
Dua tahun kemudian...
Sepasang suami istri dan putra mereka tengah menikmati akhir musim semi yang hangat di tepi air Manhattan, New York City.
"Aku ucapkan selamat untuk wisudamu, sayangku!" Rachel mengecup pipi suaminya dengan lembut.
Di bulan juni, di akhir musim semi ini Jasper wisuda dari program masternya.
"Terima kasih, sayang!" Jasper yang memakai baju toga biru balas mengecup pipi istrinya sambil memangku Emrick yang kini tengah berusia dua tahun.
"Terima kasih karena sudah menemaniku di sini," Jasper menatap istrinya dengan penuh haru.
Setelah Emrick berusia tiga bulan, Jasper memang memutuskan pindah ke Amerika Serikat untuk melanjutkan S2nya. Ia memboyong istri dan anaknya ke negara Paman Sam itu. Kai, Alula dan semua keluarga besarnya begitu mendukung mereka. Jasper dan Rachel pun membeli sebuah apartemen di New York. Mereka memutuskan untuk mengurus Emrick berdua. Selain kuliah S2, Jasper pun diterima bekerja di JPMorgan Chase, bank terbesar yang ada di kota New York.
"Sayang?" Jasper meraih tangan istrinya. Satu tangannya tengah memegang tubuh Emrick yang tengah tertidur di pangkuannya.
"Hmm?" Rachel menikmati pemandangan musim semi yang akan segera digantikan oleh musim panas.
"Aku sudah menyelesaikan kuliahku. Sekarang waktunya kau untuk kuliah."
"Kuliah? Bagaimana dengan Emrick? Aku rasa itu ide yang buruk," Rachel buru-buru menolak.
"Sayang, S2 hanya terdiri dari sedikit mata kuliah. Kau bisa kuliah sambil mengurus Emrick. Ada aku yang akan menjaganya jika kau kuliah," Jasper berusaha membujuk.
"Lalu, bagaimana dengan pekerjaanmu?" Rachel tampak cemas. Ia pun memang sangat ingin melanjutkan S2nya.
"Aku akan resign dari pekerjaanku di Bank," Jasper berkata dengan mantap.
"Resign?" Rachel tampak kaget, karena untuk memenuhi kebutuhan mereka, keluarga kecil ini bergantung kepada pekerjaan Jasper di Bank itu. Jasper memang tidak mau mengandalkan uang kedua orang tuanya. Ia harus mandiri dan tidak boleh ada campur tangan kedua orang tuanya.
"Usaha kita di Inggris bukankah sudah berkembang?" Jasper mengingatkan mengenai usaha penyewaan property miliknya.
"Aku ingin menjadi pengusaha saja. Aku ingin memiliki waktu lebih banyak dengan keluargaku," lanjutnya.
"Apakah cukup jika aku juga kuliah?" Rachel masih belum yakin.
"Aku sudah mulai merintis usaha kita yang baru di kota ini. Setelah mengurus Emrick, aku jadi mempunyai ide bisnis mengenai perlengkapan produk bayi."
"Produk bayi?" Rachel tampak bingung.
"Aku ingin membuat bisnis mengenai produk bayi seperti push walker untuk latihan bayi berjalan, alat-alat makan bayi yang higienis dan kita bisa membuat jaket, sweater dan mantel bayi yang kekinian. Aku rasa itu menjanjikan. Aku sudah menekan kontrak dengan beberapa vendor."
"Itu ide bagus. Aku bisa mendesain pakaian bayi. Aku sangat setuju," Rachel tampak bersemangat.
__ADS_1
"Kalau begitu, lanjutkan pendidikanmu! Aku ingin kau meraih mimpimu," Jasper mengelus rambut Rachel dengan penuh sayang.
"Mimpiku sudah terwujud. Mempunyai keluarga yang bahagia bersamamu," Rachel berkaca-kaca. Ia sangat merasakan bagaimana kasih sayang Jasper kepadanya. Walaupun sibuk kuliah dan bekerja, akan tetapi Jasper tidak melupakan untuk selalu membantu Rachel dalam mengurus Emrick.
Jasper tersenyum hangat. Ia mencondongkan tubuhnya dan mencium bibir istrinya dengan lembut.
Flashback off
"Terima kasih karena selalu mendukungku sampai sejauh ini. Sampai aku memakai toga ini," mata Rachel masih berkaca-kaca. Ini adalah hari wisudanya. Emrick pun kini sudah berusia empat tahun.
"Sama-sama. Ini kewajibanku sebagai suamimu," Jasper membetulkan topi toga Rachel yang sedikit berantakan.
"Apa rencanamu sekarang?" Jasper tampak ingin tahu.
"Rencanaku? Apa aku boleh bekerja?" Rachel bertanya dengan hati-hati.
"Iya. Tentu saja. Bekerjalah padaku! Rawatlah putra kita dengan baik! Aku akan membayarmu dengan apapun," Jasper memamerkan gigi-giginya yang putih.
"Jadi, kau tidak mengizinkanku bekerja?" Rachel mengerucutkan bibirnya.
"Bukan begitu. Hanya saja putra kita masih sangat membutuhkan perhatian darimu. Emrick sekarang berumur empat tahun. Dia sedang berada dalam fase Golden Age. Apa kau tidak ingin menemaninya belajar? Keingintahuannya sangat besar sekarang, kau bisa menjelaskan semua hal yang kau tahu padanya," Jasper menjelaskan dengan baik agar Rachel bisa mencernanya.
