
Pagi harinya, Alula dan Kai pamit akan kembali ke kota Birmingham. Mereka cepat pulang karena sengaja ingin mendekatkan Jasper dan Rachel kembali. Jasper juga sudah menyuruh Bi Ely untuk pulang. Ia memutuskan untuk tidak memakai asisten rumah tangga karena Jasper ingin mengurus Rachel sendiri. Bi Ely pun ditarik kembali bekerja di rumah Alula dan Kai.
Sepeninggal Alula dan Kai, Rachel merebahkan tubuhnya dikasur yang empuk. Kepalanya sangat pusing, dan penglihatannya agak buram.
"Tidurlah!" Jasper datang tiba-tiba, ia segera menyelimuti tubuh mungil istrinya dengan selimut yang hangat.
"Aku bisa sendiri!!" Jawab Rachel dengan ketus.
Jasper segera meninggalkan kamar Rachel. Ia melangkahkan kakinya ke dapur. Pria jangkung itu membuka lemari es, ia ingin memasak untuk istrinya. Setelah hidup bersama dengan Rachel, Jasper sudah terbiasa membantu Rachel memasak, maka tidak sulit baginya jika sekarang ia akan memasak untuk istrinya yang sedang hamil.
Jasper membuka ponselnya, ia membuka fitur YouTube dan menonton konten memasak. Kali ini ia akan membuat Pancake untuk istrinya. Pertama, Jasper mengambil adonan seperti telur ayam, terigu, gula dan juga susu.
Jasper mengaduk semua adonan menjadi satu, tidak sulit baginya saat memasak. Walaupun baru belajar, Jasper langsung cepat menguasai semua adonan yang ada di tangannya.
Setelah selesai, Jasper segera menghias Pancake buatannya dengan buah blueberry, dan diberi sirup mapel. Ia juga menambahkan keju dan irisan daging di piring pancake tersebut.
__ADS_1
"Akhirnya selesai juga!!" Jasper tersenyum puas. Ia segera berjalan menuju kamar istrinya. Tak lupa, Jasper membawa segelas air putih dan segelas susu khusus ibu hamil rasa cokelat. Juga vitamin-vitamin kehamilan milik Rachel yang diberikan Bi Ely kepadanya.
"Bangunlah! Aku buatkan makanan untukmu," Jasper menyimpan nampan di atas nakas, ia lalu menggoyangkan tubuh istrinya dengan lembut.
"Tidak, kepalaku pusing. Tolong jangan ganggu aku!" Rachel menyelimuti dirinya sampai selimut itu menutupi kepalanya.
"Ayolah makan sedikit saja! Biar aku bantu," Jasper tak menyerah, ia membuka selimut Rachel. Tangannya menyangga punggung Rachel, Ia membantu Rachel untuk bersandar.
Jantung keduanya berdetak dengan cepat, mereka seperti tersengat arus listrik. Keduanya sama-sama menyadari jika cinta masih tersimpan di lubuk hati, walaupun seberapa keras mencoba untuk dihapus.
Jasper membantu mengiris potongan daging, Rachel menatap suaminya dengan diam seribu bahasa. Ia sangat terharu dengan usaha yang dilakukan Jasper. Namun, kenangan satu tahun kemarin mengingatkan nya lagi untuk tak pernah berharap lagi kepada pria yang sudah memporak porandakan hatinya.
"Ayo buka mulutmu!" Pinta Jasper dengan hangat.
"Aku bisa sendiri," Rachel menyambar garpu dari tangan Jasper dengan cepat. Ia langsung melahap Pancake dan irisan daging dari Jasper dengan lahap. Aneh memang, akhir-akhir ini selera makan Rachel sangatlah buruk. Namun, ketika mencoba masakan suaminya, lidahnya tidak menolak.
__ADS_1
Semua makanan habis tak tersisa, Rachel sangat kenyang. Ia melihat saus maple masih tersisa di piring. Tak malu, Rachel segera mencolek saus maple itu dengan jari telunjuknya. Hal itu membuat Jasper sangat gemas. Setelahnya, Jasper membantu Rachel untuk minum susu ibu hamil, dengan dua tegukan susu itu juga langsung tandas tak tersisa. Jasper juga memberikan vitamin yang mengandung asam folat, dan suplemen yang mengandung zat besi untuk Rachel.
"Kau belum kenyang? Biar aku membuatkannya lagi," tanya Jasper ketika Rachel berusaha menelan vitamin yang sudah ada di dalam mulutnya.
"Aku sudah kenyang, tadi itu bukan aku. Tapi bayimu, ya, dia sangat suka masakan ayahnya. Jadi yang menghabiskannya juga bayimu, bukan aku. Sudah cepatlah keluar! Aku ingin tidur," Rachel menutupi dirinya, karena merasa malu menghabiskan masakan Jasper. Ia takut Jasper semakin percaya diri dan berpikir yang tidak-tidak.
"Bayi besar maksudmu?" Jasper tertawa.
"Baiklah aku keluar dulu, kau tidur saja! Di luar hujan. Pasti akan sangat nyaman jika tidur di saat hujan," lanjutnya lagi.
Terdengar langkah Jasper menjauh dari kamar Rachel, dibalik selimut Rachel tersenyum. Ia merasa diperlakukan sangat istimewa oleh orang yang satu tahun mengacuhkannya.
"Jasper, mengapa kau sangat pintar mengambil hatiku? Tapi aku tidak boleh begini. Aku takut kau menghancurkanku lagi," senyuman itu surut ketika Rachel mengingat peristiwa satu tahun yang lalu.
30 menit berlalu, Jasper kembali ke dalam kamar Rachel. Ia terduduk di atas sofa dan melihat istrinya tengah tertidur dengan nyenyak. Ingin sekali Jasper memeluknya erat, tapi hal itu ia urungkan.
__ADS_1
"*Rachel, kita memang ditakdirkan untuk selalu bersama. Kau adalah jodohku dan aku adalah sebagian dari dirimu. Kau lihat? Di saat kita akan berpisah, anak itu ada. Tapi, percayalah! Aku kembali mencarimu bukan karena kehamilanmu. Bahkan aku baru tahu kau mengandung kemarin. Aku mencarimu, karena aku yakin, hanya kau yang aku cintai. Aku mencarimu, karena setelah kepergianmu jiwaku terasa kosong. Aku mencarimu karena aku yakin bahagiaku hanyalah bersamamu*."