Me And My Step Brother

Me And My Step Brother
Menjemput ibu dan Damien


__ADS_3

Pagi- pagi sekali, kami melanjutkan acara kami. Di solo tidak ada daging kelinci. Rasanya hampir sama dengan ayam, hanya kaya akan minyak dan lemak.


Lalu wisata dengan menyususuri kebun tea dengan jeep. Ini menyenangkan. Udaranya sejuk bahkan sedikit dingin. Dan aku tak melihat jika Ale kedinginan. Ia hanya memakai jacket tipis dan itupun hanya melekat di lengannya saat Jeep melaju- karena ia memang hanya menggunakan tipe jacket yang terbuka di bagian depan dan tak memiliki kancing.


Kurasa itu lebih mirip blazer, tapi dengan kain yang tipis menyerupai kaos.


Ada wisata out bond. Namun Ale menolaknya. Kekasih tuanya mengatainya takut, cemen dan sebagainya.


Namun melihat jika kemarin ia juga tak mau masuk ke taman wisata, aku menarik kesimpulan, jika ia tak suka ke tempat yang ramai. Mungkin ia memiliki semacam trauma karena kelemahannya.


Toko oleh- oleh, shopping. Seharusnya, wanita menyukainya. Namun Ale tampak tak tertarik.


“ kau tak suka? Kenapa kau tak se heboh biasanya.” heranku.


“ di sini harganya mahal. Dan aku tak memiliki uang.” ucap Ale.


“ apa yang perlu kau risaukan? Aku akan membayar untukmu.” heranku.


“ tapi..” ucapnya menggantung lalu melihat ke arah kekasih tuanya yang asyik melihat- lihat dan berbincang dengan penjualnya.


“ aku ingin membelinya untukmu, tak enak jika aku memberimu barang yang kau beli sendiri.” ucap Ale malu- malu.


‘ astaga, ia sangat- sangat imut. Apakah ia benar- benar telah berumur 30 tahun?’ batinku gemas.


“ aku?” heranku.


“ ya, ini ucapan terima kasih sudah mengajakku ke kebun teh, membayariku dan Dika. Jadi aku membelikanmu barang. Uang yang kutabung tak cukup, kuasa aku akan membeli di solo.” ucapnya.


Sial! Dia manis.


Kurasa aku akan terkena diabetes.

__ADS_1


Dadaku mulai berdebar hebat.


Jika orang lain..,


Apakah ia akan berpikir membalas apa yang kulakukan?


Aku yakin itu sekedar keharusan.


Dan mereka akan memberiku kado dengan topeng seolah mereka senang membalas apa yang sudah kuberi.


Dan Ale?


Hanya ada ketulusan yang membuatku semakin jatuh..


Aku seolah terseret lebih dalam lagi ke dalam pesonanya.


*


aku harus segera mengakhiri wisata ini, selain karena beberapa tempat- Ale tidak mau memasukinya, telephone ku terus berdering karena mommy dan Damien telah sampai ke solo.


Karena kemampuan matanya, ia sedikit mengurangi interaksi dengan masyarakat umum.


Setelah menuruni Ale dengan kekasih tuanya- di gang dekat rumah- aku bergegas menuju bandara.


Dari arah kebun teh ke bandara berjarak 2 kali lipat dari jarah kebun tea ke rumah.


Jika ini di Belanda, jalanan rusak sedikit pasti akan langsung di perbaiki. Jarang ada jalanan yang sampai rusak parah di biarkan.


Dan ini?


Hujan sedikit, jalanan tergenang, bahkan, mobilku hampir saja kehilangan kendali karena ternyata ada lubang yang menganga lebar karena tertutup air.

__ADS_1


Sekarang aku tahu maksud dari tugas Damien.


*🌸*


Sedikit adu tangan sebagai salam lelaki, dan berpelukan dengan ibu kandungku, membawa oleh- oleh yang di bawa ibuku. Sementara, Damien masih sibuk mengunyah makanan yang di bawa.


“ bagaimana hubunganmu dengan Ale?” tanya ibuku.


“ sedikit berjalan baik.” ucapku.


” sedikit?” heran Damien dan ibuku.


“ ya, lebih banyak halangannya. Aku rasa Ale juga menyukaiku, namun ia terlihat masih enggan denganku. Mungkin karena takut pada kekasih tuanya hingga status hubungan kami- yang merupakan saudara.” ucapku.


“ kenapa kau yakin jika Ale sudah mulai menyukaimu? Bukankah kau bilang she is not still a virgin? Takkan ada keajaiban darah pertama.” heran Damien.


“Kemarin ia baru saja mengalami period dan ke kamarku karena tak bisa tidur, tanpa aba- aba ia tidur di dadaku, kemarin juga entah dari mana, ia tahu nomorku dan menghubungi duluan. Ia juga berharap aku kekamarnya.” ucapku.


“ aaa. Aku ingin lihat seperti apa rupa Ale.” heran Damien.


“ Ale itu adalah nama panggilanku untuknya. Jangan panggil dia pakai nama itu.” geramku.


“ aw, sudah mulai posesif, padahal brother zone.” goda Damien.


“ mati saja kau!” geramku.


“ by the way, ayo kita wisata kuliner, aku penasaran dengan masakan solo.” ucapnya semangat.


“ kau bahkan baru sampai.” ucapku tak percaya.


“ ya, kita pulang dulu, kalau tradisi di indonesia membersihkan diri dulu baru bepergian lagi. Kita sekalian mengajak Aldista.” ucap Mommy Berta.

__ADS_1


“ aye.” ucap Damien memberi hormat.


Karena Damien dan Mommy lelah, akhirnya aku harus kembali mengendarai mobil sampai ke rumah.


__ADS_2