"Gadis Bulgariaku, aku menyuruhmu kuliah kembali bukan untuk menyuruhmu bekerja. Kuliah bukan hanya soal mencari uang. Tapi akan ada pengalaman baru yang kau dapat, bertemu dengan orang baru, dan tentunya memperbanyak ilmu yang kau dapat. Kau mengerti maksudku? Tidak masalah jika kau seorang lulusan universitas dan tidak bekerja," Jasper mendekap tubuh kecil istrinya.
"Seorang ibu yang bekerja atau tidak bekerja sama-sama mulianya. Mereka berjuang untuk keluarga dengan cara mereka masing-masing."
"Mengapa kau bisa begitu bijak begini?" Rachel mencubit gemas pipi suaminya.
"Bukankah aku selalu berkata bijak?" Jasper tertawa.
"Aku ingat mahasiswa sombong yang menjatuhkan kotak makananku," Rachel tampak mengingat momen saat mereka ospek dulu.
"Mengapa kau begitu pendendam?" Jasper tertawa.
"Ayo kita pulang! Emrick dan yang lain menunggu!" Ajak Rachel.
"Sebentar, ada telfon!" Jasper melepaskan tubuh istrinya dan mengambil ponsel di saku celananya.
"Meeting lagi?" Rachel menghela nafas saat Jasper menutup telfonnya.
Perusahaan yang didirikan suaminya di bidang perlengkapan bayi memang maju dan menjadi trend di New York. Itu sebabnya Jasper menjadi sibuk akhir-akhir ini. Terkadang Jasper harus membawa Emrick untuk bertemu dengan clien karena Rachel yang harus kuliah.
"Tidak. Ini hari spesialmu. Aku kosongkan semua jadwalku. Ayo kita pulang!" Jasper memangku istrinya yang berbalut baju toga kebanggaan universitas Columbia. Mereka tertawa bersama di tengah keramaian Time Square.
__ADS_1
"Mengapa kalian lama sekali?" Gerutu Alula saat melihat putra dan menantunya baru datang.
"Kasihan Emrick. Cucuku mencari kalian," Kai memangku cucu kesayangannya dengan begitu posesif. Mereka semua memang terbang ke New York untuk merayakan hari wisuda Rachel.
"Maaf, Ma. Tadi kami berjalan-jalan sebentar," ucap Rachel kepada mertuanya yang begitu menyayangi dirinya.
"Tidak apa-apa. Ini hari bahagiamu. Selamat untuk kelulusanmu, sayang!" Alula memberikan selamat dan mencium pipi menantu yang sudah ia anggap putrinya sendiri.
"Terima kasih, Ma. Anak Mommy," Rachel memusatkan perhatiannya kepada Emrick yang tengah digendong Kai. Rachel mengambil Emrick dari gendongan ayah mertuanya.
"Dari mana saja, Mommy?" Emrick bertanya dengan wajahnya yang menggemaskan. Bocah cilik itu tampak mengerucutkan bibirnya.
"Mommy ada urusan penting," Rachel mengecup pipi putranya yang bulat.
"Sini, sayang!" giliran Jasper yang mengambil Emrick dari gendongan istrinya.
"Papa, mengapa pakaian Mama seperti itu?" Bocah berusia empat tahun itu menunjuk baju kebanggaan universitas Columbia yang Rachel kenakan.
"Karena ini hari penting Mamamu. Mulai hari ini Mama akan ada 24 jam untuk Emrick."
"Benarkah, Pa? Hore!" Emrick berteriak kegirangan. Semua yang ada di sana tertawa melihat bocah yang memiliki wajah perpaduan antara Jasper dan juga Rachel itu.
"Iya, sayang. Emrick tidak akan ikut Papa meeting lagi," Rachel mengacak-ngacak rambut putranya dengan gemas.
"Kalau begitu ayo kita makan malam bersama!" Ajak Kai kepada seluruh keluarganya.
"Di mana, Kim?" Jasper tampak mencari keberadaan adiknya yang kini sudah tumbuh menjadi wanita dewasa.
"Dia kabur lagi saat Mama akan menjodohkannya," Alula menjawab sambil merapikan serbet yang akan dipakai oleh keluarganya.
"Mama terlalu memaksanya. Biarkan saja dia!" Jasper memberikan saran.
"Mama hanya berusaha mengenalkan Kim dengan beberapa pria."
"Berhentilah, Ma! Biarkan Kim mencari jalannya sendiri!" Jasper menasehati ibunya dengan lembut.
"Mama pikirkan lagi. Ayo kita makan bersama!" Alula duduk di kursi makan saat semuanya sudah duduk bersiap untuk dinner istimewa malam ini.
Mereka mengobrol dengan hangat dan bercengkrama menceritakan pengalamannya masing-masing.
**TAMAT.
Hallo readers yang masih membersamai novel ini. Akhirnya novel Jasper berada di episode akhir. Terima kasih ya buat kalian yang sudah baca, like, komentar, memberikan vote dan hadiah kepada karya recehan otor ini. Otor doakan semoga kalian selalu dalam keadaan sehat. Mohon maaf otor yang tidak maksimal dalam menulis novel ini, karena mungkin berbenturan dengan beberapa kegiatan. Otor akan kembali dengan cerita baru di NT ya. Semoga kalian berminat untuk baca. Love you pokonya buat semua ya. Salam sayang dari otor, salam sayang dari kota Bandung 🤗😍**
__ADS_1