itu.
"Enak?" Tanya Jasper kembali.
"Rasanya hambar. Aku tidak terlalu suka dengan nasi," jawab Rachel.
"Coba kau padukan dengan Gyozanya!" Jasper menyendok Gyoza yang sudah terpotong dan dicampurkan dengan nasi.
"Enak?" Tanya Jasper lagi.
"Enak," Rachel bertepuk tangan.
Jasper tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Rachel.
"Ini apa?" Rachel menunjuk masakan yang berwarna putih dan diberi kubis di atasnya.
"Ini adalah Motsu Nabe Kyushu. Masakan ini terbuat dari isi perut sapi dan dibumbui dengan miso, kecap dan juga kaldu sup. Tapi aku belum pernah memakannya," timpal Jasper.
"Isi perut sapi?" Rachel termenung. Pikirannya menjelajah saat dirinya dan juga Jasper bertukar menu makanan saat ospek dulu. Kala itu, Jasper menghina bekal yang Rachel bawa karena terbuat dari jeroan sapi.
__ADS_1
"Kau teringat kejadian itu?" Tanya Jasper dengan nada yang sedih.
"Aku hanya teringat, bukan mengingatnya," Rachel mencoba tersenyum.
Jasper pun bangkit dari duduknya. Ia kemudian berpindah duduk di sebelah Rachel.
"Maafkan atas sikapku saat itu! Aku tidak bermaksud menyakitimu" Jasper menyentuh tangan istrinya.
"Tidak apa-apa. Aku mengingatnya karena aku tidak percaya sudah keluar dari masa-masa sulit. Kau tahu? Setiap hari aku dan kakakku hanya mampu membeli isi perut sapi untuk makan," Rachel tampak menerawang jauh ke ingatan kehidupan lamanya.
"Jangan bersedih! Sekarang kau bisa makan apa yang kau mau. Kalau begitu, malam ini aku yang akan menyuapimu sampai makan malam ini selesai!" Jasper berrpindah duduk lagi ke hadapan istrinya.
"Aku bisa makan sendiri," Rachel menolak.
"Kau tidak bisa menolak," Jasper segera mengambil sendok dan menyuapi Rachel.
"Pelan-pelan!" Rachel tertawa saat Jasper menyuapinya dengan cepat.
"Makanmu harus dipercepat!" Jasper menyendok kembali makanan lain.
"Aku geli melihatnya. Kepitingnya ada rambutnya!" Rachel bergidik melihat kepiting kecil itu di atas meja.
"Kau harus mencobanya!" Jasper memotong tubuh kepiting itu menjadi beberapa bagian dan kembali menyuapi Rachel.
"Jika kau terus menyuapiku. Kapan kau akan makan?" Semprot Rachel yang melihat suaminya tidak makan sedari tadi.
"Aku ingin disuapi juga olehmu!" Jasper meminta.
"Aku tidak salah dengar?" Rachel merasa terkejut. Jasper tak menjawab, ia hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban ya.
"Baiklah, aku akan menyuapimu!" Rachel mengambil Oden dan menyuapi Jasper dengan telaten.
****
"Tahu tahu begini, aku tidak akan mau berendam di Onsen!" Umpat Rachel saat ia berada di ruang ganti. Setiap orang yang akan berendam di Onsen harus melepaskan semua pakaiannya di ruang ganti. Artinya, berendam di Onsen tidak diperbolehkan memakai apapun.
__ADS_1
"Ya ampun! Apa iya aku harus berendam bersama Jasper tanpa menggunakan sehelai benang pun?" Rachel bergidik ngeri.
"Rachel, cepat!" Jasper berteriak di ruang ganti yang ada di sebelah.
"Iya," Rachel segera memakai handuk dan masuk ke ruangan untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
Aturan berendam di Onsen adalah sebelum berendam, wajib membersihkan diri terlebih dahulu untuk menjaga kebersihan Onsen. Aturan mandinya adalah dengan membasuh tubuh dengan shower sembari duduk. Rachel terduduk di atas bangku kecil sembari membersihkan tubuhnya. Setelah dirasa bersih, Rachel pun memakai kembali handuknya dan pergi menuju Onsen.
Rachel juga diwajibkan untuk mengikat rambutnya dengan tujuan agar rambut tidak menyentuh air. Hal ini bertujuan agar kebersihan Onsen benar-benar terjaga.
"Lama sekali!" Seru Jasper saat melihat Rachel datang. Rachel melihat suaminya itu tengah bersandar di bebatuan sembari menikmati hangatnya air onsen ini.
"Untung airnya tidak jernih," Rachel bernafas lega.
"Jangan melihat!" Rachel memperingatkan ketika ia akan membuka handuknya.
Jasper tidak menjawab, ia memejamkan matanya sembari menyandarkan tubuhnya di dinding Onsen yang terbuat dari bebatuan.
Rachel melepas handuknya dengan cepat dan masuk ke dalam air.
"Rasanya aneh sekali berendam bersama seorang pria walaupun dia adalah suamimu," Rachel melirik Jasper yang masih memejamkan matanya menikmati air hangat yang dikeluarkan secara alami dari perut bumi.
"Onsen dipercaya berguna untuk menyembuhkan penyakit kulit dan menghilangkan rasa pegal di tubuh," Jasper membuka matanya.
"Rasanya benar-benar menakjubkan. Berendam di air hangat di tengah turun salju sambil menikmati pemandangan gunung yang indah!" Rachel memfokuskan matanya ke arah gunung yang menghadap langsung ke kolam Onsen.
"Rachel?" Jasper berjalan mendekati dirinya.
"Ada apa? Jangan mengintip!" Rachel memperingatkan suaminya.
"Mengapa tidak boleh? Bukankah kita pernah melakukannya?" Jasper berkata dengan heran yang membuat Rachel terdiam seketika.
"A-aku hanya malu. Lagi pula kejadian itu sudah lama," Rachel berkata dengan gugup.
"Bagaimana jika kau tahu saat itu aku berbohong? Apakah kau akan membenciku?" Rachel melihat ke arah Jasper yang menatapnya.
__ADS_1