Me And My Step Brother

Me And My Step Brother
Lelah


__ADS_3

Akhirnya, Ale membeli beberapa pakaian setelah di tawari akan di belikan oleh ibuku, namun- dari semua yang di tawari ibuku, Aldista selalu menunjuk batik.


‘ aku suka batik, unik dan menunjukkan ke khas an Indonesia. Dan dalam satu kain ini terdapat berbagai motif seni dan arti di dalamnya.’ begitu jawabnya.


Lalu hari ini di akhiri dengan makan lagi. Selad di Indonesia hampir sama dengan steak biasa, daging, dengan sayuran lalu saus dan tambahan telur. Hanya saja dagingnya lebih kecil dan lebih manis, saus nya juga sedikit lebih cair tapi aku akui ini enak.


Ale menatapku, koreksi maksudku kami- aku dan Damien. Dia mengungkit soal kami yang selalu makan dan berwisata kuliner, namun ia heran karena kami bisa memiliki keenam otot di perut kami.


Aku melirik Damien yang juga tengah melirikku.


Sementara ibuku tertawa kecil.


Tak heran.


Bukankah jika ia bertanya seperti itu sama saja membuka kartu jika ia telah melihat tubuhku? Dan Damien? Tentu karena ia sama jenjangnya denganku dan cecung*k itu sedang memakai baju yang pas dengan tubuhnya, jadi semua orang- bukan hanya Alee saja yang dapat melihat otot- ototnya.


Setidaknya, tidak ada yang ia kenal di sini, bisa- bisa mereka curiga dengan perkataan Ale- apa lagi kekasih tua Ale.


Aku menceritakan soal kebiasan keluarga kami, memperkenalkan saudara kami, Christ dan Brian.


Aku teringat soal membantu Ale menggapai mimpinya agar tak ada lagi keluarga besar yang meremehkan Ale. Aku memberi Damien isyarat di bawah meja. Isyarat yang biasa aku lakukan kala aku bertugas bersama Damien di bagian mata- mata.


Damien mengerti dan meminta Ale untuk menjadi interior designer rumah sakit adik kandungnya tersebut.

__ADS_1


Ini keputusan besar, namun aku percaya pada kemampun Ale.


Awalnya, Ale sedikit ragu. Biar bagaimana pun ini adalah fasilitas umum dan mungkin ini akan jadi kali pertam Ale benar- benar mempraktekkan designnya.


Aku dan Damien berusaha meyakinkan. Aku rasa saudara jauhku itu mengakui kemampuan adik tiriku tersebut.


Akhirnya Ale menyetujui. Baru saja berucap- aku melihat aura designer keluar darinya.


Setelah membeli bahan bangunan yang di perlukan dan kasur pesanan Damien, kami akhirnya pulang.


Aku lelah. Sangat lelah. Setelah bolak balik luar negeri hanya untuk rapat proyek, aku masih tidak bisa tidur karena ingin memeluk Ale, baru mau istirahat, kekasih tua menyebalkan Ale datang dan aku terpaksa menemani mereka kekebun Tea yang dingin, aku bahkan tak bisa tidur karena memilih menemani Ale bertelephone ria dan masih harus menjemput saudara jauh dan ibuku ke bandara, lalu masih menjemput Ale di rumah saudari kekasih tua Ale, lalu wisata kuliner, belanja dan di akhiri dengan membeli bahan bangunan.


Tubuhku remuk redam. Dan aku ingin tidur seharian.


Karena kesal, aku bergegas ke pintu keluar dan menarik salah satu anak yang tidak sempat kabur waktu aku membuka pintu.


Aku ingin mengomelinya, namun ternyata Ale ikut datang ke depan. Aku rasa ia belum tertidur. Karena jika sudah tidur ia takkan peduli pada suara bel.


Dan menyebalkannya lagi anak kecil itu meminta pembelaan kepada adik tiriku itu.


Aku merasakan karma. Aku pernah mengatai Ale dan Ale membalas mengatai aku. Dan anak kecil itu percaya pada Ale soal saudara tiri yang jahat.


Akhirnya, Ale membiarkan anak kecil itu pergi. Aku belum puas mengomel. Ia menasehati aku. Itu mengingatkan aku saat aku melewati masa menjadi berandalan. Apa yang anak kecil itu lakukan belum ada apa- apanya dengan yang aku lakukan.

__ADS_1


Aku memilih mengalah. Lagi pula aku lelah.


Damien keluar dari kamarnya, mungkin tidurnya terganggu. Yang membuat aku kesal adalah ia menyebut nama panggilan yang biasa aku pakai untuk Adik tiriku tersebut.


Dan sialnya adalah, ia malah menggoda ku. Mau buat aku cemburu ya?


Belum ada sehari, Damien berada di Solo, ia sudah harus apel untuk tugasnya. Ia hampir sama denganku, ketika tidak bekerja maka ia adalah orang yang konyol dan suka bercanda namun ketika bekerja ia akan menghilangkan semua sifatnya itu dan menjadi workaholic sama seperti ku.


Sebenarnya aku lega juga pengacau itu pergi. Ibuku tahu hubunganku sehingga takkan mengganggu aku, namun aku terlalu lelah dan aku ingat jika Ale juga sedang dalam masa period nya hingga memutuskan untuk istirahat satu hari di tempat tidur ku.


...Penulis amatir menyapa😘...


...Maaf kalau jarang up🙏...


...Karena like coment dan love y juga jarang...


...Jadi author fokusnya ke karya yang rame...


...Mungkin karena cerita author agak berat ya...


...Jadi banyak yang ga ngerti ma ceritanya...


...Soal nya emank ceritanya di ambil dari kisah nyata Autbor...

__ADS_1


...Jadi emnk jarang ada intrik orang3 yang berputar😵 soal nya autbor harap nya juga kisah autbor juga ga muter2 penuh intrik...


__ADS_2