Mari Kita Bercerai

Mari Kita Bercerai
Mari Kita Mulai Dari Awal!


__ADS_3

Kaori membawa Rachel Sapporo City General Hospital. Jasper langsung memangku istrinya dan berlari ke arah IGD.


"Tolong istri saya!" Teriak Jasper dengan wajah yang memucat. Ia bahkan tidak merasakan hawa dingin yang malam ini mencapai -10 derajat celcius.


Para petugas medis pun membawa Rachel ke instalansi gawat darurat. Kaori menjelaskan kepada salah satu petugas medis dengan menggunakan bahasa Jepang mengenai keadaan Rachel yang keracunan setelah memakan Sashimi berbahan dasar ikan Fugu. Petugas medis pun mengangguk dan langsung masuk ke dalam instalasi gawat darurat.


Dokter dan perawat langsung melakukan tindakan bilas lambung (gastric lavage). Bilas lambung adalah tindakan medis untuk membersihkan lambung sebagai penangangan kasus keracunan.


Jasper berdiri di depan pintu IGD. Ia merasa sangat cemas akan keadaan Rachel.


"Tuan, duduklah!" Pinta Kaori yang melihat Jasper sedari tadi resah dan mondar-mandir di depan pintu ruangan IGD.


"Bagaimana bisa aku tenang sementara istriku di dalam sana nasibnya belum aku ketahui?" Jasper menaikan nada bicaranya kepada Kaori.


"Aku tahu anda khawatir, tuan. Lebih baik anda duduk dan doakan istri anda selamat," Kaori memberi saran.


Jasper pun mengatur nafasnya. Ia langsung terduduk di kursi yang ada di depan IGD.


"Rachel, ku mohon bertahanlah! Mari kita pulang ke Inggris dengan keadaan sehat! Aku berjanji akan mengantar jemputmu ke kampus. Kau tidak perlu mengejar bus atau taksi lagi untuk pergi kuliah," setetes air mata lolos begitu saja dari mata pria yang sedang mengkhawatirkan nasib istrinya.


satu jam berlalu. Jasper tak kunjung mendapatkan penjelasan mengenai kondisi istrinya di dalam sana, hingga seorang dokter pun keluar dari ruangan IGD.


"Bagaimana istri saya? Dia selamat kan, Dok? Dia sudah sadar?" Jasper menyerang dokter yang menangani Rachel dengan beberapa pertanyaan sekaligus.


"Istri anda selamat, tuan. Untung saja anda langsung membawanya segera ke rumah sakit," jelas dokter yang baru saja melakukan prosedur Gastric Lavage. Bilas lambung memang hanya bisa dilakukan pada kasus keracunan yang terjadi kurang dari satu jam.

__ADS_1


"Istri anda akan dipindahkan ke ruang perawatan," jelas dokter itu lagi dengan memakai bahasa Inggris.


Jasper pun langsung bernafas lega. Seolah-olah beban yang ditanggungnya lenyap seketika.


"Syukurlah," Kaori ikut bernafas lega.


"Terima kasih, Dok untuk penjelasannya dan untuk kerja kerasmu," ucap Jasper dengan tulus dan senyum yang merekah di bibirnya.


"Sama-sama. Kalau begitu saya izin pamit," Dokter itu pun pergi dari hadapan Jasper.


"Kaori, terima kasih sudah membawa istriku tepat waktu," Jasper mendatangi Kaori.


"Sama-sama, Tuan," Kaori menjawab.


"Kalau begitu, pulanglah Kaori! Aku akan tidur di sini."


Sepeninggal Kaori, Jasper pun segera mengurus dokumen-dokumen Rachel untuk keperluan medis. Kemudian ia berlari ke kamar perawatan istrinya. Ia sudah sangat ingin melihat Rachel.


Jasper membuka pintu kamar perawatan istrinya yang bertipe Presidential Suite. Ia melihat Rachel terbaring dengan wajah yang cukup pias.


"Hey, Nona keras kepala! Nona pembangkang!" Sapa Jasper. Ia mendudukan dirinya di sofa yang ada di samping ranjang perawatan istrinya. Sementara Rachel terlihat belum sadar.


"Terima kasih karena kau sudah memilih untuk hidup," Jasper meraih tangan Rachel yang menangkup di atas perutnya.


"Cepatlah sembuh! Mari kita pulang ke Eropa!" Jasper menciumi tangan istrinya dengan lembut. Tak berapa lama, Jasper pun memutuskan untuk tertidur sambil terus memegang tangan Rachel.

__ADS_1


****


Rachel membuka matanya, ia melihat Jasper tengah tertidur di sisi ranjangnya.


"Aw, sakit!" Rachel mengangkat tangannya yang dipasang selang infus.


"Apa aku disuntik? Aku benci jarum suntik," Rachel bergumam dengan pelan. Kemudian tatapannya beralih kepada raut wajah lelah suaminya.


"Jasper, bangunlah!" Rachel mencoba membangunkan suaminya.


"Kau sudah siuman?" Jasper membuka matanya dengan cepat.


"Jasper, kenapa aku ada di rumah sakit?" Rachel mengedarkan pandangannya.


"Kau memakan ikan Fugu. Dasar gadis ceroboh!"


"Aku pikir, aku sudah menghilangkan racunnya," Rachel menatap mata suaminya yang menatapnya dengan khawatir.


"Dasar ceroboh! Kau perlu sertifikat untuk memasak ikan fugu. Jangan diulangi lagi! Kau hampir membuat jantungku loncat dari tempatnya!" Jasper berkacak pinggang.


"Kau khawatir padaku?" Rachel tertawa melihat raut wajah suaminya yang bercampur antara ketakutan, lelah dan juga khawatir.


"Kau masih bertanya. Tentu saja aku khawatir. Kau istriku. Mana mungkin seorang suami tidak mencemaskan istrinya," seloroh Jasper dengan wajah kesal.


"Kau menganggapku istrimu?" Rachel menatap sedih suaminya.

__ADS_1


"Tentu saja. Mulai hari ini aku akan mencoba menerima pernikahan kita. Kau istriku dan aku adalah suamimu. Mari kita mulai semuanya dari awal!" Ucap Jasper dengan lembut sembari menatap dalam pada gadis yang saat ini tersenyum dengan wajah piasnya.


__ADS_2