Me And My Step Brother

Me And My Step Brother
Kembali ke solo


__ADS_3

Kembali ke POV Arnold.


“ apa kau akan ikut aku ke solo?” tanyaku pada Damien di pesawat.


“ tidak, aku akan pulang ke Bali, masih ada tugas di sana dan aku belum mencicipi semua masakan Bali.” ungkap Damien.


“ masalah kerja atau perut?” ucapku menyilangkan lenganku di depan dada ku.


“ dua duanya.” kekeh Damien.


Tanpa banyak kata aku memilih diam, aku lelah dan aku ingin istirahat.


Setelah ke Bali, aku memilih meminta langsung di antar ke Solo dan mengatakan jika mereka bisa kembali ke negaranya sapai aku memanggil mereka kembali.


Setelah sampai di Solo, aku melajukan mobilku ke rumahku. Aku lupa jika aku belum membuka Jas ku jadi aku memilih membuka Jas ku dan menyimpannya di koper, biarlah pakaian bawahnya, orang tahu aku bekerja, dan aku yakin tetangga tak tahu berapa harga pakaianku.


Setelah bersapa ria sesampainya di kampungku, aku membuka pintu rumahku, Ale sudah pulang dan sedang menungguku pulang.


“ sudah pulang? Aku bawakan tasnya, kak.” ucap wanita itu. Ia pasti kesepian. Aku memilih mengelus kepalanya dan berlalu ke kamarku sambil membawa koperku, ada banyak barang rahasia yang Ale belum boleh ketahui.


“ aku lelah, tapi aku bisa membawa barangku sendiri.” ucapku.

__ADS_1


Ale terdiam, dan membiarkanku untuk masuk kekamarku, setelahnya aku memilih berendam, aku lelah dan aku ingin meluruhkan rasa lelahku dengan air hangat.


Setelah di rasa tanganku sudah berkerut, aku memilih menyudahi acara mandiku. Aku melihat kamar Ale yang tertutup. Aku rasa ia sedang tiduran karena perutnya tak nyaman. Aku memilih langsung memasuki kamarku.


“ kak.” hem? Ale ke kamarku? Aku ingin memastikan namun mataku sudah terlanjur berat. Aku rasa ia membutuhkan sesuatu. Lapar mungkin.


Kesadaranku hampir saja kembali saat aku mendengar Ale mau tidur di sini. Di kamarku? Dia beralasan tidak bisa tidur, aku berusaha menutupi kegugupanku dengan membuka selimut masih dalam menutup mata.


Aku berdebar karena akan tidur sekamar bahkan berbagi tempat tidur. Dan dadaku hampir meledak kala aku merasakan ia bersandar di dadaku.


Aku berbasa- basi- menutupi ke gugupanku,dan ia mulai bercerita. Dari kesimpulanku, ia suka anak kecil.


Dan tiba- tiba dadaku di elus Ale.


Gadis nakal!


Aku memperingatinya dan ia menghentikannya. Ia memang nakal, tapi aku suka, setidaknya, ia tak seperti wanita kebanyakan yang mendekaiku karena tahu kedudukanku. Ia mendekatiku karena suka perlakuanku. Ia kesepian, aku tahu itu.


Di saat ayah kandungnya hanya mempedulikan adik kandungnya, ia di kucilkan oleh keluarga besarnya karena kekurangannya. Dan kekasihnya hanya menambah bebannya saja.


Dan aku datang menemaninya, mengisi celah di hatinya yang telah retak.

__ADS_1


aku begitu terkejut Ale mencium pipiku sebelum akhirnya tidur di dadaku. Sial, ia sangat menggemaskan.


Di rasa Ale tertidur, aku membuka mata, aku mengelus rambutnya, memeluknya dengan posesive dan menciumi bau tubunya.


‘ wangi.’ batinku pada bau tubuh baru mandi Ale.


🌞🌞🌞 Esoknya 🌞🌞🌞


Aku terbangun karena suara Alarm. Aku langsung mematikannya karena ingin tidur lagi. Aku menatap ke arah Ale, ia tak terganggu dengan suara Alarm dan masih asyik tertidur.


Aku ingin menatap wajah cantiknya hingga puas.


Mengelus rambut panjangnya hingga alisnya yang tebal.


Turun ke bulu mata lentiknya yang panjang.


Hidungnya yang mungil. Hehe. Sama seperti tubuhnya yang mungil.


Bibirnya yang tipis namun terasa manis hingga membuat candu.


Sampai aku mendapati jika ada pergerakan kecil dari wanita itu. Ia mengolet sedikit dalam keadaan menutup mata. Tahu akan bangun, aku menutup mataku dan..

__ADS_1


__ADS_2