
“ jadi dia adalah istri baru papa?” tanya kak Ika- istri dari kak Edward.
Karena waktu pernikahan papa dan mommy Berta, kak Ika tak bisa ikut karena Felicia masih kecil.
“ ya, apakah ia adalah cucu ku?” ucap Mommy Berta.
“ hallo anak manis.” ucap Mommy Berta menguyel anak dari Kak Ika dan Kak Edward.
“ hallo, anak manis. Lihat yang uncle bawa untukmu.” ucap Arnole menyerahkan bingkisan pakaian bayi ke kak Ika.
“ makasih, uncle.” ucap kak Ika menirukan suara anak kecil.
“ yang ini siapa, pa?” heran Kak Edward pada Damien.
“ dia Damien, saudara jauhku. Kebetulan ia sedang bermain ke Indonesia, sehingga kami sekalian mengajak nya kemari.” ungkap Arnold.
“ Nikolas mana, Du?” heran Papa.
“ nginep di hotel, pa. Nanti kita jemput sekalian cari makan malam.” ucap kak Edward.
* 🚗 *
“ kita akan cari makan di mana?” tanya Damien setelah menjemput adikku di hotel.
__ADS_1
‘ dia ini..’ batinku. Perasaan kami saja membawa makanan khas Solo sebagai bekal perjalanan, begitu sampai masih bertanya soal makan.
“ ini masih sore. Ayo jalan- jalan dulu.” ucap Adikku.
Jalan- jalan? Hal yang paling tak kusuka adalah tempat ramai, dan sepertinya itu adalah hal yang berkebalikan dengan adikku. Karena ia selalu saja mengajak ke tempat ramai. Kalau Mommy Berta aku memaklumi karena ia hendak membeli barang khas solo dan itu hanya ada di pasar khas Solo jika ingin harga murah.
Sementara Nickolas membawa kita ke supermarket modern. Tak banyak barang yang benar- benar unik di sini.
Jadi aku hanya bisa melihat- lihat sementara Adikku berincang pada ayah dan kakak ku.
“ pst..” Arnold berbisik padaku.
“ lihat ini!” ucap Arnold memperlihatkan pengaman segitiga yang di pamerkan.
“ Hei!” geramku.
“ jangan salahkan aku, mom. Lagi pula.., mengapa- sementara segitiga pengaman pria terpajang rapi- milik wanita malah di pamerkan?” goda Arnold sambil tertawa.
“ lihat! mereka juga memajang dua segitiga pengaman di sini! Lihat Ale, aku yakin ni adalah ukuranmu!” balas Damien. Memakai dua pengaman segitiga itu di dada nya.
“ kebesaran. Pakai ini untuk mengganjal.” balas Arnold mengganjalkan pengaman- pegaman segitiga itu di dua pengaman segitiga yag di kenakan Damien. Karena memang, ukuran dada ku memang cukup besar di tubuhku yang mungil.
Aku hanya menggertakkan tanganku dan tanpa permisi menghajar kedua pria itu.
__ADS_1
“ aw! Aw! Arnold! Bilang pada saudara tiri mu itu jika menghajar orang yang lebih tua itu namanya durhaka!” ucap Damien yang merasa kesakitan karena aku menjewer teliganya sambil menyeret mereka maju menyusul keluargaku.
“ kau tak lihat jika aku juga di jewernya?” tanya Arnold yang juga merasakan jeweranku.
*
“ maafkan Arnold dan Damien.., ia memang suka jahil.” ucap Mommy Berta agar keluarga iparku tidak salah paham.
“aha ha ha. Iya, mba, kami juga mengerti.” ucap ibu dari kak Ika.
“ memangnya kalau di rumah, mereka suka seperti itu ya?” tanya kak Ika.
“ selalu jahil.” jawabku asal.
“ pst.” sekarang Damien yang berbisik kepadaku.
“ apa lagi” geramku.
” mau coba challenge yang lagi populer di aplikasi pelangi ga?” tantang Damien. Aku hanya menatap ke arah handphone milik Damien. Tampak jika ada seorang pria membuka bajunya dan berjalan dengan santainya memperlihatkan ke semua otot dan berjalan di Mall membuat semua orang- orang di video tersebut ternganga karenanya.
“ jika kalian melakukan ini di Indonesia- yang ada kalian hanya akan di sangka orang mesum.” meski aku yakin tak kan ada yang bisa menangkap mereka. Ya, you know lah- siapa itu Damien. Dan soal badan, aku yakin mereka pasti dapat memenangkan Challenge tersebut.
Jika Arnold saja memiliki keenam otot di perutnya- bagaimana Damien bisa tidak memiliki hal yang sama- mengingat, jika mereka pernah mengatakan jika selalu melakukan latihan Beladiri di akhir pekan.
__ADS_1
‘ keenam otot di perutnya dengan dada bidang.’ batinku berimajinasi pada malam- malam Liar antara aku dan Arnold.
“ aku memiliki cara agar bisa melakukan Challenge itu tanpa membuat orang mengira kita ini mesum.” ucap Damien.