Me And My Step Brother

Me And My Step Brother
The end for Jason


__ADS_3

*** POV AUTHOR***


Assistant itu, Jason Carter mengikuti kemana Arnold pergi. Di rasa Arnold hanya ke toilet, Jason mengikutinya. Ia mengikuti sampai ke lorong, sebenarnya, Jason sudah pernah mengikuti rapat di gedung ini, namun ia tak sadar ada keanehan karena fokus menjaga jarak dengan Arnold.


Sampai di lorong terakhir, Jason mengikuti Arnold sampai ke sebuah ruangan. Ruangan yang gelap- tidak seperti sebuah Toilet.


Brak! Jason terjenggit kaget karena suara pintu yang di tutup secara kasar. Jason menghadap pintu yang tertutup dan pria berkaca mata itu kehilangan fokusnya karena ruangan yang tiba- tiba terang.


Dan yang Jason lihat pertama kali adalah..,


Arnold?


Yap, yang menutup pintu dengan kasar dan menyalakan lampu adalah Arnold.


“ tu.., tuan muda.” ucap Jason terkejut.


“ tuan muda? Kau bahkan tak bekerja lagi dengan ayahku karena mengkhianati perusahaan ayahku, kenapa kau masih memanggilku; tuan muda?” ucap Arnold dengan smirk Smile nya.


Jason, pria berusia 35 itu memang sudah di anggap anak bagi ayah kandung Arnold, ia berbeda dengan Arnold hanya satu tahun, itu sebabnya Ayah Lucas menganggap Jason adalah kakak dari Arnold. Ia bahkan kerap di ajak menginap di rumah Ayahnya bahkan Vila pribadi mereka. Itu sebabnya, Jason juga mengenal Arnold dan memanggilnya; Tuan muda.


“ ma.., maafkan saya, tuan. Saya..” ucap Jason tergagap.


“ kamu?” ucap Arnold membalikkan kata- kata Jason.

__ADS_1


“ saya di paksa oleh perusahaan HSP, tuan. Itu sebabnya saya..” ucap Jason menggantung. Sejujurnya, Jason sudah menyiapkan skenario jika bertemu Arnold dan seandainya pria yang lebih muda darinya satu tahun itu bertanya padanya. ia sudah menyiapkan jawaban dan skenario di kepalanya, skenario yang menyebutkan jika Arnold akan memaafkannya dan ia bisa bekerja lagi di perusahaan Arnold yang bahkan lebih besar dan berkembang dari perusahaan yang di pegang ayah kandung Arnold. Namun, ternyata segalanya melenceng jauh dari skenario.


“ kau di bayar berapa?” tanya Arnold tanpa basa- basi.


“ i..., itu.” ucap Jason gugup. Arnold yang dulu di kenalnya kekanak- kanakan dan murah senyum- persis seperti Lucas, sekarang berubah menjadi pria beraura menekan.


Jason akhirnya menceritakan segalanya, kartu As yang sudah ia siapkan. Ia hanya tak tahu jika di atas As masih ada Joker.


“ saya mohon, saya mohon pekerjakan saya lagi di perusahaan anda! Saya berjanji akan menceritakan proyek yang akan di bawakan perusahaan HSP.” ucap Jason.


‘ ini dia.’ Arnold hanya tersenyum.


“ really?” ucap Arnold mulai bersandiwara.


“ ye.., yeah.” jawab Jason yakin.


“ thank’s Jason, but, i not have need that.”


Arnold membuka pintu yang sedari tadi ia halangi menggunakan badannya.


“ aku bangga akan proyekku dan aku tak membutuhkan cara curang itu untuk memenangkan tender ini.” ucap Arnold meninggalkan Jason sendiri.


Ia lalu menekan tombol stop dari camera mini yang di bentuk menyerupai Tie tacks type- sejenis klip agar dasi terlihat rapi.

__ADS_1


“ the end to you Jason.” ucap Arnold ber smirk smile.


🌸🌸🌸


Dan sesuai perkataan Arnold, ia maju dengan langkah tagap dan percaya diri karena telah memenangkan tender besar yang akan membuat game online nya di kontrak oleh game berbasic virtual dan offline seperti P*p atau Pl*y stati*n.


Arnold melirik ke arah Jason dan boss besar perusahaan saingan ayahnya dulu yang pernah mengambil ide proyek game nya. Arnold menunjukkan senyumnya.


Lalu meraih mic untuknya.


Setelah mengucapkan beberapa kata sambutan, berbasa basi dengan berterimakasih kepada orang yang sudah membantunya- Arnold menghilangkan senyumnya, kembali ke aura menekan, dingin dan Arrogant nya.


“ saya rasa saya sudah cukup bebasa- basi, dan kurasa, ada yang perlu saya tunjukkan kepada kalian semua.” ucap Arnold menjentikkan jarinya, seketika itu juga, LCD yang tadinya di gunakan untuk presentasi- menyala, dan menampilkan kejadian yang tadinya ia rekam.


Soal pengakuan Jason yang membeberkan proyeknya ke perusahaan saingan beberapa tahun lalu, hingga keinginan Jason yang kembali ke perusahaan Jason dengan membeberkan rahasia proyek perusahaan dimana tempat ia bekerja sekarang.


Tampak boss yang menjadi pemimpin perusahaan tempat Jason bekerja wajahnya telah memerah padam.


Antara malu dan marah.


Sementara Jason sendiri wajahnya tengah memucat. Sementara, Arnold hanya kembali berbicara;


“ sebenarnya saya tidak ada masalah dengan perusaan HSP, biar bagaimana pun kita adalah perusahaan yang di adu domba oleh seorang assistant yang tidak mengerti arti terima kasih.” ucap Arnold, ia lalu beralih kepada pemilik P*p , PS dan sebagainya yang pernah mengontrak perusahaan HSP.

__ADS_1


“ Soal tender beberapa tahun lalu saya tidak akan mempermasalahkannya, lagi pula itu sudah terjadi beberapa tahun silam dan ayah saya sendiri sudah tiada. Hanya saja- anda sekalian melihat sendiri bukan? Acara kita di liput dunia bisnis secara Live, menurut anda sekalian- apa tanggapan rakyat saat tahu P*P, PS dan Game offline lainnya ternyata memproduksi game hasil curian?” ucap Arnold ber smirk smile. Ucapan pria itu membuat para produsen dan pemilik game Virtual secara Online itu saling melirik.


**


__ADS_2