
Aku memilih restoran cepat saji.
Aku menatapnya yang tengah makan dengan nikmatnya. Cara makan dengan nikmat tanpa di tutup- tutupi menjadi anggun. Aku jadi teringat tentang drinya yang tak di terima di berbagai perusahaan karena ia memiliki kekurangan.
Aku menawari pekerjaan. Yap, pekerjaan di perusahaanku. Ia berbakat, dan aku bisa menggunakan idenya untuk membangun game ku sendiri dengan dia sebagai sutradari animationnya.
Namun dari pada menjawab ia malah berbicara seputar; apakah aku benar- benar bisa memberinya pekerjaan sampai aku kesal. Aku tidak suka berbicara basa- basi.
Dan dia berkata tidak!
Tidak butuh?
Ia lebih suka di beri uang?
Aku hampir saja menjugdenya, berpikir ia sama saja dengan wanita kebanyakan.
Namun jawabannya setelahnya, membuatku rasa kesalku sekali lagi menguap. Aku melihatnya bersinar.
Ia tidak kesal karena tidak ada yang menerimanya pekerjaan. Ia selalu berpikir positive tentang apa alasan mengapa tak di terima.
Ia benar- benar selalu berpikir positive.
Apakah ia tidak mendengar jika aku berkata; ingin memberinya pekerjaan di perusahaanku. Apakah ia tidak berpikir jika itu adalah perusahaanku? Ia berpikir makna dari kata perusahaanku adalah aku bekerja di perusahaan?
Antara ia yang tak peduli, atau ia terlalu polos sehingga tak pernah berpikir jika orang di hadapannya adalah seorang bos besar?
Seharusnya aku curiga. Namun semakin aku curiga, entah mengapa aku semakin terpesona.
***
Ini adalah malam perdana aku tidur di kamarku.
Tepatnya mantan kamar kakak dan adik angkatku atau mantan gudang.
Takkan ada yang menyangka jika sebelumnya kamar yang kutempati dulunya adalah gudang.
Dan saat ingin berbaring, ponsel ku berbunyi.
__ADS_1
...* semua percakapan ini memakai bahasa Belanda*...
...“ Old.” ucap sebuah suara terkekeh....
“ come, on. Damien! Aku memang lebih tua darimu 3 tahun, tapi kau tak berhak mengataiku ‘tua’!” geramku.
Meski harus aku akui itu adalah bagian dari namaku.
...“ aku hanya bercanda. By the way, aku sedang di Indonesia.” ucap Damien mengakhiri canda nya....
“ dimana?” tanyaku.
...“ Bali, aku mendapat tugas dari pemerintah karena permintaan masyarakat; ...
...Jika seharusnya pemerintah itu terbuka. ...
...Aku sedang menyelidiki para opnum pemerintah, yang sewenang- wenang menggunakan kekuasaannya dan menyamar menjadi warga biasa.” ucap Damien....
Aku pernah menjadi bagian dari tugas International Police jadi ia percaya dan bercerita soal tugasnya padaku. Yah, sejujurnya, aku juga pernah di tawari menjadi bagian di dalamnya, namun aku tak ingin kehilangan selera makanku.
“ begitu? ah! En!” panggilku.
“ kau bisa menghentikan pasukan pencarianmu, Ale yang kucari sudah kutemukan.” ucapku.
...“ benarkah? Siapa?” ucap Damien senang,...
“ kau ingat? Mommy ku menikah lagi?” tanyaku memulai.
...“ jangan bilang jika ia menjadi bagian dari keluarga barumu sekarang.” ucap Damien menduga....
“ aku ingin berkata tidak, sayangnya, ia memang keluarga baruku, tepatnya adik tiriku.” jawabku.
...“ God! Takdir sialan!” ucap Damien prihatin....
“ tak apa, En. Setidaknya aku masih bisa menatap wanita itu dan menjaganya.” ucapku menyemangati diriku sendiri.
...“ Ar! Miliki dia!” ucap Damien menaikkan intonasinya....
__ADS_1
“ jangan gila, En! Ia adalah adikku sekarang. Ia saudaraku”
...“ tapi ia bukan adik kandungmu! Kalian saudara namun tidak sedarah! Jangan lupakan fakta itu! Apakah ia memiliki kekasih?” tanya Damien....
“ punya, tapi ia berniat putus darinya.”
...“ good! kau masih bisa memilikinya.” ...
“ bagaimana caranya?” heranku.
...“ Cumbu dia!”...
“ What?” ucapku pada kata tak masuk akal Damien.
...“ cumbu dan miliki dia!”...
“ but, she not still a virgin. ” takkan ada keajaiban darah pertama. ucapku jengah.
...“ tak masalah! Ini jaman modern, tak heran jika wanita jaman sekarang tak lagi segel. Buat permainan yang membuatnya tak dapat melupakanmu. Apa aku perlu mengajarimu?” goda Damien....
“ ya ya ya, Casanova beraksi, huh?” ejekku.
...“ aku tidak lupa jika kau benci wanita, aku takut jika milikmu tak bisa berdiri tegak.” ejek Damien. ...
“ kau meremehkan milikku? Kau tidak lupa waktu kita di toilet umum? kau pasti tahu jika milikku lebih besar dari milikmu kan!” aku mulai membicarakan seputar dunia pria.
...“ tapi milikku sedikit mengguratkan otot, aku yakin akan membuat para wanita menjerit karenanya!” ucapnya terkekeh....
“ menjerit karena mengira milikmu ke tempelan ulat?” jengahku.
...“ jika ini di dengar adik tirimu itu, aku pastikan ia sudah basah sekarang.” kekeh Damien....
“ kau lupa? Kita berbicara menggunakan bahasa Belanda!”
...“ aaa? Apa perlu aku rubah menjadi bahasa Indonesia? Aku sudah mempelajarinya.” ucap Damien menawarkan....
“ mati saja kau!” ucapku mematikan panggilan.
__ADS_1
Karena aku tahu jika ia bisa! He is Genius! Bisa gawat jika Damien menggunakan bahasa Indonesia, meski aku sudah menutup runganku, bisa saja wanita itu tiba- tiba masuk ke ruanganku.