
“ aku harus menjemput seseorang, setelah aku mengantar kalian di depan gank, aku akan langsung pergi.” ucap Arnold saat perjalanan.
‘ apa itu kekasihnya?’ batinku.
Setelahnya, aku dan Dika benar- benar di turunkan di depan gank kampungku karena memang rumah kami sedikit masuk ke dalam kampung dengan jalan yang sangat sempit hingga tak memungkinkan kendaraan roda empat untuk masuk kesana.
“ apa ia mau menjemput kekasihnya?” heran Dika.
“ entahlah.” ucapku acuh. Tak penting juga mengurusi percintaan kakak tiri ku itu. Sejujurnya, aku dan Arnold memang sudah berhubungan intim, namun kami tak memiliki hubungan lain selain saudara tiri- jadi menurutku, aku tak berhak mengurusi masalah pecintaan saudari tiri ku itu.
Setelahnya, karena aku tak suka berada di rumah sendiri, aku memilih berkunjung kembali ke rumah Dika, sekedar melepas rindu pada keponakannya yang kecil- kecil. Karena jika aku pindah ke Bali- aku pasti akan merindukan menguyel pipi mereka.
Hingga suara dering telephone membuyarkan aksi menggoda para keponakan yang sudah dekat dengan ku.
...‘ kau ada di mana?’ tanya Arnold....
...“ rumah Aunty.” ...
...‘ Aunty?’ heran Arnold...
...“ rumah Dika.” jawabku jujur....
...‘ bisa share lock? Aku akan kesana.’ ungkap Arnold....
...“ ada apa?” heranku....
...‘ pokok nya kirim saja!’ pinta Arnold....
Akhirnya, aku benar- benar mengirim lokasi ku ke Arnold.
__ADS_1
“ siapa?” heran Dika.
“ Arnold.” ucapku jujur.
“ siapa?” heran Dika yang lupa akan nama saudara tiriku tersebut.
“ kakak tiri ku.” ungkapku.
“ ooo, ada apa?” heran Dika.
“ dia mau main kemari.” ucapku asal.
Siapa yang menyangka jka ia benar- benar main ke rumah kakak dari Dika karena kebeulan rumah Dika dan kakaknya hanya berjarak beberapa rumah dan aku sedang bermain ke rumah kak Emmy- saudari Dika.
“ ada apa?” heranku pada sosok Arnold yang mendekati ku.
“ sayang, mommy kangen.” namun sebuah suara mengagetkan ku, lebih terkejut lagi karena pipi ku terasa ada yang menciumi nya.
“ apa kabar, sayang.”
“ tentu saja baik.” ucapku ramah. Aku menyukai mommy Berta, ia menyayangi ku.
“ terima kasih sudah menjaga Aldista.” ucap mommy Berta pada kak Emmy dan Dika. Tampak mereka hanya mengangguk.
“ kau mau ikut pulang? Damian juga ikut pulang jadi kami mau sekalian jalan- jalan dan wisata kuliner.” ungkap Arnold.
“Damian?” heranku juga Dika.
“ ia saudara jauhku, anak dari adik ayahku.” ungkap Arnold.
__ADS_1
“ ya, ia ikut pulang ke Indonesia karena penasaran dengan kuliner Indonesia. Ia sudah merasakan semua masakan khas Bali dan mengatakan ingin merasakan masakan kuliner Solo.” ungkap mommy Berta.
‘ ia pasti pria gemuk.’ bisik Dika, aku yang mendengarnya hanya menyikut perutnya.
‘ tidak sopan mengatai orang lain.’ ucapku kesal. Ini adalah salah satu yang tak kusukai dari Dika. Jika ia tak suka dengan seseorang, ia lebih suka menjelek- jelekkan orang tersebut.
“ beruntung, meski rumah sudah di perbaiki, belum ada yang menempati kamar yang rencana nya ingin di bangun kost- kost an itu. Damian bisa tidur di salah satu kamar itu.” ungkap Arnold.
“ atau ia bisa tidur di kamar yang kau tempati?” tawar mommy Berta.
“ No! Kamar ku sudah penuh dengan barang dan tak dapat di tambahi Spring bed- dan aku tak mau jika tidur satu kasur dengan seorang pria, meski Damian sepupu ku sekalipun!” tolak Arnold dengan tegas.
“ atau, Aldista bisa tidur di kasur mu dan biarkan Damian tidur di kamar Aldista atau sebaliknya, kau tidur di kamar Aldista!” goda mommy Berta.
‘ What? Apa mommy tahu hubunganku dengan Arnold? Atau Arnold yang sudah meneritakannya pada Mommy Berta?’ batinku. Aku menatap wajah Dika yang tampak tak setuju kata- kata Mommy Berta.
“ mom! Aku dan dia ini orang luar! Meski status kita sekarang saudara!” ucap Arnold setelah menatapku juga melihat wajah Dika yang seolah mau mengeluarkan api panas dari mulutnya.
“ mommy, tahu. Mommy hanya bercanda, sayang. Uh.., mommy gemas sekali padamu. Mommy senang akhirnya memiliki anak perempuan.” ucap Mommy Berta menguyel pipi ku.
“ mommy ingin sekali anak perempuan, sayangnya rahim mommy hanya kuat menerima satu anak yaitu Arnold, sedangkan saudara mommy masih lajang dan tak kunjung menikah, sementara semua sepupu Arnold sendiri semua pria.” ucap Mommy mengelus rambutku.
“ aku titip Aldista, ya.” ucap mommy Berta pada Dika dan Emmy.
“ tentu saja.” ucap Dika merangkul pinggangku.
“ kau juga! Awas saja jika gadis kesayanganku sampai kenapa- napa.” ancam mommy Berta kepada Arnold.
“ what? Mom! Anak kandungmu itu- aku atau dia.” ucap Arnold menunjuk dirinya lalu kearahku.
__ADS_1
“ tentu saja dirimu.” ucap Mommy Berta.
“ tapi aku lebih menyayangi dia.” ucap Mommy Berta mengelusku sekali lagi, tampak jka Emmy dan Dika tertawa melihatnya sementra aku secara reflek menjulurkan lidah ku melihat wajah kesalnya Arnold.