
Aku sedikit kesal karena Ale menatap Damen dengan pandangan takjub. Oke, aku akui jika Damien memiliki wajah yang sama tampannya denganku, namun ia lebih tinggi dariku.
Acara sesi perkenalan nama hingga salaman.
Ibarat menyiram bensin ke api yang sedang berkobar.
Ale tersenyum ramah dengan Damien dan saudara jauhku itu menyentuh Ale cukup lama. Garis bawahi menyentuh dengan salaman.
Sial! Aku rasa pria brengs*k itu sengaja.
Karena kesal, aku langsung memisahkan sesi salaman itu. Dan Ale yang marah, langsung menyikut perutku.
‘ tidak sopan, Ar.’ ucap Ale sambil berbisik- saat aku bertanya; mengapa ia menyikutku. Baru mau protes, ibuku yang tercinta menyela kami semua.
Ale bertanya soal ayah nya. Padahal, belum tentu ayah kandungnya itu memikirkannya, menelpon barang seharipun tidak.
__ADS_1
Aku mengalihkan soal pembangunan. Mengatakan pembangunan ini berdasarkan ide design dari Ale.
Ibuku memujinya dan Ale terlihat menunduk karena malu . Namun meski ia menunduk, aku dapat melihat senyumnya, ia pasti senang. Tak heran, karena keluarga nya bahkan hanya bisa menertawakan bakatnya tanpa ada niat membantu.
Mungkin karena mereka takut tersaingi.
Ale kembali menjelaskan soal design nya. Meski garapannya masih kasar, aku yakin dengan latihan dan memakai aplikasi yang benar, kurasa bakatnya akan cepat berkembang.
‘ kurasa setelah selesai membangun ini aku akan membelikannya laptop untuk ia mendesign. Laptop yang ia miliki hanya berkapasitas rendah hingga tak bisa di pasang aplikasi yang besar.’ batinku berencana.
Dia dan nafsu makannya.
Aku pernah membayangkan jika Damien dan Ale bertemu akan menjadi grup wisata yang kompak, dan itulah yang terjadi. Ale yang menyarankan soal aneka macam masakan solo. Dan Damien yang menjadi navigasi mencari tempat dimana makanan yang Ale sebutkan- di jual, lalu mommy yang menyetir, karena aku masih lelah karena menyetir seharian.
Dan di saat kami menikmati makan kami, Damien sedikit membahas soal Design Ale. Ia mejelaskan. Aku cukup terkejut akan kemampuan dan pengetahuannya, ia bahkan belum lulus dan ia sudah paham istilah yang biasa di pakai di dalam interior design- aku saja butuh waktu bertahun- tahun untuk paham istilah yang sering di pakai karena bekerja sama dengan para interior designer.
__ADS_1
Dia berkata jika ia mencari tahu dari mesin mencarian; internet. Aku tersenyum. Aku yakin ia akan menjadi designer berbakat.
Setelah kulier, hal yang bagi wanita menyenangkan- namun bagi pria membosankan; shopping. Meski aku tak melihat ke antusiasan di wajah Ale. Kurasa belanja bukanlah salah satu yang di sukai Ale. Atau mungkin pasar Klewer yang menjadi pasar tradisonal khas solo ini lah yang membawa kenangan tersendiri bagi Ale.
Ya, tak heran, tempat mencari pundi- pundi rejeki orang tua Ale sedari kecil harus terbakar hanya untuk di jadikan bangunan baru. Dan karena kejadian itulah ibu kandung Ale harus menanggung beban hingga sakit.
Takdir memang lucu, bagaimana bisa aku mencintai wanita yang pernah melalui hal yang sama denganku.
Dan konyolnya, kami di pertemukan dalam nama saudara.
Yang berbeda dari aku dan Ale adalah, karena saat aku terjatuh dalam penyesalan, ada keluarga besarku yang ada di sampingku, hingga aku memiliki semangat untuk bangkit. Sementara Ale? Bukan hanya di bantu, keluarga besarnya malah mengolok keadaannya.
Mereka keluarga, Ale bagai sendirian kala itu. Jika saat itu aku tak bertemu Ale, mungkin aku juga tak memiliki keinginan untuk bangkit.
Mungkin, itu sebabnya, takdir kembali mempertemukan kami. Aku berjanji, Ale- akulah yang aka membantumu menggapai impianmu.
__ADS_1