Me And My Step Brother

Me And My Step Brother
Bertemu Brian


__ADS_3

“ Ar.” tanyaku.


“ apa?” jawab Arnold yang masih fokus pada jalanan karena memang Arnold lah yang menyetir- sementara aku duduk di sisi Arnold dan Damien duduk sendiri di belakang.


“ bukankah ia baru saja lulus S2, benarkah ia baru berumur 17 tahun?” tanyaku.


“ ya, adikku orang yang sangat pintar, di umur 14 tahun ia sudah menyelesaikan study s1 nya dan sebenarnya kami ingin ia menyelesaikan studynya di Perancis, siapa yang menyangka jika ia mendapatkan beasiswa ke Swiss, akhirnya kami hanya bisa melepas adik kecil kami untuk bersekolah di sana dan mengesahkan sumpah dokternya di sana.” ungkap Damien.


“ 14 tahun sudah tamat S1?” dan itu adalah pendidikan kedokteran? Batinku kagum.


“ dia loncat kelas.” jawab Arnold gampang.


Aku hanya terdiam. Ada salah satu saudara jauhku yang juga seorang dokter, bahkan bibi ku adalah mantan direktur rumah sakit, namun di umur 14 tahun dapat menyelesaikan S1? saudara jauhku bahkan butuh 10 tahun untuk menyelesaikan S1 dan 5 tahun untuk menyelesaikan S2- sebenarnya, sepandai apa- Brian?


Aku menatap ke arah Arnold dan melihat bayangan Damien dari balik spion mobil. Jika adik mereka saja sepandai ini, aku yakin mereka sama- sama pandainya.


Mengingat jika Damien di tunjuk sebagai salah satu police international dan memiliki kemampuan yang di akui oleh Dunia.


Ada perasaan penasaran, namun aku seolah masih enggan untuk bertanya. Aku hanya tak ingin rasa iri terus di hatiku, di saat aku yang berusaha seperti apapun saja tak pernah di hargai- dan sekarang aku seolah melihat seorang yang hanya menjetikkan jari saja bisa mendapatkan apapun.


Meski aku akui- orang yang akan aku iri kan ini sangat berbeda dengan keluarga besarku yang hanya bisa memamerkan apa yang mereka miliki- bahkan menyombongkanya.


Aku tahu, mommy Berta menyayangi ku melebihi keluarga kandung ku sendiri dan Arnold.., ia memperlakukan ku dengan sangat baik- bahkan lebih dari kata baik, perlakuan yang membuatku terlena, seolah mengatakan aku ini Istimewa.


Terkadang aku jadi bertanya, apa ia juga memperlakukan semua wanita seperti ia memperlakukanku?


Aku menggelengeng, mencoba mengenyahkan perasaanku, perasaan yang tak boleh ada di hatiku.


🌸🌸

__ADS_1


Aku menatap dengan tidak percaya. Siapa yang akan percaya jika adik dari Damien itu masih berumur 17 tahun? Tubuh jenjang tinggi nya bahkan mengalahkan adikku yang menurutku juga cukup tinggi. Dan aku yakin itu masih bisa bertambah tinggi lagi karena usia nya masih merupakan usia pertumbuhan untuk seorang pria remaja.


Tubuh jenjang dan rahang yang tegas, meski asih menyiratkan wajah yang manis dan sedikit polos- seolah belum pernah mengenal dunia orag dewasa sebelumnya. Warna matanya blue Diamond menambah pesona nya, aku yakin, ketika dewasa nanti pria itu akan jadi rebutan para perempuan. Tidak hanya Brian, sejujurnya ketiga saudara ini; Brian, Damien juga Arnold memanglah pria tampan.


Pasti tidaklah susah bagi mereka jika mereka menginginkan seorang wanita. Mengingat hal itu membuatku terdiam. Sekali lagi perasaan yang seharusnya tak boleh ada di hatiku kembali memenuhi hatiku.


Sakit!


“ siapa ini, Arnold?” tanya papa melihat Brian.


“ adiku, uncle.” jawab Damien.


“ begitu? Ta, mb Krisma mau nikah, ini papa baru saja dapat undangannya, kamu tolong wakilin papa, ya?” pinta Papa.


“ lho? Papa sakit?” tanyaku melihat wajah papa yang sedikit pucat.


“ iya, mungkin kecapekan karena pulang pergi Bali- Solo- ibu kota lalu balik lagi ke Solo.” ucap Papa.


“ tentu saja.” jawab Nicholas gampang.


“ apa kami boleh ikut?” tanya Damien merangkul Brian.


“ kalian?” tanya Papa.


“ ya, aku yakin di setiap pesta pernikahan pasti ada hidangannya.” jawab Damien.


Aku hanya menggelengkan kepalaku sambil tertawa.


“ gapapa, sayang. Anggap saja mereka perwakilan dari kita.” jawab Mommy Berta.

__ADS_1


“ pesta pernikahannya, kapan?” tanyaku.


“satu minggu lagi. Dan, ini kain buat seragam nya.” ucap papa memberikan kain belum jadi yang rencananya akan di jadikan seragam.


Aku menatap ke arah kain itu. Kain sederhana berbahan dasar satin dengan gambar bunga dan warna dasar hitam.


‘ mereka seolah mendoakan tentang kematian saja. Mengapa warna dasarnya hitam?’ heranku.


“ apa kau punya ide mau kau buat seperti apa?” tanya Damien.


“ sebenarnya aku mau membuat kebaya modern, tapi bahan kainnya aku rasa kurang.” jawabku.


“ kita beli bahan kainnya lagi saja. Apa kita mau ke klewer lagi?” tanya Arnold.


“ tidak, di dekat rumah ku ada toko yang menjual kain dan peralatan menjahit. Aku mau menambah sedikit renda tenun di bagian pundak ke leher. Jadi ini mau aku buat tanpa lengan, bagian dada ke pinggang press membentuk tubuh bagian pinggang ke bawah menjuntai, lalu di tengah kasih kain dengan warna senada namun hanya sampai lutut jadi seperti memakai outfit, tapi itu satu bagian.” jawabku membayangkan mau seperti apa kebaya yang cocok untukku.


“ kurasa kau ini bukan hanya interior design tapi juga designer art. Kau juga bisa mendesign baju.” jawab Damien sekenanya.


“ klau begitu, ayo kita sekalian berkeliling kota, kita beli apa yang kau butuhkan, setelahnya kita mencari penjahit yang bisa menjahhit sesuai pesanan mu. Setelahnya, kita melanjutkan wisata kuliner.” jawab Arnold.


“ kau mau ikut?” tanya Arnold ke Nicholas.


“ naik apa?” tanya Nicholas.


“ motor saja, kau memakai matic mu, aku dengan Aldista, lalu Damien dengan Brian.” jawab Arnold.


“ aku tidak ikut deh.” jawab Nicholas.


“ okey, terserah.” jawab Arnold. Aku hanya terdiam, aku yakin, adik laki- laki ku yang satu itu pasti memilih di rumah dan mencoba menarik perhatian mommy tiriku.

__ADS_1


Karena memang begitulah adikku, semenjak insiden dimana aku menghapus semua nerkas men to men entah milik siapa itu- aku merasa adikku sedikit menjaga jarak denganku. Dengan apa yang di lakukannya, aku jadi semakin yakin jika berkas itu memang miliknya, namun ia enggan marah kepadaku.


Ibaratnya seperti buah simalakama; jika ia marah, maka itu ibarat membongkar aib nya sendiri. Namun tak marah pun ia tetap merasa sangat kesal karena berkas yang ku habis kan itu berisi ribuan file dan ratusan video.


__ADS_2