
“ papa.” panggilku.
“ ada apa, Ta?” tanya papa.
“ ia akan ikut aku pulang ke Belanda, pa.” jawab Arnold. Pria itu ikut berbicara di belakangku.
“ ha? Nanti kamu merepotkan, lagi?” jawab papa.
“ tidak, akulah yang mengajak Ale, papa. Biarkan ia ikut, ia juga bisa berguna membersihkan rumah lama ayahku.” ucap Arnold terkekeh. Aku langsung menyikut perutnya.
“biarkan saja, sayang. Biar bagaimana pun, ia adalah adik tiri Arnold sekarang, biarkan keluarga besar mengetahui adik tiri Arnold ini.” ucap mommy Berta membela ku.
Jika mommy sudah berbicara, maka papa tidak bisa membantah. Satu- satunya yang bisa melawan opini adikku kepada papa. Dan sekarang, yang membantah opini papa adalah mommy Berta.
***
Ini kali pertama aku menaiki pesawat, aku sedikit berdebar- debar. Takut akan memalukan, mabuk udara dan sebagianya. Apa lagi mengingat jika aku memiliki claustrophobia.
“ pastikan handphone mu dalam keadaan mode pesawat, Ale.” ucap Arnold mengigatkan.
__ADS_1
“ dan pasang earphone mu agar kau tak merasa mual.” ucap Damien juga.
“ iya- iya.” ucapku sambil memasang Earphone dan membuat handphone ku dalam keadaan mode pesawat. Beruntung aku sudah mendownload music dan video yang banyak.
Hal yang terlintas di benak ku adalah ruangan pesawat yang sering aku lihat di iklan TV atau YT, namun hal pertama yang aku lihat di dalam pesawat adalah;
Ruangan yang besar, ada sofa yang cukup besar yang tertanam di dalam pesawat, beberapa tempat duduk untuk lepas landas- lengkap dengan sabuk pengaman, toilet, ruang untuk istirahat, bahkan ada TV, lemari kaca yang terlihat berisi permainan, dari berbagai macam kartu dan Game, seperti catur dan sebagainya, bahkan ada kulkas dan dapur untuk menghangatkan makanan.
Dan..., lemari penuh akan wine? Dan Alcohol? Ini ruang pesawat atau hotel pribadi?
“ i.., ini pesawat? Kita tidak salah naik pesawat bukan?” tanyaku sedikit terkejut.
“ ya, ini jet pribadi milik grandpa ku.” ungkap Arnold, langsung duduk di kursi untuk lepas landas.
” ya, sebelum pulang, aku sudah menghubungi grandpa ku, aku mengatakan jika kau memiliki claustrophobia, itu sebabnya ia menyiapkan jet pribadi yang cukup luas ini untuk menyambut kedatanganmu.” ungkap Damien.
“ pesawatnya akan lepas landas, Ale, kau harus duduk di sini agar tak terjatuh.” ungkap Arnold.
“ oke.” ucapku sambil duduk di kursi lepas landas.
__ADS_1
“ begitu lepas landas, jika kau mau tidur, kau bisa tidur di ruang tidur, jika kau butuh bantal, tersedia di ruangan dengan pintu hexagonal di belakang ruang tidur.” ucap Arnold.
“ tapi tidak asyik jika kita hanya tidur, jika kau lapar, kau bisa makan, akan kami panaskan makanan untuk kita makan, dan kita bisa bermain permainan kartu Duos.” ucap Damien.
Aku..., jadi sedikit penasaran pekerjaan keluarga mereka.
Aku mengibaskan tanganku di kepalaku. Buat apa penasaran? Setidaknya adalah, mereka menyayangiku. Peduli padaku- bahkan melebihi keluarga kandungku.
🌸 Belanda 🌸
Begitu sampai, Arnold langsung mengarahkan mobil yang di sewa? Atau mungkin di belinya begitu sampai di negara ini- menuju ke makam ayah kandungnya.
Makam di Belanda hampir sama dengan Indonesia, hanya saja, makam- makam di sini terlihat lebih rapi, semua di buat berjejer. Tidak seperti makam di indonesia yang bisa di buat naik dan turun, belum jika ada makam dengan berbagai model ada yang dari ceramic, batu dan sebagainya.
Kalau di Belanda, semua rapi, kadang jika berbeda, hanya papan penanda nama saja yang di buat berbeda. Terlepas dari makam, aku suka suasana di sini, sejuk.
Jika di Indonesia, kita memakai bunga tabur, Arnold membawa satu bunga utuh, yang aku yakini di sukai oleh ayah kandungnya tersebut. Di letakkan di pusara dengan nama Lucas Holand.
Jika biasanya wajah Arnold itu konyol dan penuh tawa, ini kali pertama aku melihat wajah sendu seorang Arnold.
__ADS_1
Tak heran, saat ia memelukku kemarin saja, ia hanya membenamkan wajahnya, jadi aku tak bisa melihat bagaimana rupanya saat itu.
...Kalau di Indonesia, setelah dari makam, kita akan mencuci tangan dan kaki kita, bertujuan agar apa yang ada di makam tidak ikut bersama kita- mitosnya begitu, penyebab lainnya karena; ya, makam itu kotor, penuh tanah dan debu. Namun berbeda dengan makam di Belanda yang sangat bersih, bahkan di tanami rumput hias. ...